Skip to main content

Revolusi Pendidikan


Pendidikan itu wajib bagi setiap anak untuk menimba ilmu.
Tanpa terkecuali, disini di negeriku.
Disini, pendidikan yang layak hanya angan semu.
Karena biaya mahal, seperti mahkota sang ratu.

Aku mengira bukan hanya aku seorang yang mengeluh akan hal ini.
Di berbagai penjuru negeri banyak yang merintih, karena buta ilmu.
Mereka juga ingin merasakan pendidikan yang layak, bukan hanya sekadar mimpi.
Namun apa daya mereka hanya rakyat miskin, yang awam akan hal itu.

Akupun merasakannya, pendidikan kini telah disusupi para pebisnis.
Tak pikir rakyat menengah ke bawah apakah bisa menuntut ilmu.
Petinggi itu rakus, tersenyum ia sinis.
Sedangkan kami hanya ngoceh sana sini tak dihiraukan oleh beliau.

Pak, bukan kami pelit.
Sedikit-sedikit protes minta alternatif kebijakan yang tak rumit.
Tetapi memang keadaan ekonomi kami terhimpit.
Buat makan sehari-hari pun kami sulit.

Aku salah satu yang gagal dapatkan pendidikan layak, karena biaya mahal.
Tulisan ini memang tak seberapa bagi anda, tapi pak tulisan ini akan kekal.
Ini semua aspirasi kami yang ingin mendapatkan pendidikan terjangkau.
Untuk semua kawan-kawan pelosok yang masih buta huruf, dan awam akan ilmu.

Mari generasi para penerus bangsa ;

Kita berkumpul, Sepakatkan satu visi, misi dan tujuan.
Teriakkan kelayakan Pendidikan!
Lawan segala bentuk komersialisasi Pendidikan!
Mari bersatu kita teriakkan Revolusi Pendidikan!

Oleh : Fatur Al-Ghozy
16-06-16

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…

Ikat Pinggang Tali Sepatu ( Shoelace Belt )

Selamat malam berroo.. Bay nde wei seumpama sampean lihat orang atau anak muda pakai ikat pinggang tali sepatu, apa yang anda pikirkan??
Mungkin banyak orang mengira mereka itu orang nggak jelas atau sempel mingkin. Jangan salah..
Mereka yang melakukan hal ini adalah kelompok skateboarder, alasan mereka melakukannya adalah bukan karena fashion, melainkan lebih sesuatu yang fungsional dan alasan yang rasional serta fungsi fashion.
Termasuk saya juga, bukan karena ingin dibilang anak skate atau hardcore Family. Saya pribadi penggila Iwan Fals dan Slank jadi sering menghadiri konser-konser mereka di luar kota. Pengalaman saya setiap memasuki area konser selalu dilakukan pemeriksaan, tak jarang ikat pinggang pun disita sementara. Nah dari pengalaman ini saya tidak sengaja lihat foto teman-teman di facebook menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang. Saya coba browsing ternyata subkultural ini memang sudah lama ada.
Mereka menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang lebih karena fakt…