Skip to main content

Bahasa Jawa = Bahasa Yang Terlupakan

"Bahasa yang terlupakan" apakah anda mengerti dengan yang saya maksud disini ?
ya..memang ini kenyataannya Bahasa Jawa tak dipentingkan lagi,
Seharusnya sebagai orang jawa kita harus menjaga dan melestarikan bahasa jawa.
paling tidak dengan cara sedikit demi menularkan  bahasa jawa halus kepada anak cucu kita.
kalau tidak kita sendiri siapa lagi ? kita sebagai pribumi pulau jawa.
tapi kita sebagai pribumi pulau jawa jarang yang mau menggunakan bahasa jawa, kebanyakan diantara kita mengajarkan bahasa-bahasa yang lebih dianggap modern seperti bahasa indonesia misalnya.,
memang Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional tapi apakah harus menganak tirikan bahasa jawa ??
bahkan di Sekolah pun Bahasa tidak lagi diajarkan,
ya..mungkin masih ada yang memasukkan bahasa jawa kedalam mapel tapi mungkin hanya sebagian kecil.
Hal ini disebabkan oleh gencarnya serbuan budaya asing dan teknologi yang semakin beragam dan berkembang pesat. Pemakaian bahasa gaul, bahasa campuran, semakin memperparah kondisi bahasa jawa yang semakin lama semakan surut di pulau jawa.

Bagaimana tidak ?
Kita memperoleh pelajaran dan pengetahuan dari sekolah, sementara pelajaran bahasa jawa yang dulunya merupakan pelajaran wajib, kini hampir hilang bahkan telah ditiadakan dari daftar mata pelajaran sekolah.
pastinya digantikan dengan bahasa bahasa yang lebih modern yang dianggap lebih penting seperti bahasa inggris, bahasa jepang sampai bahasa jerman.
sedangkan dilingkungan rumah pun penggunaan bahasa jawa sudah tak seperti dulu,
kebanyakan orang tua zaman sekarang lebih suka mengajarkan bahasa indonesia kepada anak anaknya yang dianggap lebih modern, sedangkan bahasa jawa dianggap bahasa katrok bahasa gag penting.
bisa dibilang mereka menganak tirikan bahasa jawa yang notaben nya merupakan bahasa asli dari nenek moyang kita.

Bisa kita lihat di Surabaya atau daerah sekitarnya yang sebagian besar penduduknya penduduknya menggunakan ngoko kasar, coba ajak mereka berbahasa krama inggil yg ruwet dan njlimet ini, pasti mereka akan gagap dalam berbahasa ngoko halus,
ya,,seperti saya ini walaupun saya lahir di Bojonegoro dan saat ini saya tinggal di Surabaya tetap saja gagap kalau disuruh menggunakan bahasa jawa halus.
palingb tidak sedikit sedikit mengerti dan bisa kita ajarkan kepada anak cucu kita nanti.
agar bahasa jawa tidak punah di pulau jawa sendiri.

Mungkin saat ini juga masih ada yang menggalakkan bahasa jawa halus seperti orang orang penghuni ktraton dan sekitarnya, walaupun mungkin mereka terpaksakan oleh keadaan lingkungan.
serta mungkin para dalang yang bahasanya aneh aneh itu,

Jika pengembangan bahasa Jawa ini tidak berkelanjutan alias putus di generasi muda sekarang maka benar-benar akan terjadi kepunahan bahasa Jawa di daerahnya sendiri. Bagaimana bisa menjelaskan dan melatih anak cucu mereka jika kita sendiri tak mampu berbahasa Jawa.
sebelum terlambat mari kita sedikit demi sedikit belajar bahasa jawa, agar bahasa tetap ada dan bisa dinikmati oleh generasi penerus kita.

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…