Skip to main content

Bojonegoro Semakin Panas

Kemarau tahun ini Kota kelahiranku Bojonegoro semakin panas saja. mungkinkah karena adanya bebrapa pengeboran minyak di kota ini ataukan memang karena dunia ini sudah tua ??
Kalau karena pengeboran minyak sangat masuk akal sekali, dengan banyaknya lokasi pengeboran di bojonegoro menimbulkan perubahan suhu yang besar sekali.


Sesuai catatan, di Bojonegoro terdapat beberapa lapangan migas yang sedang dilakukan eksplorasi dan eskploitasi. Yakni Lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu di wilayah Gayam oleh Mobil Cepu Limited (MCL), Lapangan Sukowati, Blok Tuban, di wilayah Kecamatan Bojonegoro dan Kapas oleh Joint Operating Body Pertamina – Petrochina East Java (JOBP-PEJ), dan Lapangan Minyak Tiung biru di Kecamatan Tambakrejo oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4 Field Cepu.
Suhu panas di Bojonegoro ini dipredeksi akan terus meningkat seiiring akan dilaksanakan eksplorasi dan eksploitasi sejumlah lapangan migas lainnya. Seperti Gas Cepu yang menggabungkan Lapangan Gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem – TBR – Cendana di Kecamatan Padangan, oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Juga Blok Blora di Kecamatan Ngraho dan Margomulyo oleh PT Sele Raya Energi (SRE).

Tapi bagaimana pun aktifitas ini yang menanmbah perekonomian Bojonegoro, meskipun sampai saat ini kita sebagai warga bojonegoro tidak pernah tau berapa besar minyak yg dihasilkan setiap hari, dan berapa besar penghasilan yang masuk pendapatan Bojonegoro. Bersyukur sajalah, setidaknya dengan adanya kegiatan pengeboran ini banyak sekali menciptakan lapangan pekerjaan untuk warga Bojonegoro sendiri.

Sebagai pengamat kita tidak boleh menyalahkan #1 pihak saja, panas dikota ini bisa saja karena gundulnya hutan Bojonegoro ini, sebagai Pemuda yang baik seharusnya kita bisa mensiasati masalah ini. Melakukan reboisasi misalnya. Hal ini sangat dibutuhkan alam kita.
Ingatlah dulu juga karena ulah manusianya hingga hutan kita gundul seperti saat ini.

Baca juga Lestarikan Lingkungan Pemuda Tanjungharjo Tanam Pohon


Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…

Ikat Pinggang Tali Sepatu ( Shoelace Belt )

Selamat malam berroo.. Bay nde wei seumpama sampean lihat orang atau anak muda pakai ikat pinggang tali sepatu, apa yang anda pikirkan??
Mungkin banyak orang mengira mereka itu orang nggak jelas atau sempel mingkin. Jangan salah..
Mereka yang melakukan hal ini adalah kelompok skateboarder, alasan mereka melakukannya adalah bukan karena fashion, melainkan lebih sesuatu yang fungsional dan alasan yang rasional serta fungsi fashion.
Termasuk saya juga, bukan karena ingin dibilang anak skate atau hardcore Family. Saya pribadi penggila Iwan Fals dan Slank jadi sering menghadiri konser-konser mereka di luar kota. Pengalaman saya setiap memasuki area konser selalu dilakukan pemeriksaan, tak jarang ikat pinggang pun disita sementara. Nah dari pengalaman ini saya tidak sengaja lihat foto teman-teman di facebook menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang. Saya coba browsing ternyata subkultural ini memang sudah lama ada.
Mereka menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang lebih karena fakt…