Skip to main content

Makna kata "GAK APIK"

Sebelumnya saya minta maaf kepada dulur-dulur blogger mungkin banyak yang tidak paham dengan judul postingan yg saya angkat ini. Karena mungkin kata-kata ini hanya sering dituturkan oleh mbah-mbah kita, khususnya daerah Bojonegoro dan sekitarnya.
Pernahkah anda mendengar mbah atau orang tua anda melarang anda melakukan sesuatu ?
Pasti pernah kan ?
Tentunya anda pengen tau apa alasan mereka melarang kita ?
Tapi apa yang ada lakukan atau yang terbesit dibenak anda saat mereka melarang kita hanya dengan alasan "GAG APIK" atau dalam bahasa Indonesia berarti "TIDAK BAIK"

Misalnya :

"Ojo mangan nak ngarep lawang le !!! Gak apik" (Jangan makan di depan pintu nak !!! Gag baik)
"Surup-surup ojo nak njobo disek !!! Gag apik" (Maghrib-maghrib jangan keluar rumah dulu !! Gag baik)

Tentunya anda mau nurut, karena memang itu adalah wejangan orang tua kita, bahkan itu sudah ada sejak zaman dahulu, sebelum Negara tercinta Indonesia ini merdeka.
Saya yakin kalau pun anda pernah dengar kata-kata itu pasti anda akan berpikir jauh ke masa lalu, menghubungkan kata itu dengan mitos masa lampau.

Yaaa tak dapat dipungkiri orang jawa gak bisa lepas dari yang namanya mitos.
Tapi menurut saya, itu semua gak ada hubungannya sama sekali dengan mitos-mitos jaman dahulu,
Kenapa ?
Karena orang jawa itu syarat dengan teka-teki, itu semua hanya sebuah perumpamaan yg tersirat banyak sekali makna didalamnya.

Yaa seperti itulah orang jawa.

Kalau saya angan-angan sendiri, saya pikir-pikir, orang tua kita berkata seperti itu (GAK APIK) bukan karena mereka mengajarkan kita mitos jaman dahulu kepada keturunan mereka, melainkan mereka menginginkan keturunannya berpikir, kenapa gag boleh ? Kenapa kog gak baik, tentunya kita bisa berpikir lebih lanjut lagi .

Kita dilarang makan didepan pintu, tiap kita bertanya alasannya pasti cuma dijawab "GAK APIk" seharusnya kita berpikir kenapa gak bagus ?

Pintu rumah kita itu adalah tempat keluar masuk kita ke rumah, kalau kita makan didepan pintu bagaimana kalau ada tamu ? Tentunya gag enak juga kan dipandang, belum lagi kalau ada kelurga kita yg tergesa-gesa masuk rumah, apa gag ketabrak tuuh ? Hehehe

Kenapa juga paz maghrib kita gak boleh keluar rumah dengan alasan yg sama (GAG APIK).
Ingatlah !!! Saat itu adalah saat kita beribadah, waktunya kita menghadap Tuhan kita Allah SWT ya wajar kalau kita gag boleh keluar rumah, berarti orang tua kita secara tidak langsung mengingatka kita untuk sholat.

Intinya mereka pengen kita berpikir dan berusaha untuk mencari tau, bukan mengajarkan mitos kepada kita.
Sedikit pembahasan dari saya, dan semoga bermanfaat.

Wassalam

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…

Ikat Pinggang Tali Sepatu ( Shoelace Belt )

Selamat malam berroo.. Bay nde wei seumpama sampean lihat orang atau anak muda pakai ikat pinggang tali sepatu, apa yang anda pikirkan??
Mungkin banyak orang mengira mereka itu orang nggak jelas atau sempel mingkin. Jangan salah..
Mereka yang melakukan hal ini adalah kelompok skateboarder, alasan mereka melakukannya adalah bukan karena fashion, melainkan lebih sesuatu yang fungsional dan alasan yang rasional serta fungsi fashion.
Termasuk saya juga, bukan karena ingin dibilang anak skate atau hardcore Family. Saya pribadi penggila Iwan Fals dan Slank jadi sering menghadiri konser-konser mereka di luar kota. Pengalaman saya setiap memasuki area konser selalu dilakukan pemeriksaan, tak jarang ikat pinggang pun disita sementara. Nah dari pengalaman ini saya tidak sengaja lihat foto teman-teman di facebook menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang. Saya coba browsing ternyata subkultural ini memang sudah lama ada.
Mereka menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang lebih karena fakt…