Skip to main content

Tentang Mantra Bahaya Laten Komunis

...
Menjawab keresahan dari fenomena terkini yaitu sentimentil latah akan isu bangkitnya komunisme, dimana mereka para aparatur negara beserta jajarannya hanya bisa menebar teror shock terapi kepada rakyat dengan berbagai strategi, berusaha membelenggu kebebasan tanpa alasan yang jelas !!

Sebuah ketakutan yang tidak masuk akal, ditengah kemelekan peradaban dan era digital. Karena pada dasarnya takut terhadap hal yang sudah tidak ada sama halnya mitos belaka apalagi sekedar takut dengan atribut palu arit. Seharusnya sebagai masyarakat modern kita tidak segampang ini dibenturkan oleh isu-isu yang mempolarisasi rakyat terlebih isu tersebut utopis nan gak etis. komunisme adalah ideologi usang yang tak perlu ditakuti lagi” itu sudah amat logis untuk menjelaskan betapa tak pentingnya upaya penyebaran paranoid “kebangkitan PKI/komunisme” di Indonesia.

Dengan dalih untuk menegakkan keamanan wilayah, polisi dan tentara dengan senang hati mendukung permintaan organisasi kemasyarakatan konservatif untuk membubarkan semua diskusi dan “kumpul-kumpul” yang dicurigai menyebarkan komunisme. Mereka beranggapan, jika ada sekelompok orang yang bertemu membicarakan perjuangan nasib rakyat kecil, buruh, petani, tanah rakyat, pelanggaran kemanusiaan oleh negara pada tahun 1965–1966, artinya mereka melanggar TAP MPRS No. XXV/MPRS/1966 yang melarang Partai Komunis Indonesia dan “setiap kegiatan untuk menyebarkan atau mengembangkan faham atau ajaran komunis/marxisme-leninisme”. Masyarakat seolah disuguhkan konsumsi logika pemodal serta rezim orde baru, yang takut jika melihat orang pintar berkumpul, bergerilya, dan mengorganisir perlawanan.

Satu harapan yang selalu saya kumandangkan dan kampanyekan, cabut akar permasalahan. Yaitu singkirkan belenggu 'keapatisan! ' karena apatis adalah akar dari diamnya kita ketika ditindas..

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…