Skip to main content

Pakdhe Ahok, Surat Almaidah Dan Aks Damai i (katanya)

Selamat sore bateh-bateh.. Niih cah pengangguran mau ikut  corat-coret.
Sebenarnya rada males ikut-ikutan bahas masalah Pakdhe Ahok yang dianggap melakukan penistaan agama, tapi setelah stalking sana-sini jadi gatel juga pengen corat-coret.

Pakdhe Ahok yang masih menjabat sebagai gubernur kota mertopolitan pasca patnernya naik kelas jadi presiden yang katanya dulu dipilih secara demokrasi sama mereka-mereka warga DKI yang mungkin "Sebagian" dari mereka kemarin ikutan piknik ke istana, bilang "jangan mau dibodohi PAKAI surat Al-maidah", lah.. terus itu video jadi viral banget pro-kontra yang ujungnya SARA.
Ini yang pada gagal paham sebelum pemilihan cagub dulu belum tau tafsirnya dari surat Al-maidah tentang kemimpinan sampe baru sadar setelah Pakdhe Ahok jadi guberbur dan berkicau seperti itu ya?

Pertama.. dari jauh-jauh hari kita sudah tahu kalau Pakdhe Ahok ini non muslim yang agamanya diakui di NKRI, dan selayaknya saya sebagai seorang yang lahir dari keluarga muslim memang tidak pernah diajarkan untuk menpercayai kekudusan kitab selain kitab yang diwahyukan oleh Allah (ya katakan disini 'misalnya' kitabnya yang pakdhe Ahok percayai, wallahu allam).
Mungkin secara naluriah dan keyakinan iman diucapkan atau tidak tanpa mengurangi rasa saling menghargai antar beragama dan Bhineka Tunggal Ika, saya rasa sepakat bahwa tiap-tiap penganut beragama hanya akan meyakini kitabnya masing-masing sebagai pedoman, dan memang seharusnya begitu bukan?
Seorang muslim, apakah harus meyakini alkitabnya seorang kristian? begitupun sebaliknya.

Dalam video yang asli Pakdhe Ahok mengatakan :
"Jangan mau dibohongi pakai surat Al-maidah 51"
Dalam kalimat ini menurut saya surat Al-maidah adalah media atau alat untuk membohongi. Perhatikan !!! Sebagai media atau alat.  Pakdhe Ahok sebelum sampai pada kalimat "dibohongin pake surat almaidah 51", dia mengatakan "jangan percaya sama orang". Berarti jelas yang dia maksud berbohong adalah ORANG-nya bukan ayatnya. "Orang" adalah subjeknya dan "Almaidah 51" adalah objek yang dibawanya. Yang dia maksud berbohong adalah subjeknya bukan objek yang dibawanya. Dan objek yang dimanfaatkan untuk berbohong tertera pada kalimat selanjutnya "Pake surat almaidah 51".

Tetapi dalam video yang diupload Buni Yani telah dihilangkan kata "pakai" kurang lebihnya:
"Jangan mau dibohongi surat almaidah"
Naah kalau dari kalimat ini bisa berarti Surat Al-maidah yang telah membohongi.
Padahal kenyataannya surat Al-maidah dan surat manapun dalam Al-Qur'an tidak mungkin berbohong, karena sejatinya ta'wil Al-Qur'an itu hanya Allah yang Maha mengetahui. Jadi bethati-hatilah jangan sampai gagal paham.

Kedua... Kalau sudah pada paham tafsir surat Al-maidah tentang kepemimpinan, kenapa dulu pada milih Pakdhe Ahok? Kenapa sekarang baru heboh after Pakdhe Ahok berkicau, yang ternyata dia yang non muslim saja minimal tahu Al-maidah ini surat tentang apa, kaya gitu ko dibilang menistakan? bukannya justru itu indikasi bahwa mungkin Pakdhe Ahok pernah, sering atau bahkan hobi membaca, menafsirkan maupun mendengarkan Al-Qur'an, sehingga Pakdhe Ahok bisa menjadi reminder sedemekian rupa yang mengingatkan kita segenap umat muslim tentang surat Al-maidah dan surat-surat lainnya yang alhamdulillah akhir-akhir ini menjadi lebih famous dari sebelumya (menurut saya).

Jadi sebenernya yang menistakan itu siapa? Pakdhe Ahok yang non muslim tapi minimal tahu surat Al-maidah karena mungkin dia sempat nyari tahu, atau siapa?
Ini maaf banget saya bukan Ahokmania atau pun Rizieq holic, saya cuma belajar menganalisa suatu masalah yang sadar diri banget kalau masih kelas teri jengki, jadi tanpa sedikitpun mengurangi rasa cinta saya terhadap Al-Qur'an, alim ulama, para tahfidz Qur'an, dan SIAPAPUN, DIMANAPUN yang membela wahyu Allah saya mendukung dan berterimakasih dengan setiap upaya dan niat lurus kalian tanpa diembel -embeli urusan 'kursi dan perut' dengan label jihad.
Tapi tolong.... Stopp SARA, Stop berpikir skeptis, Stop labelin orang dengan kafir, bukan kewenangan kita rasanya menkafir-kafirkan atau mensuci-sucikan orang lain.
Saya muslim, dia kristen, mereka hindu, kita beda dan tidak harus rusuh!
Dan teruntuk Pakdhe Ahok just speak more quietly karena masing-masing telinga orang itu kadang transfer data ke otaknya beda-beda, kalau sudah kayak gini kan refott!""
eh..enggak repot sih karena sebenernyapun prosedur hukum kan lagi di jalanin ya?
tinggal di proses aja sii endingnya bagaimana.

Kebenaran bukanlah suatu milik pribadi, jikalau saya benar kamu pun benar tetapi kita berbeda sudut pandang, sama hal nya agama, tidak mungkin sedunia bisa melebur hanya menjadi satu agama, karna keyakinan dan kebenaran setiap individu itu berbeda, tapi tetap lah pakai akal dan nalar dalam melihat kebenaran/kebaikan, kita lihat apa sih akibat demo 4nov kemarin selain tuntutan-tuntutan yang dilayangkan dan proses hukum yang sudah dijalankan?? yaitu 3 mini market dan 1 toko bunga rusak itu sebatas yang saya tau dari berita-berita dunia maya, tapi mungkin lebih banyak hal yang merugikan lainnya,
Nahh.. Apakah itu semua merupakan suatu kebaikan ?? Tidak ada pengikut yang salah, melainkan kesalahan pemimpinnya, siapa yang memimpin demo 4nov kemarin? katanya kan aksi damai to ?
Udah segitu aja, terimakasih wassalam...

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…

Ikat Pinggang Tali Sepatu ( Shoelace Belt )

Selamat malam berroo.. Bay nde wei seumpama sampean lihat orang atau anak muda pakai ikat pinggang tali sepatu, apa yang anda pikirkan??
Mungkin banyak orang mengira mereka itu orang nggak jelas atau sempel mingkin. Jangan salah..
Mereka yang melakukan hal ini adalah kelompok skateboarder, alasan mereka melakukannya adalah bukan karena fashion, melainkan lebih sesuatu yang fungsional dan alasan yang rasional serta fungsi fashion.
Termasuk saya juga, bukan karena ingin dibilang anak skate atau hardcore Family. Saya pribadi penggila Iwan Fals dan Slank jadi sering menghadiri konser-konser mereka di luar kota. Pengalaman saya setiap memasuki area konser selalu dilakukan pemeriksaan, tak jarang ikat pinggang pun disita sementara. Nah dari pengalaman ini saya tidak sengaja lihat foto teman-teman di facebook menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang. Saya coba browsing ternyata subkultural ini memang sudah lama ada.
Mereka menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang lebih karena fakt…