Skip to main content

"PANCASILA" Keseharian Hidup Bangsa Indonesia

Bicara tentang Pancasila bicara sejarah Indonesia. Dua hal yang tak terpisahkan. Kita semua tahu Pancasila merupakan dasar dari negara kita. Lebih dari itu Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, yang berarti nilai-nilainya merupakan pegangan hidup untuk mengatur sikap dan tingkah laku. Pancasila digunakan sebagai pembentuk perilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

Pancasila bukan hanya slogan yang hanya untuk dihafal tanpa pengamalan. Nilai-nilai positif dan keabsyahannya wajib  dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai bangsa Indonesia. Mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah melaksanakan semua nilai yang terkandung dalam kelima sila dalam Pancasila, karena kelima-nya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Jika kita sebagai bangsa Indonesia benar-benar mampu mengamalkannya tak akan pernah ada perpecahan diantara kita. Karena nilai-nilai dalam Pancasila sangat menghargai Hak Azasi Manusia. Jadi mungkin sering tanpa kita sadari, setiap hari kita sudah mengamalkan nilai dari butir-butir Pancasila itu sendiri.

Dalam kehidupan saya pribadi sebagai seorang mahasiswa yang tak bisa lepas dari keorganisasian dan interaksi dengan berbagai macam perbedaan sangatlah dibutuhkan penanaman nilai pancasila dalam diri, sehingga dapat membentuk sikap, pemikiran dan karakter dalam diri pribadi.  

Seperti yang kita pahami bersama, bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama dan budaya. Dalam lingkup kecil adalah sebuah organisasi atau pergaulan kita sehari-hari yang tak jarang mempertemukan kita dengan berbagai tipe mahasiswa yang berbeda agama atau berbeda pemikiran serta pandangan hidup. Dalam keadaan semacam ini kita diharuskan mampu saling menghormati keyakinan masing-masing. Tak masalah kita berbeda, karena dari perbedaan-perbedaan inilah pendewasaan diri kita akan terbentuk. Saya yakin sebagai warga negara Indonesia sikap toleransi dan saling menghormati sudah tertanam dalam diri masing-masing. Karena sejak kecil baik disadari ataupun tidak nilai-nilai pancasila yang pada dasarnya diambil dari keseharian hidup bangsa Indonesia telah ditularkan kepada kita. Ilmu-ilmu seperti kepemimpinan, komunikasi, kemampuan memecahkan masalah itulah yang bisa kita dapatkan dari suatu organisasi. Saat kita pribadi atau kesatuan organisasi kita dihadapkan dengan suatu masalah, musyawarah adalah hal yang paling tepat menjadi tonggak pemecahan suatu masalah. Dengan demikian akan tercipta suatu kerukunan dan perdamaian yang membawa keharmonisan serta kehangatan untuk kita bersama menapaki langkah demi langkah guna terciptanya Persatuan Indonesia. 

Dan setelah membebaskan pikiran untuk merangkai kata demi kata dalam tulisan ini saya baru menyadari betapa erat kehidupan kita terjalin dengan Pancasila. Dan Pancasila benar-benar tercipta dari keseharian hidup bangsa Indonesia.  Semoga adanya Festival HAM 2016 ini merupakan langkah awal yang bisa membawa Bangsa Indonesia bangkit dari bayang-bayang hitam di masa lalu dan mampu menjadi bangsa yang lebih mengutamakan Hak Azasi Manusia demi terciptanya masyarakat Pancasila.

#FestHAM2016

#FestHAM2016

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…