Skip to main content

Untukmu Cucu Pembuat Jamu

Seharian ini hujan mengguyur tanah kelahiranku, meskipun derasnya tak menentu tapi entah mengapa basahnya sampai ke hati.
Aku merasa mendung bukan hanya dilangit kota ini, lebih dekat lagi bahkan sampai menggelayut di langit-langit kamarku.
Tiba-tiba sosokmu muncul begitu saja diantara kepulan mendung itu, aku hanya diam memandang bayangmu, perlahan ku pejamkan mata berusaha mengingat semua yang telah kita lalui bersama. Aku masih ingat saat kamu memberiku sebotol jamu buatan nenekmu. Katamu agar nafsu makanku bertambah dan bertambah pula berat badanku. Kita memang tak pernah lebih dari teman biasa, aku pun tak pernah menaruh harapan lebih. Karena saat itu aku sangat menikmati indahnya pertemanan kita.

Hampir satu tahun sudah kita tak saling bertatap muka, bahkan sedikitpun aku tak mendengar kabar tentangmu. Tapi sosok indahmu tak pernah hilang dalam pikiranku. Kamu adalah salah seorang yang yang berperan penting dalam pendewasaanku selain kekasihku. Nasihatmu, perkataanku, segala macam permasalahan hidupmu memberikanku banyak pelajaran untuk terus menjadi diriku sendiri. Selama itu kita memang saling melengkapi satu sama lain.
Terima kasih telah mengizinkanku mengikuti setiap langkah perjalanan hidupmu. Kamu memang tak lebih tua dariku, tapi sikap mandiri dan kedewasaanmu membuatku terkagum.

Masih jelas dalam ingatanku ketika kamu datang dengan penuh keriangan dan bercerita tentang kedua pacarmu. Aku tak habis pikir bagaimana caramu membagi hati yang satu-satunya itu untuk dua orang yang jelas-jelas memberikan sepenuh hatinya untukmu.
Sedangkan aku berusaha menjadi pendengar setia dari semua cerita tentangmu, tentang kedua pacarmu, tentang keluargamu, tentang betapa membosankannya gaya hidup teman-teman dekatmu. Kamu bilang kamu tak suka dengan gaya kekinian mereka, yang dengan seenaknya membohongi orang tua hanya untuk mengejar predikat cewek hitz.

Ketika kamu merasa seluruh dunia menuding mempermasalahkan semua tentangmu, apa mereka peduli?? Mengapa mereka yang kamu anggap sahabat yang seharusnya mampu memberi kemesraan, semangat, dan rasa persahabatan yang jujur tak pernah memberikannya untukmu?
Bagiku pergaulan bukan sebatas gaya hidupmu harus sama seperti apa yang mereka lakukan. Jangan pernah takut tak diakui hanya karena tak sama. Karena tak sama adalah pilihan. Dan bukan merupakan suatu masalah bila kamu dijauhi.
Jadilah diri sendiri !!!

Mengenangmu.. selalu saja membuatku tersenyum sekaligus menangis dalam saat bersamaan. Iyaa.. pada akhirnya kamu pergi tanpa permisi. Meninggalkanku saat aku merasa kamu lah satu-satunya tempat yang tepat berbagi suka duka hari-hariku. Apa kabar gigi kelinci? Aku rindu jamu buatan nenekmu.

Yudh
27-10-2016

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Sebait Puisi Pembuka Konser Suara Untuk Negri Cimahi Bandung

Konser Iwan Fals yang bertajuk Konser Suara Untuk Negri yang diselenggarakan di  Cimahi Bandung bersama Jamrud dan Gigi memang banyak melahirkan inspirasi dan juga semangat buat saya pribadi yang memang mengidolakan Bang Iwan sejak kelas 4 SD. Ada yang menarik di Konser kali ini, Bang Iwan membuka konser dengan sebait puisi yang entah siapa yang menciptakan, saya sendiri kurang tau, yang pasti suara khas Iwan Fals membuat suasana semakin hening.Pada alam yang indah
Pada langit yang mempesona
Kau tunjukkan wajah-Mu
Dengan begitu Kau ajarkan keindahan
Dan rasa syukurKemarin Kau luapkan air bah
Kau muntahkan perut bumi
Kau sebarkan debu
Sesungguhnya Kau tengah mengajarkan cinta
Agar ada rasa kasih walau tak saling kenal
Dan kini untuk alasan yang sama kita bersama
Bersatu atas nama cintaKalimat demi kalimat dalam puisi tersebut sangat menginspirasi, mengajarkan kita untuk tetap bersyukur disela cobaan dan kesedihan yang kita hadapi.
Mengajarkan kita untuk berpikir positif, dan yakin dibalik semua…