Skip to main content

Salak Wedi

Salak mendengar nama buah ini mungkin sobat-sobat sekalian langsung berpikir betapa segarnya buah ini. meski terlihat seram dengan warna kulit dan duri yang mengjiasi buah maupun pohon dari buah ini tapi dijamin merem melek kalau menikmati buah yang satu ini.
SALAK WEDI salah satunya, meski tak begitu terkenal luas di seluruh Negeri tercinta Indonesia ini saya rasa buat penduduk atau orang yang pernah tinggal di Bojonegoro dan sekitarnya gak bakal asing dengan nama ini.

kenapa terkenal dengan nama salak wedi ?
yaa karena buah ini banyak tumbuh di Desa wedi dan sekitarnya, seperti Kalianyar, Tanjungharjo, Tapelan.
Salak wedi ini merupakan salah satu ikon kota bojonegoro meski mungkin tidak terkenal seperti salak pondoh dari daerah Jawa Tengah tapi kalau masalah rasa gak kalah manis, tambah lagi ada rasa renyah dan asemnya. rame deehh rasanya..
nyuuuuuzzz bgt !!! kalau kata temen-temen ku.
Salak merupakan hasil bumi yang banyak membantu ekonomi masyarakat Desa Wedi dan sekitarnya setelah Padi dan Palawija.

Namun sangat disayangkan keberadaan salak wedi saat ini sudah banyak berkurang, karena semakin banyaknya bangunan yang didirikan, maklum kepadatan penduduk di Kota ini gak sepeti dulu lagi, selain itu juga banyak penduduk sekitar Desa Wedi yang membudidayakan jati tapi ada beberapa penduduk yang tetap setia membudidayakan buah ini. di area WISATA TOYO AJI misalnya, hampir semua penduduk disekitar tempat ini tetap setia membudidayakan buah salak.
Selain sudah banyak berkurang jumlahnya, pengembangan bisnis untuk buah ini belum ada sampai saat ini.
dibuat manisan misalnya, rasa salak wedi yang manis asem ini sangat berpotensi sekali untuk dijadikan bisnis manisan, tapi Penduduk Desa Wedi dan Sekitarnya belum yang mau mengambil kesempatan ini, entah karena modal atau faktor yang lain.
Sebenarnya sangat disayangkan kalau bisnis ini dilewatkan, yaa paling tidak mengurangi angka pengangguran di Bojonegoro. seperti kita tahu sendiri bagaimana sulitnya lapangan kerja di Kota tercinta ini.

Saya pribadi sebagai warga asli bojonegoro berharap Semoga tetap ada tangan-tangan peduli yang mau membudiyakan buah ini, atau paling tidak ada langkah dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro untuk tetap melestarikan Sumber daya alam ini agar salah satu ikon kota ini tetap terjaga

.

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…