Skip to main content

Lawan Ormas Onta

Di Indonesia hanya ada 2 ormas Islam yang sesuai dengan ajaran agama yang pernah saya pelajari. Yakni NU dan Muhammadiyah. Selain itu, baik berupa partai, ormas atau apapun, semuanya tidak sesuai karena cenderung mengimpor budaya arab lalu fokus pada aksesoris. Sebut saja mereka ormas onta. Yang selalu exist dengan daster, jenggot panjang dan celana komprang.
Buat saya pribadi bukan asesoris yang dipakai yang jadi masalah, melainkan sikap dan ego impor dari arab yang hanya setengah-setengah. Sehingga yang nampak dari ormas onta, efpei salah satunya, hanya marah-marah, demo dan rusuh. Mereka jadikan satu dua ayat suci atau hadits sebagai alasan untuk rusuh dan demo. Membuat keributan atas nama Tuhan.
Jadi ingat tulisan Ahmad Wahib dalam bukunya Pergolakan Pemikiran Islam, beliau menulis :

"Andaikan Nabi Muhammad datang lagi di dunia sekarang, menyaksikan bagian-bagian yang modern dan yang belum, serta melihat pikiran-pikiran manusia yang ada, saya berkepastian bahwa banyak diantara hadist-hadist nabi yang sekarag ini umumnya dipahami secara telanjang oleh pengikutnya akan dicabut oleh nabi dan diganti dengan hadist-hadist yang baru"

Yang saya tahu agama Islam itu tidak pernah memaksa. Islam adalah agama yang tidak memberatkan umatnya. Tidak bisa sedekah karena kurang mampu? Tidak usah sedekah. Malah diberi sedekah. Perjalanan panjang melelahkan? Tidak perlu shalat tepat waktu, direkomendasikan di jama'. Bahkan Allah yang maha segalanya tidak memaksa manusia untuk menyembah atau masuk agama Islam. Kita mau ibadah ya silahkan, mau absen juga tidak merugikan Tuhan sama sekali.

Mereka (ormas onta) selalu teriak-teriak sambil bawa pentungan karena beberapa hal yang mereka anggap tidak baik. Menolak pemimpin non-muslim bermodalkan satu ayat dalam al-qur'an. Berdalih demi agama padahal salah kaprah. Mereka tak pernah sadar perbedaan situasi pada zaman nabi dengan situasi sekarang. Di zaman nabi, golongan nabi betul-betul baik dan golongan kafir betul-betul jahat. Di zaman sekarang golongan kita (muslim) antara baik dan jahat. Sedang golongan non-muslim pun sama, antara baik dan jahat. Bukankah secara material kita juga sebagian telah kafir?
Lalu kemarin, efpei menutut agar rumah makan babi panggang Karo ditutup. Alasannya? Sama seperti alasan-alasan pada aksi onta sebelumnya: “hargai kami umat muslim.” Padahal Islam tidak menuntut dihargai dalam arti yang seperti itu. Malah kita harus menghargai hak non muslim untuk beribadah ataupun makan babi. Padahal babi adalah salah satu daging favorit non muslim. Kalau sekarang efpei mau melarang hal tersebut karena alasan “minta dihargai” ini sama halnya mereka melarang orang Madura makan sate. Aromanya sama menyengatnya. Atau orang betawi dilarang makan jengkol. Babi memang haram bagi kita yang muslim, tapi buat non-muslim kan merupakan makananfavorit.

Sikap ormas onta yang semacam itu secara tidak langsung dapat merusak citra agama islam. Mungkin banyak diantara orang-orang non-muslim yang menganggap islam adalah agama yang kaku, suka memaksa karena terlalu sering melihat ormas onta teriak-teriak sambil bawa pentungan. Hal ini juga sudah memancing ribut antar umat. Beberapa non-muslim konsumen babi mungkin ada yang kalem, tapi pasti ada juga yang emosian. Bisa saya bayangkan betapa bencinya mereka kepada efpei. Jangankan mereka yang non-muslim, saya saja yang muslim sejak lahir buenci pake bangeett sama ormas onta macam mereka.
Selama ini Pemerintah hanya memilih mengawal aksi mereka agar tidak terjadi kerusuhan. Mau sampai kapan?
Daripada kita selalu diprovokasi, sebaiknya  bubarkan saja ormas onta.

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Sebait Puisi Pembuka Konser Suara Untuk Negri Cimahi Bandung

Konser Iwan Fals yang bertajuk Konser Suara Untuk Negri yang diselenggarakan di  Cimahi Bandung bersama Jamrud dan Gigi memang banyak melahirkan inspirasi dan juga semangat buat saya pribadi yang memang mengidolakan Bang Iwan sejak kelas 4 SD. Ada yang menarik di Konser kali ini, Bang Iwan membuka konser dengan sebait puisi yang entah siapa yang menciptakan, saya sendiri kurang tau, yang pasti suara khas Iwan Fals membuat suasana semakin hening.Pada alam yang indah
Pada langit yang mempesona
Kau tunjukkan wajah-Mu
Dengan begitu Kau ajarkan keindahan
Dan rasa syukurKemarin Kau luapkan air bah
Kau muntahkan perut bumi
Kau sebarkan debu
Sesungguhnya Kau tengah mengajarkan cinta
Agar ada rasa kasih walau tak saling kenal
Dan kini untuk alasan yang sama kita bersama
Bersatu atas nama cintaKalimat demi kalimat dalam puisi tersebut sangat menginspirasi, mengajarkan kita untuk tetap bersyukur disela cobaan dan kesedihan yang kita hadapi.
Mengajarkan kita untuk berpikir positif, dan yakin dibalik semua…