Skip to main content

Marhaban Ya Ramadhan

Bismillahirrohmanirrohiim.​..

Assalamu'allaikum Warohmatullahi
Wabarokatuh ....

" MARHABAN YAA RAMADHAN "

Hari berlalu ...
Bulan pun berganti ..
Tak Terasa Bulan Ramadhan ...
Bulan Yang Dinanti
Kini Tiba Kembali ...

Dalam setahun ...
Hanya sebulan saja ...
Tetapi tersimpan berjuta Makna ...

Dimana didalamnya ...
~ Setiap NAFAS kita menjadi
TASBIH ...

~ Setiap TIDUR kita menjadi
IBADAH ...

~ Setiap DOA kita menjadi IJABAH ...

~ Dan Setiap Ibadah PAHALA dilipat
gandakan ...
Insya Allah

Bulan Ramadhan..
Disetiap Malamnya jangan pernah
disia~siakan ...
MemBaca Al Qur’an tamatkan juz-
Nya'
Bila letih tutuplah mata, sambil
mengharap Ridho dari ALLAH SWT ...

Lailatul Qadar malam yang mulia,
dia datang dengan Rahasia
Mari bersama - sama berdo'a pada
Allah SWT ...
Agar kita Semua bisa mendapatkan-
Nya ... Amiin Ya Robbal'allamiin

Tapi Sebelumnya Ana Minta Ma'af
yg Tulus Ikhlas darimu Saudara”~
Sahabat” Semua ...
Apabila Slama kni kita berteman
ada Inbok, Coment, dan Note~Note
yang Ana Copaste ada yang Kurang
berkenan di hati Sahabat Semua ...
Bila ada Janji yang terabaikan ...
Hati yang berprasangka ..
Sikap yang tak berkenan ...

Meskipun Mata tak bisa bertatap ..
Tangan tak bisa berjabat ...
Hanya Melalui Rangkaian Kata Ana
Mohon Ma'af dengan Setulusnya ...

Marhaban Ya Ramadhan ..

Selamat menyambut bulan yang
Suci ..
Sucikan hati bersihkan diri ...
Dan Smoga Allah SWT memberikan
kita kekuatan Iman, Kesehatan, dan
kemudahan dalam Menjalankanya ...
Aamiin Allahuma Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Sebait Puisi Pembuka Konser Suara Untuk Negri Cimahi Bandung

Konser Iwan Fals yang bertajuk Konser Suara Untuk Negri yang diselenggarakan di  Cimahi Bandung bersama Jamrud dan Gigi memang banyak melahirkan inspirasi dan juga semangat buat saya pribadi yang memang mengidolakan Bang Iwan sejak kelas 4 SD. Ada yang menarik di Konser kali ini, Bang Iwan membuka konser dengan sebait puisi yang entah siapa yang menciptakan, saya sendiri kurang tau, yang pasti suara khas Iwan Fals membuat suasana semakin hening.Pada alam yang indah
Pada langit yang mempesona
Kau tunjukkan wajah-Mu
Dengan begitu Kau ajarkan keindahan
Dan rasa syukurKemarin Kau luapkan air bah
Kau muntahkan perut bumi
Kau sebarkan debu
Sesungguhnya Kau tengah mengajarkan cinta
Agar ada rasa kasih walau tak saling kenal
Dan kini untuk alasan yang sama kita bersama
Bersatu atas nama cintaKalimat demi kalimat dalam puisi tersebut sangat menginspirasi, mengajarkan kita untuk tetap bersyukur disela cobaan dan kesedihan yang kita hadapi.
Mengajarkan kita untuk berpikir positif, dan yakin dibalik semua…