Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Om Toleran Om

Tanah airku Indonesia
Negeri kaya makmur
bertanah subur berbudi pekerti luhur
Tapi anak didiknya banyak yang ngawurDi negeriku ini bukan hanya kiri yang dikebiri
Air mineral produk dalam negeri dalam sekejap menjadi air aki
Bahkan roti menjadi barang yang ditakuti
Teriak kafir sana sini tanpa mau menatap diri sendiriSelamat datang di negeri kami tempat orang bercakap toleransi tanpa adanya implementasi, seakan 'toleransi' sekadar keset kakiApa kabar kaum minoritas?
Acapkali ditindas!
Dalam sayup gejolak ibu pertiwi diam-diam mereka merintihEntah pada siapa mereka dapat bercerita menumpahkan keluh kesahnya
Baru saja hendak buka suara beribu hinaan muncul di hadapan mereka
Mencipta dunia mereka jadi nerakaLantas apa arti Bhineka Tunggal Ika?
Jika perbedaan masih memecah Indonesia.
Jangan hina yang membawa Tripitaka!
Jangan hina yang berdarah Cina!
Jangan cipta luka di hati kaum mereka!~yudh~

Rush Money Kii Opo Tooo??

Waah sudah tanggal dua lima ya.. Seperti biasa saya bangun pagi-pagi dan tidak lupa membuka satu persatu akun media sosial saya. Baru sadar kalau hari ini adalah tanggal 25 Nopember setelah melihat beberapa status beberapa sahabat dengan taggar #selamathariguru. Tapi ada hal lain yang melintas dipikiran saya seketika tahu hari ini adalah tanggal 25/11. Waduuhh.. waduuhh.. seketika langsung teringat isu #rushmoney. Mereka yang katanya anti uang riba akan menarik uang secara serentak dari bank pada hari ini. Walaah..walaahh.. jadi tidak sabar pengen lihat bagaimana hasilnya nanti. Menurut penggagas ide rush money gerakan ini mampu melumpuhkan perbankan skala nasional.
Katanya dalam bisnis perbankan 90% uang yang masuk dari nasabah tidak disimpan di dalam brankas atau ATM, tetapi diputar dan dikembangkan. Salah satunya dengan cara dipinjamkan. Jadi dana cash yang ada di bank dan ATM cuma 10% saja. Kalau semua nasabah mengambil 10% saja dari tabungannya secara bersamaan, praktis bank akan…

Pancasila Dalam Secangkir Kopi

Masih tentang suasana damai disekitar secangkir kopi. Bukan tentang jutaan inspirasi dalam setiap tegukannya, bukan pula tentang luapan filosofi dibalik hitam pekatnya. Tapi lebih dekat lagi dalam hati setiap pecinta kopi, adalah sebuah kekeluargaan.
Aku merasa sudah begitu akrab dengan suasana semacam ini, dimana sekumpulan orang saling bertukar pikiran, berbagi canda tawa, menghibur diantara mereka hanya terdiam memperhatikan dan dirundung kemurungan.
Inilah sebenar-benarnya suasana warung kopi. Berbagai macam profesi yang berbeda, latar belakang pendidikan dan isi kepala yang tak sama, membaur dalam sebuah tradisi yang kita semua telah sepakati dengan sebutan "ngopi". Karena secangkir kopi mereka mampu saling memahami, seakan semua gejolak dalam kepala bersatu dalam satu warna, hitam pekatnya secangkir kopi. Berbeda pendapat dan pemikiran adalah hal wajib yang setiap hari menjadi bumbu penyedap perbincangan mereka. Disini tidak ada sosok matarom yang pongah dengan catur p…

Pakdhe Ahok, Surat Almaidah Dan Aks Damai i (katanya)

Selamat sore bateh-bateh.. Niih cah pengangguran mau ikut  corat-coret.
Sebenarnya rada males ikut-ikutan bahas masalah Pakdhe Ahok yang dianggap melakukan penistaan agama, tapi setelah stalking sana-sini jadi gatel juga pengen corat-coret.Pakdhe Ahok yang masih menjabat sebagai gubernur kota mertopolitan pasca patnernya naik kelas jadi presiden yang katanya dulu dipilih secara demokrasi sama mereka-mereka warga DKI yang mungkin "Sebagian" dari mereka kemarin ikutan piknik ke istana, bilang "jangan mau dibodohi PAKAI surat Al-maidah", lah.. terus itu video jadi viral banget pro-kontra yang ujungnya SARA.
Ini yang pada gagal paham sebelum pemilihan cagub dulu belum tau tafsirnya dari surat Al-maidah tentang kemimpinan sampe baru sadar setelah Pakdhe Ahok jadi guberbur dan berkicau seperti itu ya? Pertama.. dari jauh-jauh hari kita sudah tahu kalau Pakdhe Ahok ini non muslim yang agamanya diakui di NKRI, dan selayaknya saya sebagai seorang yang lahir dari keluarga mu…

Seharusnya Kita Malu, Seharusnya Kita Prihatin

Suatu malam pada sesi tanya-jawab di televisi, Panglima TNI Gatot Nurmantyo berkata, “Pada dasarnya, masyarakat Indonesia itu suka perang”.  Sontak saya termenung. Saya jadi prihatin, karena pernyataan tersebut diucapkan dan disadari oleh pihak yang ditugaskan untuk melindungi rakyatnya dari kondisi darurat perang. Pernyataan tersebut akan terasa lebih tepat jika diucapkan – atau minimal disadari – oleh setiap elemen masyarakat yang telah mengerti hitam-putih kehidupan. Setelah adanya pengakuan dan kesadaran untuk mengakui tingginya nafsu bertempur pada diri masyarakat tersebut, hal yang perlu mereka sadari adalah bahwa perang tersebut sia-sia belaka. Harus ada keberanian pada diri setiap masyarakat untuk mengakui bahwa perjalanan sejarah bangsa kita – telah dilalui dengan berdarah-darah – sehingga setiap anggota masyarakatnya sadar betul akan manfaat perdamaian dan tak jatuh pada lubang yang sama. Karena syarat terwujudnya perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, adalah menciptakan …

Warung Kopi Dari Waktu Ke Waktu

"Semakin dalam berkubang di dalam warung kopi, semakin ajaib teman-temanku."
"Kopi bukan sekedar air gula berwarna hitam, tapi pelarian dan kebahagiaan."

Kubaca kutipan itu pada sebuah karya novel, Cinta Dalam Gelas  Andrea Hirata. Warung kopi merupakan tempat bagi segala nasib bermuara. Bukan hanya hitam pekat secangkir kopi yang tertuang disana, lebih dari itu ada banyak hal lain yang bisa kita nikmati. Seperti yang ditulis Bang Andrea Hirata pula,

"Disana kau akan dengar,
Para penganggur akan sibuk menghujat pemerintah,
Para suami mengeluhkan hutang piutang,
Hingga buruh yang berbincang perihal rencana demo kenaikan upah."

Aku ingat, saat itu aku duduk di kelas satu SMP, pertama kali memasuki sebuah tempat yang asing bagiku dan untuk pertama kalinya pula melihat berbagai macam ekspresi wajah yang berbeda dalam sebuah ruangan dengan kursi beserta meja yang berjajar, diatasnya tersaji beberapa macam jajanan. Kemudian aku mengenalnya dengan nama…

Untukmu Cucu Pembuat Jamu

Seharian ini hujan mengguyur tanah kelahiranku, meskipun derasnya tak menentu tapi entah mengapa basahnya sampai ke hati.
Aku merasa mendung bukan hanya dilangit kota ini, lebih dekat lagi bahkan sampai menggelayut di langit-langit kamarku.
Tiba-tiba sosokmu muncul begitu saja diantara kepulan mendung itu, aku hanya diam memandang bayangmu, perlahan ku pejamkan mata berusaha mengingat semua yang telah kita lalui bersama. Aku masih ingat saat kamu memberiku sebotol jamu buatan nenekmu. Katamu agar nafsu makanku bertambah dan bertambah pula berat badanku. Kita memang tak pernah lebih dari teman biasa, aku pun tak pernah menaruh harapan lebih. Karena saat itu aku sangat menikmati indahnya pertemanan kita.

Hampir satu tahun sudah kita tak saling bertatap muka, bahkan sedikitpun aku tak mendengar kabar tentangmu. Tapi sosok indahmu tak pernah hilang dalam pikiranku. Kamu adalah salah seorang yang yang berperan penting dalam pendewasaanku selain kekasihku. Nasihatmu, perkataanku, sega…

BAGAIMANA ARISTOTELES BERKATA BUMI ITU BULAT ?

Hai boss karena tade sore ada yang chat ane via be be em nanyain konsep bumi datar. Malam ini ane mau bahas tentang bagaimana dulu si kakek aristoteles itu mampu berkata dan mengabsahkan pemikiran tentang bumi itu bulat? Tapi sebelum itu stop dan tutup dulu statemen kalian tentang berbagai bukti lucu dari bumi itu datar dll yang suka menggelitik isi perut ketika mendengar perdebatan bahwa bumi itu datar.. Oke untuk mempersingkat waktu dan supaya ane cepat belajar maka langsung saja.. Nah pada awalnya pemikiran bumi itu bulat itu sudah di kemukakan dahulu oleh kakek pitagoras kemudian di amini dan di teliti kembali oleh kakek aristoteles yang jenius ini. Sebelum Pitagoras, kepercayaan di Yunani kuno adalah bumi itu datar, wah pemikiran anak muda jaman sekarang sama kaya pemikiran nya orang yunani kuno ya? Dikit dikit datar dikit dikit datar hmmm Pada tahun 330 SM kakek aristoteles ini mengamini pemikiran dari kakek buyut pitagoras dan sudah melakukan penelitian dengan berbagai bukti em…

Kebetulan? =========

Kuyakin, di dunia ini pasti ada yang namanya kebetulan. Banyak yang mengalami ini, contoh saja Bono lagi kangen dengan Annisa, tiba-tiba saja si Annisa ada di tempat itu padahal si Bono nga kontak sama sekali.
Etapi, di agama disebutkan adanya takdir, jika si Annisa memang ditakdirkan datang kesitu, bukankah menjadikan peristiwa itu bukan kebetulan?
Atau si X yang notabene seorang kafir sedang menghibur dirinya di lokalisasi, ketika si X ini ena-ena, dia tiba-tiba mati. Ini masuknya takdir atau kebetulan atau azab?
Atau juga, ketika si Joko beli togel 3 nomor dengan harapan dia menang dan bisa beli motor, dan ternyata dia menang.
Ini kebetulan atau keberuntungan atau memang sudah takdirnya? Kalau takdirnya seperti itu, tega sekali Tuhan menuliskan suratan takdir berbuat hal yang dibenci Tuhan untuk mendapatkan rejeki.
Ah, aku bingung dengan konsep kebetulan ini, kenapa ketika kejadian yang biasa disebut kebetulan, kejadian yang baik disebut keberuntungan dan kejadian yang buruk d…

"PANCASILA" Keseharian Hidup Bangsa Indonesia

Bicara tentang Pancasila bicara sejarah Indonesia. Dua hal yang tak terpisahkan. Kita semua tahu Pancasila merupakan dasar dari negara kita. Lebih dari itu Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, yang berarti nilai-nilainya merupakan pegangan hidup untuk mengatur sikap dan tingkah laku. Pancasila digunakan sebagai pembentuk perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila bukan hanya slogan yang hanya untuk dihafal tanpa pengamalan. Nilai-nilai positif dan keabsyahannya wajib  dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai bangsa Indonesia. Mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah melaksanakan semua nilai yang terkandung dalam kelima sila dalam Pancasila, karena kelima-nya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Jika kita sebagai bangsa Indonesia benar-benar mampu mengamalkannya tak akan pernah ada perpecahan diantara kita. Karena nilai-nilai dalam Pancasila sangat menghargai Hak Azasi Manusia. Jadi mungkin sering tanpa kita sadari, seti…

Aku Ijasah SMA Dan Jamur Tiram

Menjadi pengusaha muda, dulu tak pernah sedikitpun terpikir olehku. Dengan bermodal ijasah SMA aku memilih cari kerja sana-sini daripada membuka usaha sendiri. Mungkin sudah ratusan lembar surat lamaran kerja yang sudah ku kirim. Tapi tak satu pun ada panggilan interview. Sekalinya ada panggilan untuk ikut tes akhirnya gugur juga. Terkadang dalam keputus asa-an ku terlintas keinginan untuk membuka sebuah usaha kecil-kecilan. Tapi rasa takut gagal dan ragu  selalu saja mengalahkan semua keinginanku untuk membuka suatu usaha. Ditambah lagi tak tahu harus mencari modal kemana. Saya yakin banyak orang-orang di luar sana yang berpikiran sama. Apalagi bagi pemuda seumuran saya, mungkin lebih banyak lagi yang ditakutkan, bukan hanya takut akan sebuah kegagalan.
Tapi juga takut nggak ada cewek yang mau sama kita karena pekerjaan kita, atau mungkin malu kalau saja saja cewek yang kita taksir mengetahui pekerjaan kita hanya sebagai pedagang kaki lima misalnya.
Tak bisa dipungkiri rasa semacam i…

Wacana Perlawanan

--------------------------------Aku si bodoh yang tergila-gila ilmu pengetahuan. Pada diriku ada kutukan, atau berkat---setiap kali wawasan yang kutanam panen, selalu saja kutuai ketidak-tahuan. Semakin dan hanya semakin bodoh diri ini kudapati, juga semakin luas ladang-ladangku.Sebagai petani ilmu pengetahuan aku harus pandai dan rajin mencabuti rumput liar. Sepandai-pandainya, aku tidak menyemprotkan pestisida subjektifitas karena itu bisa membahayakan tanaman yang kurawat penuh cinta. Ya, aku cabuti rumput penganggu itu secara manual dengan tekad ilmiah, mengumpulkannya, lalu membakarnya.Bukan berarti aku tidak menggunakan sama sekali subjektifitas dalam pertanianku. Aku tetap menggunakannya, tetapi sebagai pupuk untuk mempercepat sprout. Namun itu kulakukan hanya pada awal mula penanaman. Selanjutnya kubiarkan alam yang bekerja.Seiring berjalannya waktu ketidak-tahuan yang kupanen semakin menumpuk. Ketidak-tahuan itulah beras-beras yang kuhasilkan dengan lelah otak mencangkul di …

PETANI PAHLAWAN NEGERI

Soal agraria soal tanah adalah soal hidup dan penghidupan manusia, karena tanah adalah asal dan sumber makanan bagi manusia. Perebutan tanah berarti perebutan makanan, perebutan tiang hidup manusia. Untuk itu orang rela menumpahkan darah, mengorbankan segala yang ada demi mempertahankan hidup selanjutnya. Di atas tanah kita bertani, berladang dan berkebun. Tanah juga memberikan kita tempat tinggal. Di atas tanah lahir nilai-nilai kebudayaan masyarakat yg turun-temurun kita lestarikan. Di indonesia, tanah adalah sumber segalanya. Hari Tani Nasional (HTN) adalah momentum bersejarah tidak hanya pada kaum tani, namun oleh seluruh rakyat Indonesia. HTN diperingati setiap 24 September.
Hal ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lahirnya Undang-undang Pokok Agraria no. 5 tahun 1960 (UU PA) pada 24 September 1960. UU PA merupakan produk hukum yang menjadi capaian politik bagi perjuangan rakyat Indonesia.Dengan lahirnya UU PA menjadikan kaum tani dan rakyat Indonesia meraih kemenang…

Welcome Adek-Adek Maba Emeesshh

Mata melek jam 9 pagi, sisa mimpi tanding dengan Boy di kejuaraan MMA semalem masih belum habis. Seluruh tubuh rasanya remuk redam.
Nyari hp dibawah bantal berharap ada ucapan selamat pagi dari neng reva. Belum sampe buka lockscreen nongol tuh deretan Hari sama tanggal. Hadduuhh buukk..
Seketika teringat hari ini waktunya masuk kuliah setelah setengah abad libur puasa dan KKN. Abaikan hp, lari kekamar mandi, cuci muka, sikat gigi, ambil tas langsung ngacir ke kampus tercinta.
Tadinya kepikiran buat langsung ngapelin mak ran di kantin, tapi sesuatu hal membuat saya tercengang di parkiran. Gilee beneerr.. parkiran penuh sesak sama motor-motor gaul dedek-dedek maba. WELCOME DEDEK EMEEESHH!!!Dek maba yang menggoda, selamat datang di dunia baru kalian. Dunia perkuliahan yang maha kejam ini. Saya hanya ingin memberitahukan, dunia kuliah tak seperti yang kalian lihat di FTV-FTV itu loh, yang kerjaannya cuman kongkow sama cinta-cintaan. Apalagi sampai menjadi tempat ajang pamer gaya hitz de…

Menaikkan Harga (ROKOK) Bukan Solusi

Dan lagi isu baru tersebar luas di dunia maya, MULAI BULAN DEPAN HARGA ROKOK NAIK DUA KALI LIPAT. Jujur saja isu ini membuat saya gundah, resah, dan gelisah. Bahkan melebihi galaunya saat diputusin pacar.. hikz.. hikz..
Bagaimana tidak, rokok merupakan sahabat setia saya setiap hari bahkan setiap menit dan detik. Dalam hal ini saya pribadi merasa terdzolimi, seharusnya kita sebagai konsumen adalah orang yang pertama dilibatkan dalam penentuan wacana ini. Menurut berita yang beredar isu ini bermula dari laporan seorang peneliti Universitas Indonesia (UI) yang mengaitkan hubungan antara harga rokok dan jumlah perokok. Hasil penelitian dosen itu menyebutkan jumlah perokok akan turun jika harga rokok dinaikkan hingga angka Rp50 ribu. Sebanyak 80% responden  penelitian dimaksud setuju atas mosi tersebut. Tidak hanya itu, artikel penelitian itu menyebutkan pemerintah akan mendapat tambahan dana Rp70 triliun dari kenaikan harga rokok itu.Pada dasarnya kita hanya dibodohi oleh mereka yang dia…

Lawan Ormas Onta

Di Indonesia hanya ada 2 ormas Islam yang sesuai dengan ajaran agama yang pernah saya pelajari. Yakni NU dan Muhammadiyah. Selain itu, baik berupa partai, ormas atau apapun, semuanya tidak sesuai karena cenderung mengimpor budaya arab lalu fokus pada aksesoris. Sebut saja mereka ormas onta. Yang selalu exist dengan daster, jenggot panjang dan celana komprang.
Buat saya pribadi bukan asesoris yang dipakai yang jadi masalah, melainkan sikap dan ego impor dari arab yang hanya setengah-setengah. Sehingga yang nampak dari ormas onta, efpei salah satunya, hanya marah-marah, demo dan rusuh. Mereka jadikan satu dua ayat suci atau hadits sebagai alasan untuk rusuh dan demo. Membuat keributan atas nama Tuhan.
Jadi ingat tulisan Ahmad Wahib dalam bukunya Pergolakan Pemikiran Islam, beliau menulis :"Andaikan Nabi Muhammad datang lagi di dunia sekarang, menyaksikan bagian-bagian yang modern dan yang belum, serta melihat pikiran-pikiran manusia yang ada, saya berkepastian bahwa banyak diantara…

Kau Kau Tetap Sahabatku

Secarik kertas dengan penanya
Secangkir kopi dan sebatang rokok yang setia
Aroma hujan dan dinginnya udara malam ini
Dan aku masih saja berteman sunyiMereka yang pernah menguatkanku
Mereka yang dulu selalu menopangku
Satu persatu menjauh pergi
Tanpa lambaian dan permisiKetika candaan rumput persawahan tak lagi indah
Karena telah datang bunga yang lebih merekah
Saat nyanyian petang rel kereta tak lagi merdu
Sebab telah hadir tembang baru yang syahduSahabat..
Aku masih disini
Menikmati candaan rerumputan
Mendengar nyanyian petang rel keretaAku yakin
Akan ada rindu akan suasana disana
Karena disana ada jutaan cerita kita
Kau kau tetap sahabatku

Revolusi Pendidikan

Pendidikan itu wajib bagi setiap anak untuk menimba ilmu.
Tanpa terkecuali, disini di negeriku.
Disini, pendidikan yang layak hanya angan semu.
Karena biaya mahal, seperti mahkota sang ratu.Aku mengira bukan hanya aku seorang yang mengeluh akan hal ini.
Di berbagai penjuru negeri banyak yang merintih, karena buta ilmu.
Mereka juga ingin merasakan pendidikan yang layak, bukan hanya sekadar mimpi.
Namun apa daya mereka hanya rakyat miskin, yang awam akan hal itu.Akupun merasakannya, pendidikan kini telah disusupi para pebisnis.
Tak pikir rakyat menengah ke bawah apakah bisa menuntut ilmu.
Petinggi itu rakus, tersenyum ia sinis.
Sedangkan kami hanya ngoceh sana sini tak dihiraukan oleh beliau.Pak, bukan kami pelit.
Sedikit-sedikit protes minta alternatif kebijakan yang tak rumit.
Tetapi memang keadaan ekonomi kami terhimpit.
Buat makan sehari-hari pun kami sulit.Aku salah satu yang gagal dapatkan pendidikan layak, karena biaya mahal.
Tulisan ini memang tak seberapa bagi anda, tapi pak t…

Tentang Mantra Bahaya Laten Komunis

...
Menjawab keresahan dari fenomena terkini yaitu sentimentil latah akan isu bangkitnya komunisme, dimana mereka para aparatur negara beserta jajarannya hanya bisa menebar teror shock terapi kepada rakyat dengan berbagai strategi, berusaha membelenggu kebebasan tanpa alasan yang jelas !!Sebuah ketakutan yang tidak masuk akal, ditengah kemelekan peradaban dan era digital. Karena pada dasarnya takut terhadap hal yang sudah tidak ada sama halnya mitos belaka apalagi sekedar takut dengan atribut palu arit. Seharusnya sebagai masyarakat modern kita tidak segampang ini dibenturkan oleh isu-isu yang mempolarisasi rakyat terlebih isu tersebut utopis nan gak etis. komunisme adalah ideologi usang yang tak perlu ditakuti lagi” itu sudah amat logis untuk menjelaskan betapa tak pentingnya upaya penyebaran paranoid “kebangkitan PKI/komunisme” di Indonesia.Dengan dalih untuk menegakkan keamanan wilayah, polisi dan tentara dengan senang hati mendukung permintaan organisasi kemasyarakatan konservatif…

HOS Tjokroaminoto, Pemikiran terhadap Islam, Sosialisme dan Kemerdekaan Bangsa

Bagi kita, orang Islam, tak ada sosialisme atau rupa-rupa “isme” lain-lainnya, yang lebih baik, lebih elok dan lebih mulia, melainkan sosialisme yang berdasar Islam itulah saja” (HOS Tjokroaminoto)Tahun 1924 di Mataram, HOS Tjokroaminoto seorang pendiri dan sekaligus ketua Sarekat Islam (SI) menulis buku “Islam dan Sosialisme”. Buku tersebut ditulis oleh Tjokro, di samping karena pada waktu itu tengah terjadi pemilihan-pemilihan ideologi bangsa, juga lantaran pada waktu itu paham ideologi yang digagas para tokoh dunia sedang digandrungi oleh kalangan pelajar Indonesia, di antaranya sosialisme, Islamisme, kapitalisme dan liberalisme.Titik temu antara realitas kebhinekaan dan pesan pesan Al’Quran tentang kemanusiaan telah turut mengilhami kebangsaan dan terbentuknya bangsa Indonesia. Perlibatan diri dalam praksis perjuangan dalam kolonialisme tidaklah dipandang sebagai “perilaku sekunder” dalam menjalankan perintah dan ajaran Agama, akan tetapi sebagai tanggung jawab sebagai muslim untu…

Ketika Anti Komunisme Menjadi "Agama Negara"

"Di bawah Suharto, antikomunisme menjadi agama negara, lengkap dengan segala situs, upacara, dan tanggal-tanggalnya yang sakral."-John RoosaPada dini hari 1 Oktober 1965, tujuh kesatuan unit militer bergerak di Jakarta menuju rumah tujuh jenderal paling senior di angkatan bersenjata.Tiga dibunuh, tiga ditangkap, dan satu orang, Abdul Haris Nasution berhasil lolos, meski anak perempuannya yang berusia lima tahun, Ade Irma Suryani, tewas tertembak. Ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean juga turut ditangkap.Tiga jenderal (bersamanya juga Pierre Tendean) yang ditangkap kemudian dibawa ke markas udara di selatan Jakarta dan dibunuh. Jenazah mereka yang dimutilasi kemudian dibuang ke sumur.Kejadian inilah yang kemudian kita kenal sebagai G30S atau Sukarno menyebutnya sebagai Gestok. PKI disebut-sebut sebagai dalang "usaha kudeta" ini. Pada Januari 1966, seiring dengan maraknya aksi demonstrasi mahasiswa yang digerakkan oleh Angkatan Darat melalui Jendral Syarif Thayeb…