Skip to main content

Catatan Kecil Kaum Kusam

Berapa senin berapa selasa berapa rabu berapa kamis berapa jumat berapa sabtu dan brapa minggu telah kulalui dengan stagnasi kebuntuan, 
Angan menyublim seperti kapur barus yg terhimpit BAJU,
Bukan aku enggan bergerak, aku sudah bergerak, tangan menggapai cita namun hanya sebatas milimeter saja.

Percaya pada NASIB yg sedang diadu dengan jam dinding.
Terngiangku pada wasiat orang suci
"Bahwa uang, perawan, dan Kain kafan sudah ada yang punya, danTinggal kita yg mengambil"

hmmm.Apa ini jalan hdupku?

Bukan, dan mestinya bukan! Mungkn juga besok aku akan bertemu dengan sesuatu,
Aku yakin...
Slama oksigen masih bersenyawa dengan hemoglobin aku akan terus berjalan.

Entah apa yg akan aku dapat mungkin uang,mungkin perawan atau bahkan mungkin kain kafan terlebih dulu..

Dari pengangguarn Oleh pengangguran Untuk pengangguran
Apa yg kita punya dan apa yg kita bisa, Itulah tangan kita dalam menggapai sesuatu.
Jangan menyerah karena kita belum kalah. Takdir memang tak bisa dirubah. Tapi nasib ada ditangan kita. Selama kita masih mampu bergerak... Impian kita akan nyata di depan mata.

PENGANGGURAN-- Jadikan kata itu sebagai pemicu semangat. Bahwa tak selamanya kita akan menyandang predikat itu.

PEKERJAAN boleh tidak ada namun KARYA harus tetap ada dan PERUT jangn sampai terluka <krn lapar>

Bnyak dari kita yang tak berdaya dan hanya bersandar pada doa tanpa melakukan apa-apa. Teruslah berkarya terus bergerak, Karena Karya adalah langkah dan kekuatan semangat hidup.

#PengangguranNegeriSipil

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Sebait Puisi Pembuka Konser Suara Untuk Negri Cimahi Bandung

Konser Iwan Fals yang bertajuk Konser Suara Untuk Negri yang diselenggarakan di  Cimahi Bandung bersama Jamrud dan Gigi memang banyak melahirkan inspirasi dan juga semangat buat saya pribadi yang memang mengidolakan Bang Iwan sejak kelas 4 SD. Ada yang menarik di Konser kali ini, Bang Iwan membuka konser dengan sebait puisi yang entah siapa yang menciptakan, saya sendiri kurang tau, yang pasti suara khas Iwan Fals membuat suasana semakin hening.Pada alam yang indah
Pada langit yang mempesona
Kau tunjukkan wajah-Mu
Dengan begitu Kau ajarkan keindahan
Dan rasa syukurKemarin Kau luapkan air bah
Kau muntahkan perut bumi
Kau sebarkan debu
Sesungguhnya Kau tengah mengajarkan cinta
Agar ada rasa kasih walau tak saling kenal
Dan kini untuk alasan yang sama kita bersama
Bersatu atas nama cintaKalimat demi kalimat dalam puisi tersebut sangat menginspirasi, mengajarkan kita untuk tetap bersyukur disela cobaan dan kesedihan yang kita hadapi.
Mengajarkan kita untuk berpikir positif, dan yakin dibalik semua…