Skip to main content

Kanan kiri oke

Pembubaran dan penolakan acara-acara "ke-kiri-an" seringkali terjadi, maksud gue, nggak hanya hari ini. Ingatlah beberapa tahun lalu, saat acara pemutaran film "Senyap" di beberapa kampus diserang, dibubarkan paksa, bahkan diberondong batu oleh oknum-oknum yang merasa dirinya benar. Entah apa yang mereka pikirkan sehingga kalap berbuat "selembut itu". Padahal yang ditonton hanya film sarat sejarah (film yang sejatinya menawarkan sejarah. Secara fair, nggak seperti buku-buku sejarah yang dipelajari dan diimani oleh sekolah-sekolah negeri ini).

Entahlah dan sudahlah. Mungkin yang gue pikirkan nggak seperti apa yang ada di otak orang-orang "paling benar" itu . Saat gue berpikir bahwa belajar itu adalah kegiatan memahami segalanya, apapun disiplin ilmunya, bahkan apapun ideologinya, mungkin mereka nggak berpikir demikian. Dan gue berpikir, Belok Kiri Fest adalah wadah untuk belajar atau meminjam istilahnya Gus Miek, 'belajar tanpa kelas'.

Bodo amat mau haluannya apa, selama ia menangis melihat tetangganya kelaparan dan teriris melihat saudaranya tertindas, tentu hal itu lebih baik ketimbang mereka yang doyan mengobral agama atau bertameng agama untuk berbuat onar. Apapun itu, mungkin mereka "belum tau" kalau jalan itu nggak hanya lurus dan ke kanan. (Orang kata Kiai, "sirotol mustaqim" itu bukan berarti jalan yang lurus kok!)

Silahkan pilih kiri, lurus atau kanan, karena sejatinya semuanya bermuara kepada kematian!

#renunganhujan #leftismyway #learning #ideology

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…