Skip to main content

Dibalik Hijau Damainya Green Canyon Bojonegoro



Ojo ngaku cah Bojonegoro nek gak roh panggonan iki..
Kedung maor. Iya tempat ini mendadak booming 1 tahun terakhir. Sejuknya suasana hutan,hijau damainya pepohonan serta banyak batuan-batuan besar yang bisa kita pakai untuk bersantai membuat pengunjung betah berlama-lama disana. Tempat ini berada di Kecamatan Temayang, tepatnya di Desa Kedungsari. Kurang lebih 1 jam dari kota Bojonegoro atau sekitar 40 KM. Lokasi Air Terjun Kedung Maor berada di pertengahan hutan Atau lebih tepatnya di kawasan hutan RPH (Resort Pemangkuaan Hutan) Tretes, KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Bojonegoro.
Teringat pertama kali berkunjung ke tempat ini sekitar 1tahun yg lalu, Kedung maor masih sepi belum ramai pengunjung, akses masuk masih alami, jalan setapak berbatu dengan dedaunan tanaman liar di kanan kiri jalan. Karena waktu itu pas musim hujan jadi tidak bisa sampai turun kebawah. Hanya bisa menikmati gemuruh derasnya air dari kejauhan.
Libur lebaran kemarin saya kembali berkunjung ke tempat ini, ternyata suasananya sudah sangat jauh berbeda, akses masuk tempat wisata sudah diperbaiki. Lambaian dedaunan liar sudah tak terlihat lagi. Saya sempat bertanya-tanya melihat hilir mudik dump truck dari arah tempat wisata, ternyata ada proyek besar di lingkungan kedung maor, info dari penjaga parkir siih katanya mau dibuat waduk ditempat ini.
Perjalanan dari tempat parkir menuju lokasi air terjun sudah sangat berbeda rasanya, setahun yang lalu hanya potongan kayu dan dedaunan kering yang tercecer disepanjang jalan ini, sekarang banyak sekali sampah-sampah bekas pengunjung yang berserakan di sepanjang jalan setapak menuju lokasi air terjun. Semakin dekat dengan lokasi saya semakin penasaran dengan keadaan kedung maor saat ini.
WOOOWW.. Takjub rasanya melihat kedung maor pas musim kemarau, aliran sungai yang tidak begitu deras, air di kubangan kedung yang hijau, bebatuan indah disekeliling air terjun. 
Tapi sangat disayangkan, keindahan dan kealamian tempat ini tercemari sampah-sampah bekas pengunjung, ternyata sebagian besar pengunjung yang datang tidak sadar akan pentingnya kebersihan. Mereka seenaknya saja meninggalkan sampah di tempat wisata yang alami seperti ini. Botol bekas minuman dan plastik-plastik berserakan disana-sini.



Pemandangan yang tidak sedap untuk dipandang. Seharusnya kita sebagai warga asli Bojonegoro yang mengerti bagaimana minimnya tempat wisata di kota ini bisa sadar diri dan ikut membantu pelestarian tempat-tempat wisata seperti ini. Semogo kedepannya Pemerintah Kabupaten Segera melakukan peresmian tempat ini, sehingga ada petugas-petugas yang bertanggung jawab terhadap kelestarian dan kealamaian Green Canyon Bojonegoro ini.
Salam Bojonegoro Matoh

Comments

Iku nopo banyu biru dander min

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…