Skip to main content

Ramadhan di Kota Orang

Tahun ini semua terasa sangat berbeda,
Ya..walau belum ada setahun aku diperantauan,
Ada sesuatu yang kurang rasanya pada Ramadhan tahun ini,
apalagi ketika mendengar cerita kawan - kawan tentang kesan-kesan mereka saat berbuka puasa bareng keluarga.
rindu banget rasanya !!!
Memang belum lama aku jauh dari mereka, 
tapi ramadhan kali ini gag seindah tahun-tahun kemarin,
mungkin karena belum terbiasa ya.'
Rasa sedih sich pasti ada,,

Disini gag pernah q dengar bunyi kentongan para remaja yang selalu membangunkan ku saat sahur seperti saat di tanah kelahiran,
Ramai orang membaca Al-qur'an pun gag seperti di kampung halaman.
Jujur !! kendati q hidup dikota besar aku sering sekali merasa kesepian
mungkin karena aku belum terbiasa jauh dari keluarga dan sahabat-sahabatku,
tapi aku bersyukur sekali ada seseorang yang selalu ada buat aku, saat senang dan sedih ku.
terima kasih cinta....


Merupakan suatu kegembiraan tersendiri saat bisa buka puasa bareng keluarga, 
saling berbagi cerita, tawa dan canda sambil menikmati masakan yang paling enak sedunia dari sang ibu tercinta.

Seperti kata pepatah "Akan selalu ada hikmah dibalik peristiwa" maka dari itu menjalani puasa ramadhan diperantauan gag buruk juga karena ada orang tersayang yang selalu mau menemaniku dan gag ketinggalan sahabat-sahabat baru ku yang selalu menghiasi hari-hari ku disini.
terima kasih ku ucapkan kepada kalian semua,,
terutama buat kekasih ku " Aq cyank qm cinta"





Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…