Skip to main content

Jurnal Padang Bulan

Teringat masa kecilku dulu, dimana belum banyak bangunan, belum ada teknologi secanggih jaman sekarang.

Pas padang bulan koyok nginik- gelar kloso nak ngarep omah..

Ngerti maksudnya ?

Hehehehe

Maklum seperti itulah bahasa sehari-hari saya, sebagai masyarakat Bojonegoro Jawa Timur.

Dulu saat bulan purnama seperti saat sekarang ini selalu tiduran didepan rumah bersama keluarga. Tapi setelah aku dewasa kenapa gag ada lagi kebiasaan itu ?

Apa karena kesibukan ?

Atau karena pengaruh teknologi ?

Yaa inilah dunia zaman sekarang, penuh kesibukan.

Bahkan di Kota kecil seperti ini, sudah jarang sekali ditemui kebersamaan saat bulan purnama tiba.

TEKNOLOGI mungkin itu pengaruh utama, orang tuaku sekarang lebih dimanjakan dengan adanya televisi.

Pada kalangan pemuda malah lebih banyak lagi sarana hiburan praktis, Playstation misalnya, selain itu juga dengan adanya gadget-gadget baru seperti Hp berbasisAndroid, Blackberry, dsb.

Memang banyak sekali perubahan yang disebabkan oleh beberapa hal tersebut.

Pada kalangan anak kecil sudah ada PSP bahkan tidak jarang lagi anak-anak kecil yang sudah memakai Hp. Beda sekali dengan masa kecilku dulu, dimana setiap hari hanya menghabiskan waktu dengan permainan-permainan tradisional seperti kelereng, blentek, gobak sodor, keh-kehan, dakon, dsb.

Seharusnya permainan-permainan seperti harus tetap dilestarikan, gag ada lagi hiburan gratis semacam itu, lari-larian dibawah cahaya bulan, tawa ria anak desa, semua itu kini tergantikan oleh teknologi yang akhirnya menimbulkan kemalasan pada generasi muda.

Slank - Indonesiakan Una

Reny please I need to talk to you

Tentang future hidup kita

About Mezzaluna benih cinta

Mampukah kita membesarkan

Una di negeri ini

Reny please aku ingin tahu

Biaya masuk sekolah

Kalo sakit dokter dan obat berapa

Cukupkah kita tuk merawat Una di negeri

ini

Oh Reny apa kamu gak merasa takut

Manusia di sini mulai gak manusiawai

Dan kebenaran cuma jadi barang opini

Bisakah kita melindungi Una di negeri ini

Reny coba jangan slalu ikuti

Beli boneka Toy Story dan makan di

McD

Ajari main congklak atau makan di

lesehan

Akankah kita membuka pikirannya

Di negeri ini

Kuatkan kita Indonesiakan Una

Di negeri sendiri

Oh...oh...oh... oh...oh...oh...oh...

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…