Skip to main content

BAGAIMANA ARISTOTELES BERKATA BUMI ITU BULAT ?

Hai boss karena tade sore ada yang chat ane via be be em nanyain konsep bumi datar. Malam ini ane mau bahas tentang bagaimana dulu si kakek aristoteles itu mampu berkata dan mengabsahkan pemikiran tentang bumi itu bulat? Tapi sebelum itu stop dan tutup dulu statemen kalian tentang berbagai bukti lucu dari bumi itu datar dll yang suka menggelitik isi perut ketika mendengar perdebatan bahwa bumi itu datar..

Oke untuk mempersingkat waktu dan supaya ane cepat belajar maka langsung saja..

Nah pada awalnya pemikiran bumi itu bulat itu sudah di kemukakan dahulu oleh kakek pitagoras kemudian di amini dan di teliti kembali oleh kakek aristoteles yang jenius ini. Sebelum Pitagoras, kepercayaan di Yunani kuno adalah bumi itu datar, wah pemikiran anak muda jaman sekarang sama kaya pemikiran nya orang yunani kuno ya? Dikit dikit datar dikit dikit datar hmmm

Pada tahun 330 SM kakek aristoteles ini mengamini pemikiran dari kakek buyut pitagoras dan sudah melakukan penelitian dengan berbagai bukti empiris yang telah di kemukakan oleh kakek jenius ini. Semenjak itu pengetahuan mengenai bulatnya bumi telah menyebar di kalangan intelektual Yunani kuno.

Hmm sebagaimana dengan ditentukan nya pemikiran bumi itu bulat dari segi alat-alat modern dan segi edukasi yang cukup mengakar bahwa bumi itu bulat namun tak sempurna. Bagaimana bumi bisa bulat tapi tak sempurna? Yah jawaban nya itu karena bumi berputar pada porosnya yang membuat bagian tengah bumi sedikit lebih menggelembung dari kutub. Pengukuran dari satelit malah menunjukkan kalau bumi sedikit berbentuk seperti buah pir...

Lalu bagaimana pitagoras mampu berkata bumi bulat? Yah pitagoras mampu berkata demikian karena pitagoras mengamati ketinggian bintang yang bervariasi di berbagai tempat di bumi. Kemudian ia juga mendapat dari bukti dari bagaimana kapal bisa hilang atau lenyap dari cakrawala ketika sudah menjauh berlayar.. Hmmm kalian sudah memperhatikan fenomena ini? Buruan ke plabuhan deh... Dan ketika kapal itu kembali dari berlayar yang terlihat dari kejauhan adalah bagian layar dari kapal tersebut lho dan selanjutnya badan dari kapal tersebut..

Lalu bagaimana pembuktian Aristoteles untuk mendukung teori dari sesepuhnya tersebut?

Aristoteles menambah bukti dari bagaimana bayangan Bumi terlihat di bulan saat gerhana matahari. Saat cahaya menyinari sebuah bola, ia menunjukkan bayangan yang sama saat cahaya menyinari bola, hal tersebut menunjukkan bayangan yang sama. Setelah mendengar dan menyaksikan pembuktian itu, para ilmuan yunani langsung melakukan penelitian dan melakukan pengukuran  bentuk bumi hmmm... Mereka juga membuat sistem kisi terdiri dari lintang dan bujur sehingga hanya diperlukan dua koordinat untuk satu lokasi di bumi ini.

Nah para filsuf yunani sendiri juga setuju dengan statemen bumi bulat ini karena ini lah bentuk yang sempurna bagi bumi ini.. Yah yang kemarin bilang bumi datar mungkin  terlalu sering liat peta monopoli yak..

Tapi jika di pikir pikir kenapa harus bulat kenapa tidak tabung ?

Jadi begini nih ceritanya pada abad ke 3 si aristoteles lagi berlibur di mesir dan menemukan kalau sinar matahari memberikan bayangan yang berbeda di dua kota berbeda pada saat yang sama. Di kota Syene ia melihat sinar matahari tegak lurus pada jam X. Tapi di kota Iskandariah  ia melihat sinar matahari tidak tegak lurus, padahal jamnya sama. Bukan hanya jam nya yang sama lho tapi tanggal nya juga sama walau pun terpisah satu tahun lamanya, setelah itu kakek jenius ini menyuruh orang untuk mengukur jarak antara kedua kota tersebut dan kemudian dengan bayangan kalau bumi itu bulat, ia mengukur sudutnya dan memperkirakan diameter dan keliling bumi dengan rumus tahu bulat eh salah peke rumus bola yang benar, ia berpikir bumi itu bulat dengan perkiraan keliling bumi adalah 40.000 km. Nilai yang nyaris tepat dan sesuai dengan ukuran bumi berdasarkan perhitungan modern, yaitu 40075.16 km untuk keliling di khatulistiwa.

Jadi ada banyak cara mudah mengetahui bumi bulat bagi orang kuno:

1. Menganggap kalau bulatnya bola adalah bentuk paling sempurna

2. Menganggap kalau bumi seperti bulan dan bulan mengalami fase-fase yang menunjukkan ia bulat

3. Pengamatan bedanya ketinggian bintang di berbagai lokasi

4. Pengamatan bedanya bayangan benda di berbagai lokasi

5. Pengamatan bayangan bumi saat gerhana matahari dan bulan

6. Pengamatan kapal yang datang dan pergi di cakrawala pelabuhan

Kalian para remaja cerdas tidak perlu menjadi astronot dahulu untuk melihat bentuk bumi itu bulat atau mengelilingi dinia seperti maggellan. Kemudian muncul pemikiran yang serupa dari peradaban india kuno yang beranggapan dan pengukuran yang sama layak nya aristoteles. Sebagai contoh, Rig Weda menulis tentang kemungkinan bumi berbentuk bulat. Teks ini kemungkinan besar dibuat pada abad ketiga SM. Sementara itu matematikawan India, Aryabhata pada 500 masehi membuat perhitungan keliling bumi sebesar 39,968 km. Jadi buat kalian stop pemikiran kalian tentang bumi datar yang minim bukti empiris yang hanya berbekal perkiraan dan menduga-duga, mulai lah tiru cara si kakek aristoteles dan lupakan statemen datar nya bumi layak nya martabak bangka yang enak kalo di makan anget anget..
================================

Sumber:

1.Aber, J. S. (2003). Alberuni calculated the Earth’s circumference at a small town of Pind Dadan Khan, District Jhelum, Punjab, Pakistan.

2.Asimov, I.   How Did We Find Out The Earth Is Round.

3.Cullen, C. "A Chinese Eratosthenes of the Flat Earth: A Study of a Fragment of Cosmology in Huai Nan tzu, Bulletin of the School of Oriental and African Studies, Vol. 39, No. 1 (1976), pp. 106-127 (107)."

4.Glick, Thomas F., Livesey, Steven John, Wallis, Faith (eds.): “Medieval Science, Technology, and Medicine: An Encyclopedia”, Routledge, New York 2005

#YouNeedTruth

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Sebait Puisi Pembuka Konser Suara Untuk Negri Cimahi Bandung

Konser Iwan Fals yang bertajuk Konser Suara Untuk Negri yang diselenggarakan di  Cimahi Bandung bersama Jamrud dan Gigi memang banyak melahirkan inspirasi dan juga semangat buat saya pribadi yang memang mengidolakan Bang Iwan sejak kelas 4 SD. Ada yang menarik di Konser kali ini, Bang Iwan membuka konser dengan sebait puisi yang entah siapa yang menciptakan, saya sendiri kurang tau, yang pasti suara khas Iwan Fals membuat suasana semakin hening.Pada alam yang indah
Pada langit yang mempesona
Kau tunjukkan wajah-Mu
Dengan begitu Kau ajarkan keindahan
Dan rasa syukurKemarin Kau luapkan air bah
Kau muntahkan perut bumi
Kau sebarkan debu
Sesungguhnya Kau tengah mengajarkan cinta
Agar ada rasa kasih walau tak saling kenal
Dan kini untuk alasan yang sama kita bersama
Bersatu atas nama cintaKalimat demi kalimat dalam puisi tersebut sangat menginspirasi, mengajarkan kita untuk tetap bersyukur disela cobaan dan kesedihan yang kita hadapi.
Mengajarkan kita untuk berpikir positif, dan yakin dibalik semua…