Skip to main content

Rush Money Kii Opo Tooo??

Waah sudah tanggal dua lima ya.. Seperti biasa saya bangun pagi-pagi dan tidak lupa membuka satu persatu akun media sosial saya. Baru sadar kalau hari ini adalah tanggal 25 Nopember setelah melihat beberapa status beberapa sahabat dengan taggar #selamathariguru. Tapi ada hal lain yang melintas dipikiran saya seketika tahu hari ini adalah tanggal 25/11. Waduuhh.. waduuhh.. seketika langsung teringat isu #rushmoney. Mereka yang katanya anti uang riba akan menarik uang secara serentak dari bank pada hari ini. Walaah..walaahh.. jadi tidak sabar pengen lihat bagaimana hasilnya nanti.

Menurut penggagas ide rush money gerakan ini mampu melumpuhkan perbankan skala nasional.
Katanya dalam bisnis perbankan 90% uang yang masuk dari nasabah tidak disimpan di dalam brankas atau ATM, tetapi diputar dan dikembangkan. Salah satunya dengan cara dipinjamkan. Jadi dana cash yang ada di bank dan ATM cuma 10% saja. Kalau semua nasabah mengambil 10% saja dari tabungannya secara bersamaan, praktis bank akan kehabisan dana tunainya. Ancur, sudah. Bank pasti kolaps dan ketidakpercayaan atas keselamatan uangnya di bank akan merembet ke nasabah bank lainnya pula. Dan selanjutnya apa yang akan terjadi?? Sudah pasti krisis moneter seperti pada era 98 yang berhasil melengserkan Presiden Suharto. Mungkin gerakan 2511 ini juga ada agenda yang sama yaitu melengserkan Presiden Jokowi.Mungkin pula mereka berpikiran Kalau peristiwa seperti ini telah berhasil melengserkan Suharto, pasti juga bisa dipakai untuk melengserkan Jokowi. Bedanya, kali ini krismonnya diciptakan dengan sengaja oleh rakyat sendiri.

Menurut beberapa ahli gerakan ini tidak akan mampu menciptakan krisis moneter. Tapi kalaupun seandainya andaikata kalau saja benar-benar terjadi krisis moneter setelah adanya gerakan rush money ini yang pertama kali merasakan dampaknya adalah kita-kita para rakyat kecil ini, bukan orang-orang di Pemerintahan, bukan pula Pakdhe Jokowi. Kita-kita yang akan merasakan melonjaknya harga bahan pokok, banyak usaha yang gulung tikar alias bangkrut, kalau sudah gulung tikar pasti terjadi PHK berjamaah. Rakyat kecil lagi kan yang susah. Terus bagaimana dengan tokoh-tokoh provokator penggagas gerakan ini? Waahh, mereka yaa tetep bisa hidup senang, ketawa ketiwi diatas jerit kelaparan kita. Lihat saja, mereka adalah kalangan kelas atas. Walaupun rupiah mencapai 50ribu per dolar mereka masih bisa berpesta dan tertawa.

Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi? Tapi apapun yang terjadi menurut saya ini merupakan gerakan bodoh, Dan yang lebih bodoh lagi adalah mereka yang mau saja menurut dan percaya begitu saja pada slogan "anti riba" yang digunakan untuk propaganda. Di sisi lain negara wajib berhati-hati dengan isu Rush money yang sensitif ini, sekali lagi hati-hati dan yang terpenting negara mampu menjaga keamanan dan kedamaian serta stabilitas pilitik nasional agar tidak gaduh, apa lagi perang politik kotor yang tidak memikirkan dampak luasnya terhadap rakyat indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…