Skip to main content

Kisah Renungan Untuk IBU Dari Iwan Fals @Konser Suara Untuk Negeri Cimahi Bandung

Sebelum mengalunkan tembang yang berjudul Ibu, Iwan Fals dengan suara khas nya membacakan sebuah kisah renungan untuk ibu, dalam kisah ini banyak sekali makna yang bisa kita ambil, meski singkat tapi cukup memberikan arti lebih untuk kita.

Alkisah, disuatu masa seorang ibu dan anaknya yang masih kecil, untuk hidup sehari-hari sang ibu membanting tulang dengan menganyam tikar, hasilnya tak banyak, tapi cukuplah untuk makan daripada sekedar mengemis.
Tahun demi tahun berlalu, sang putra pun tumbuuh menjadi pria dewasa, ada hari-hari dimana makanan yang tersedia hanya cukup untuk sang putra, ada masa-masa sang ibu harus tak tidur demi uang yang tak seberapa, ketika anaknya bertanya, sang ibu selalu berkata, "Ujang sudah merasa kenyang ? saya walau hanya melihat kamu kenyang dan saya sudah merasa bahagia walau hanya melihat senyum kecilmu".
Sayang, ia menyia-nyiakan nasehat ibunya, perangainya menjadi buruk, sering kali pulang dalam keadaan mabuk dan terluka, namun sang ibu selalu dengan sabar mengobati luka-lukanya.
Begitulah selalu berulang-ulang. Pada suatu malam, sang putra bertemu seekor harimau. Harimau itu pun bicara, "Kalau kau menyerahkan hati ibumu kepadaku, maka kau akan menjadi orang yang hebat, orang yang kaya dan terkenal". 
Tanpa basa-basi sang putra pun kembali kerumah seraya merobek dada dan menarik hati ibunya dengan paksa. Ia pun kembali menemui sang harimau dan menyerahkan hati sang bunda, sang harimau pun menepati janjinya.
Alam pun seperti menangis, Petir pun berteriak
Maukah kita menukar hati ibu demi kekayaan ??
Maukah kita menukar hati ibu demi jabatan ??
Maukah... Sampai hatikah... ??

Demikian yang diceritakan Bang Iwan, semoga kisah diatas senantiasa memberikan kita pelajaran untuk tetap menjaga dan menyayangi ibu kita, sejelek apapun, secerewet apapun dia, kita harus tetap menghormatinya, karena kita lahir dan menikmati kehidupan di dunia ini karena pengorbanan seorang IBU

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Sebait Puisi Pembuka Konser Suara Untuk Negri Cimahi Bandung

Konser Iwan Fals yang bertajuk Konser Suara Untuk Negri yang diselenggarakan di  Cimahi Bandung bersama Jamrud dan Gigi memang banyak melahirkan inspirasi dan juga semangat buat saya pribadi yang memang mengidolakan Bang Iwan sejak kelas 4 SD. Ada yang menarik di Konser kali ini, Bang Iwan membuka konser dengan sebait puisi yang entah siapa yang menciptakan, saya sendiri kurang tau, yang pasti suara khas Iwan Fals membuat suasana semakin hening.Pada alam yang indah
Pada langit yang mempesona
Kau tunjukkan wajah-Mu
Dengan begitu Kau ajarkan keindahan
Dan rasa syukurKemarin Kau luapkan air bah
Kau muntahkan perut bumi
Kau sebarkan debu
Sesungguhnya Kau tengah mengajarkan cinta
Agar ada rasa kasih walau tak saling kenal
Dan kini untuk alasan yang sama kita bersama
Bersatu atas nama cintaKalimat demi kalimat dalam puisi tersebut sangat menginspirasi, mengajarkan kita untuk tetap bersyukur disela cobaan dan kesedihan yang kita hadapi.
Mengajarkan kita untuk berpikir positif, dan yakin dibalik semua…