Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Dangdut dan Sastra Pembebasan

Siang menjelang, lelah sudah rasanya berkeliling kota pahlawan. Pada sebuah warung kopi, hanya bilik sempit dari seng dan kayu ku lepas kepanatan dan dahaga bersama secangkir kopi pahit. Di sekelilingku tampak tukang becak sedang meregangkan badan, beberapa kuli bangunan sedang bersantai setelah berjibaku bersama pasir dan semen, terlihat pula seorang yang rapi berdasi dengan segelas kopi susu di depannya.Radio di sampingku memutar lagu "Perjuangan dan Doa" dari Rhoma Irama, lalu berganti menjadi "Gubuk Bambu" nya Meggie Z."Siang malam aku membanting tulang demi hidup di masa depan.
Dalam gubuk bambu, tempat tinggalku, kurenungi nasibku.
Suatu saat nanti nasib berubah.
Kuhapus derita dan air mata, kunyanyikan selalu lagu ceria."-------- Sastra Realisme Sosial --------Tahun '50 - '60 an, dunia sastra dihebohkan oleh sastra realisme sosial nya LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Gaya sastra ini merupakan bentuk protes dan pemberontakan terhadap keti…

Sebuah Kegoblogan: Refleksi Calon Wisudawan

Mungkin tidak ada satupun di dunia ini yang memacu adrenalin selain mempertaruhkan hidup. Lepaskan dulu sementara pengetahuan agama samawimu, hingga kepercayaan kepada pagan. Sebab membaca tulisan ini harus benar-benar menjadi seorang yang agnostik. Jangan kritisi tulisan ini dengan kepercayaan, karena pintu rezeki tidak berbanding lurus dengan status pekerjaan. Wisuda merupakan kegiatan yang tidak wajib dilaksanakan bagi sebagian orang, kegiatan ini hampir mirip-mirip mahasiswa baru dihadapkan dengan ospek. Euforianya mirip, melepas status dari mahasiswa ke pengangguran begitupula sebaliknya ospek dari siswa menjadi lebih keren yaitu mahasiswa. Sama-sama dihadapkan kepada kekejaman realitas, padatnya kegiatan akademik dan non-akademik, di satu sisi melepaskan semuanya. Poin pentingnya tidak semua mahasiswa dapat ikut serta dalam ajang wisuda, dan tidak semua pemuda dapat merasakan ospek di perkuliahan. Lebih pentingnya lagi dalam pandangan absurditas, baik wisuda atau tidak manusia h…

Bagaimana Menghadapi Kaum Pseudo Science?

Di abad 21 ini dunia sains digemparkan oleh munculnya kaum bumi datar (flat earts), mereka bahkan punya study tersendiri dibawah payung flat-earts-society. Tahun berganti tahun jumlah mereka semakin bertambah ratusan publikasi, ribuan buku dari kaum flat-earts pun dibaca kalau tidak jutaan pengikutnya pastilah ratusan ribu orang. Hal ini mirip teori konspirasi dan cocoklogi sebelumnya, yaitu : 1) Borobudur peninggalan Sulaeman, 2) Majapahit kerajaan islam, 3) Konspirasi wahyudi (baca : yahudi), 4) Anti kristus/Dajjal dsb.Awalnya teori konspirasi borobudur enggan ditanggapi oleh ilmuan sejarah, sebab merujuk pada bukti tes karbon saja, para arkeologis tidaklah sulit untuk menyimpulkan bahwa teori borobudur tinggalan King Sulaeman tak lebih hanya pseudo science semata, karna sifatnya yang pseudo science maka menjadi tidak penting untuk ditanggapi/diluruskan. Sebab karya ilmiah tak bisa dibandingkan dengan karya fiksi, tidak apple-to apple, tidak carry to carry.Demikian pula penilaian da…

Setelah Menjadi Sarjana Ekonomi

Bulan depan aku wisuda. Ini benar. Setelah empat tahun aku kuliah... ah, benarkah hanya empat tahun? Tidak, tidak hanya empat tahun. Tepatnya setelah dua puluh lima tahun, ditambah sembilan bulan waktuku dalam rahim ibu.Ibuukk. Setelah selama ini kau kunyah pahit agar boleh memberikan segala yang nikmat kepadaku. Kau tukar mimpimu untuk upah yang tak seberapa bila dibandingkan dengan nilai mimpimu. Semua itu agar aku bersekolah dan bukan hanya itu. Kau juga mendaftarkanku komputer, les-les lainnya; kau turuti semua kebutuhan, mainan-mainanku, buku-buku itu --semua hal itu. Kau boleh lakukan itu semua dengan menahan keinginanmu makan enak saat jam istirahat bekerja, sehingga kau bawa bekal dari rumah. Kau boleh lakukan itu, ibu, dengan tidak mempedulikan bagaimana ibu-ibu tetangga asik bersantai di rumah meski aku yakin kau sangat menginginkan ketenangan yang demikian.Ibu. Dua puluh lima tahun umurku sekarang. Dua puluh lima tahun kau dan suamimu memberikan segala sesuatunya kepadaku. …

Sajak Bagi Wanita Perkasa, Terkhusus Untuk Bunda

Ini untuk mereka yang terlihat lemah gemulai, bagai singa betina sedang berjalan lunglai di sela hutan hujan tropis kering dihantam kemarau yang tak kunjung usai. Kalian yang duduk manis di rumah mematuhi perintah suami yang pergi berjuang ke medan perang mencari lembar-lembar uang demi mengisi semua perut orang yang menanti dirinya pulang.Kalian para wanita yang tak pernah lelah dengan segala urusan pekerjaan rumah, memasak, mencuci, dan menjaga si buah hati itu bukanlah hal yang patut diremehkan. Di kala suami pulang kalian beri sambutan hangat tanpa mengeluh pada peluh yang juga ikut kalian curahkan dan malah membasuh luka para pria yang kelelahan di terjang badai atau mungkin sebab berkelahi dengan terik mentari. Mendengarkan cerita keluh kesah para priamu jadi pelengkap hari ini penamban bobot beban di hati.Kesabaran dan doa yang kalian panjatkan menjadi tameng-tameng pelindung seumpama baju baja dan perisai besi buat para suami untuk menantang pagi. Padahal kadang dengan sadar m…

Komersialisasi Pendidikan: Indonesia Lupa dengan Cita-cita didirikanya

Mendekati momen 1 mei sebagai hari buruh Internasional (mayday) dan diikuti tanggal 2 mei sebagai hari Pendidikan Nasional, Keadaan Republik Indonesia memprihatinkan. Keadilan dan Pendidikan hanya milik orang kaya. kebijakan pemerintah semakin jauh dari cita cita bangsa Indonesia yaitu “Mencerdaskan Kehidupan bangsa” dan “menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.Pendidikan jelas adalah tulang punggung maju dan berkembangnya sebuah bangsa. Hanya dengan pendidikan yang baik, bangsa Indonesia dapat mencapai kemakmuran. Namun jika melihat keadaan sekarang, Pendidikan masih sangat terbatas. Masih sangat banyak rakyat Indonesia yang kurang mampu dan tidak bisa bersekolah hingga kuliah, apalagi di daerah. Pendidikan masih hanyalah milik orang kaya yang berkecukupan. Biaya kuliah yang terus melonjak memupuskan harapan rakyat kecil untuk mengakses pendidikan tinggi. Komersialisasi pendidikan menjadi penghambat dan musuh bersama Mahasiswa dan rakyat Indonesia. Keadaan seperti …

Boromania, Lumpia PERSIBO Dan Sebuah Tradisi ''Kampungan'' yang Harus Dihilangkan

Hari ini merupakan hari yang bersejarah buat para penggemar bola di Kota tercinta Bojonegoro. Setelah beberapa tahun vakum kini PERSIBO bangkit kembali. Meskipun harus memulai dari kasta terendah Liga Indonesia namun semangat official club maupun para penggemarnya tak menciut, kebangkitan PERSIBO bagaikan oase di tengah pada pasir bagi BOROMANIA.
Pada uji coba pertama hari ini terlihat sekali antusias para Boromania dari segala penjuru kota tercinta. Layaknya perayaan hari raya setelah berpuasa selama beberapa tahun.
Ada banyak hal menarik yang saya perhatikan pada pertandingan persahabatan antara PERSIBO VS PERSEMA hari ini. Jujur saja saya tidak begitu memperhatikan jalannya pertandingan hari ini, perhatian saya terfokus pada ribuan Boromania diatas tribun. Rasanya ada rindu mendalam yang terobati ketika menyaksikan itu semua. Rindu akan atmosfer stadion yang penuh riuh kawan-kawan Boromania, loncat-loncat bareng, menyanyikan yel-yel bareng, tapi ada satu hal lain yang lebih saya …

Apakah akhirat itu ada?

Bagi kaum spiritual tentu mengimani keberadaan akhirat sebaliknya bagi kaum non-spiritual mereka mengimani ketidakberadaan akhirat.
Kaum seperitual kecenderungannya dogmatis, mengimani perkara yang belum terbukti diranah sains.
Kaum non-sepiritual kecenderungannya empiris, mengimani perkara yang hanya setelah terbukti diranah sains.Tenyata keduanya sama-sama punya kecenderungan metode berfikir yang berat sebelah yang satu dogmatis yang satu empiris. Padahal belum tentu bahwa kaum spiritual selalu dogmatis, banyak juga kaum spiritual yang rasional dengan tetap berpijak kepada sains. Adalah hak setiap orang untuk mengimani laku kehidupannya baik yang menempuh jalan spiritual maupun non-spiritual.Beberapa waktu lampau saya bertemu dengan teman lama. Dia terlahir pada sebuah keluarga yang bisa dikatakan khusyu'. Seorang aktivis muda, dia juga merupakan salah seorang cendekiawan kaum Intelektual muda NU, saat ini dia sedang menempuh study di Turki.
Karena lama tak jumpa kami ngobrol b…

Ketika Majapahit Dikritik, Lahirnya Reog Ponorogo Dan Sekilas Tentang Demokrasi

Jauh sebelum pemberontakan Coup de etat Demak Bintara kepada Majapahit yg tahun kejadiannya ditulis oleh pujangga sejarawan jawa dengan sandhi saka = Sirna ilang Kerthaning Bhumi (1478M)Jauh-jauh hari pihak pemerintah Majapahit telah dikritik untuk diingatkan akan bahaya dan ancaman orang-orang pendatang (orang islam) masyarakat pada zaman Feodalisme (revisi : zaman peralihan dari perbudakan ke Feodalisme yaitu disebut zaman setengah perbudakan menuju feodalisme) maksutnya zaman kerajaan Majapahit di zaman peralihan tersebut dahulu pernah mengkritik Raja.Dalam hal ini yg dikritik adalah Raja Majapahit Raden Kertabhumi atau Bhre Wijaya ke V yang dikemudian hari digulingkan oleh anaknya sendiri (Raden Patah adalah Anak kandung Prabu Brawijaya) Pemberontakan Demak Bintara didalangi sepenuhnya oleh para Wali Songo (kubu Sunan Bonang Cs) pada waktu itu Wali Songo terpecah dua kubu, kubu Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Kudus kemudian dikenal dengan islam putihan dan kubu Kanjeng Syech Siti …

Reforma Agraria Sejati Sekarang Juga !!!

Reforma AgrariaDesa yg berada di dalam dan sekitar hutan ada sekitar 30.000 (tiga puluh ribu desa) tersebar di seluruh Indonesia. 90% masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. mari coba kita hitung 30.000 desa itu ada berapa penduduk?kita ambil rata-rata untuk satu desa saja semisal dihuni oleh 1000kk (kepala leluarga) dan di setiap kk dihuni 4 anggota keluarga (ayah, ibu, dua anak) =30.000 (desa) X 1000 (kk) X 4 (anggota keluarga) =
30.000 (desa) X 1000 (kk) = 30.000.000 (tiga puluh juta kk)
30.000.000 (kk) X 4 (jiwa) = 120.000.000 (seratus dua puluh juta jiwa)ada 120 juta jiwa yg tinggal di dalam dan sekitar hutan di seluruh Indonesia 90%nya berada di bawah garis kemiskinan
90% dari 120 Juta Jiwa =
90/100 x 120.000.000 = 108.000.000 Jiwa.ada 108 juta jiwa yg sedang menjerit, menderita dan menanti Reforma Agraria Sejati. kenapa RA menjadi penting?
musebab 90% penduduk sekitar hutan berada di bawah garis kemiskinan adalah karena mereka yg 108 Juta itu tak memiliki tanah atau ka…

SARCASM: SAYA PRO SEMEN! TAPI MASIH MAU MAKAN NASI! #indonesiadaruratsemen

Writer :
-Mr.SnowdenDi media massa utamanya di timeline akun line saya, akhir akhir ini ramai diperbincangkan mengenai "Kendeng", "Semen", dan segala tetek bengeknya. Yayaya, seperti yang kita ketahui bersama, masalah konflik Sumber Daya Alam yang sedang terjadi di sekitaran Kendeng, Jawa Tengah menjadi semakin pelik. Masalah yang sejatinya telah terjadi sejak sekitar tahun 2013 an, namun baru terekspose atau terpublikasi ke masyarakat luas pada tahun 2016 ini sebenarnya merupakan satu dari sekian banyak contoh "kolot" nya pemerintahan Indonesia dan juga "tolol" nya masyarakat Indonesia.Okay, berbicara mengenai konflik Sumber Daya Alam di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah saya akan memaparkan terlebih dahulu tentang duduk permasalahan dan awal munculnya permasalahan konflik Sumber Daya Alam ini. Nah sebenarnya bagaimana sih Pegunungan Kendenf bila ditinjau dari kondisi geografis dan geologisnya? Kenapa sebegitu pentingnya mereka baik masyarakat ba…

Dari Rezim Orde Baru Hingga Rezim Sekarang Ini

Tanggal 11 maret identik dengan Supersemar 1966. Banyak yg mulai membuka diri, mulai membaca tentang fakta-fakta sejarah kemudian mengecam, memblejeti rezim Diktaktor Militer Fasis Jendral kanan : Suharto dalam bahasa John Rossa dalam bukunya " Gerakan 30 September dan Dalih Pembunuhan Massal" disebutkan supersemar adalah taktik kudeta merangkak meskipun John Rossa dalam bukunya hanya membicarakan Seputar Peristiwa G30S, baik pra ataupun pasca peristiwa, tanpa lebih jauh membicarakan seputar pembantaian. karena menurut John Rossa peristiwa pembantaian lebih ruwet lagi jauh lebih rumit. Tapi buku John Rossa benar-benar menyuguhkan scara komprehensif soal berkaitan dengan G30S.Dari berbagai sumber lain
Peristiwa pembunuhan masal pasca 1965, pembantaian Intensif di tahun 1965-1968 walaupun hingga 1980-an Pembantaian dan pengejaran masih tetap berlangsung, adalah pembantaian paling biadab terbesar di abad 20.
Komandan RPKAD Sarwo Edie berpendapat telah membunuh 3 Juta Komunis,…

International Woman’s Day: Jadilah Perempuan Modern Yang Berani Berpikir Kritis

Memperingati International Woman’s Day yang jatuh pada tanggal 8 Maret tiap tahunnya, kita kembali pada kenyataan hari ini di Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya, tentang perempuan – perempuan yang masih menutup diri pada dunia dan sekitarnya.Awalnya, gagasan tentang perayaan ini kali pertama dikemukakan saat memasuki abad ke-20 di tengah maraknya industrialisasi dan ekspansi ekonomi di dunia yang menyebabkan timbulnya protes – protes mengenai kondisi kerja. Kaum perempuan dari pabrik pakaian dan tekstil dari mengadakan protes pada 8 maret 1857 di New York City. Mereka memprotes hak – hak mereka yang tidak sebanding dengan kewajiban yang sudah dikerjakan. Dua tahun kemudian, pada bulan yang sama mereka membentuk serikat buruh mereka. Pada 1908 di New York, para perempuan melakukan aksi damai secara luas dan perdebatan kritis di kalangan perempuan. Penindasan dan ketimpangan terhadap perempuan menjadi lebih vocal dan aktif dalam kampanya menuntut perubahan. Kemudian pad…

Benarkah Kita Punya Kehendak Bebas?

Manusia lebih tinggi derajatnya dari malaikat karena kita memiliki kehendak bebas. Bukankah akan lebih hebat saat suatu keberadaan dapat memilih beriman atau tidak beriman tapi dia memilih beriman walau dengan rintangan yang ada? Walau dengan keberadaan agama lain yang senantiasa menyinggung keimanan. Manusia tetaplah bebas untuk memilih beriman ataupun tidak beriman.Tapi benarkah bebas? Suatu keadaan dimana kamu selalu bisa memilih untuk beriman dengan tidak beriman?Kemungkinan besar yang membaca ini adalah orang Indonesia sehingga kemungkinan besar kamu lahir di keluarga muslim dengan ayah dan ibu yang sesama muslim. Sehingga kemungkinan besar pula sejak kecil kamu diajari tentang agama. Bahwa Tuhan maha kuasa telah menciptakanmu dengan tujuan semata untuk kamu beribadah kepada-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tentang shalat fardhu, tentang shalat sunnah, tentang kedudukan suami dengan istri, tentang sifat-sifat Wajib, mustahil, dan jaiz dari Allah. Tentang Qadha dan Qadr, tent…

Keterasingan: Cara untuk Berkarya

Ada sebuah lagu yang mengingatkan kita pada suatu kebosanan hidup yang itu-itu saja. Keteraturan yang dipahami sebagai jalur kenyamanan pada akhirnya runtuh karena kebosanan tersebut. Lagu tersebut adalah lagu 'Statis' karya band Plastik. ada beberapa kalimat yang menarik kita perhatikan, seperti 4 baris pertama lagu tersebut, yaitu:"Terbangun di pagi ini, jalani hari seperti kemarin
Tak pernah ada yang menyenangkan
Lewati hari percuma, lewati seribu tanda tanya
Seakan hanya berhenti disini"Dari kalimat tersebut kita menemukan suatu makna bahwa kehidupan yang statis seperti yang dijalani banyak orang sangat tidak bermakna. Mengapa demikian? Hal tersebut terjadi karena bagi saya, pemaknaan suatu hidup itu muncul ketika kita keluar dari batas kenyamanan kita dan mulai bertanya-tanya, 'untuk apa ada kehidupan?'. Yaps, pemaknaan hidup muncul dari adanya keraguan dan pertanyaan kita soal apa yang kita lakukan di dunia. Permasalahannya, banyak orang yang tidak mau ata…

Peta Gerakan, PIL kada dan Laju Sejarah

Post ini bicara dalam makna sempit soal peta gerakan dan laju sejarah juga hanya refleksi singkat soal PIL kada dan tak lebih dari sekedar opini pribadi.
karna refleksi dan opini, kesimpulan seperti apa? saya serahkan ke masing yg baca (kalau dibaca).
meskipun opini saya akan berusaha mencoba untuk tidak subyektif alias untuk tetap obyektif meskipun kadar obyektifnya tidak dilevel sesuai tulisan ilmiah.Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu tau betul peta gerakan.
pemerintah tau mana yg 'mengancam' keamanan nasional mana yg hanya gertak sambal dengan jargon-jargon dan semboyan yg nampaknya saja 'revolusioner' tapi sejatinya jika dipandang dari garis politik kemudian diturunkan ke strategi dan taktik justru tak ada pengaruh yg kalau boleh dikatakan signifikan. signifikan untuk apa? signifikan untuk meruntuhkan 'kediktaktoran' kelas dari rezim yg sedang berkuasa.karna dalam makna sempit maka dalam post ini saya tidak akan mencantumkan sumber referens…

Pemilu : Ajang Bersatu atau Beradu?

Saya yakin, kawan-kawan disini masih ingat ketika bangsa ini terpecah menjadi 2 golongan di tahun 2014 lalu, tepatnya di perhelatan Pemilu Presiden. Perpecahan itupun masih terasa bahkan hingga lebih dari setahun diselenggarakannya pemilu tersebut yang bisa kita "saksikan" di media massa.Hari ini, kembali kita rasakan pemilihan umum daerah serentak di 101 daerah di Indonesia. Salah satunya di DKI Jakarta. Banyak yang merasa Pemilukada di DKI Ini seperti Pemilu Presiden. Disamping itu, 3 tokoh politik yang sangat kuat, sedang berdiri tegak dibalik 3 calon gubernur DKI Jakarta ini. 2 diantaranya mungkin akan kembali terjun dalam pilpres 2019 mendatang. Kegaduhan politik yang terjadi saat ini, dirasakan oleh seluruh masyarakat, khususnya di pulau jawa. Dan ini cenderung memecah masyarakat (kembali) menjadi 3 golongan. Pada hakikatnya, tujuan dari diselenggarakannya pemilu adalah untuk menilai, memahami, dan memilih satu dari beberapa calon pemimpin yang dinilai layak untuk memi…

Konflik Agraria Dan Pentingnya Organisasi Tani

=================================Oleh : Ahmad Mahmud*
______________________________________________
* Penulis pengurus AGRA (Aliansi Gerakan Reforma Agraria) Cabang Wonosobo
Kaum tani hari ini terjerat matarantai sistem setengah feodal (Monopoli tanah) yang mengepung kaum tani dari berbagai sisi, jeratan dominasi monopoli tanah menempati posisi kunci dari turunan ratusan rantai-rantai yang membelenggu.Jeratan itu bermuara di seluruh pelosok desa, menusuk ditiap dada kaum tani terutama sekali petani sedang bawah, petani miskin dan buruh tani. Jeratan jahanam warisan pertengahan abad lalu ini dipelihara dan dilanggengkan oleh negara, tiap pasal undang-undang semuanya mengabdi kepada tuan tanah. pengadilan, jaksa, militer dan penjara semuanya milik tuan tanah.lihat saja kejadian yang belakangan ini terjadi konfilk Agraria masif terjadi dimana-mana,
di lampung misalnya :
"Sugiyanto, seorang pendeta di Tulang Bawang, Lampung, ditangkap oleh belasan polisi dari Polres Tulang Bawang,…

[Salahkah Merayakan Hari Valentine?]

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Postingan anti-Valentine bertebaran di dunia maya. Di dunia maya Indonesia, hari Valentine sering diartikan (terutama oleh mayoritas muslim) sebagai hari maksiat dan bukan hari kasih sayang. Adapula yang menyatakannya sebagai perayaan kafir makanya dilarang bahkan cerita (yang jelas-jelas dikarang) mengenai seorang pemuka agama Nasrani bernama J.Valentine yang berzina.Jadi, bagaimana sih sejarah sebenarnya tentang hari Valentine? Asal usul hari Valentine yang paling diterima saat ini adalah mengenai seorang pastur bernama Valentinus, ia dipenjara dan dihukum mati oleh Kaisar Claudius II karena menikahkan pasangan kristen secara diam-diam. Ada yang bilang saat itu kekristenan belum diterima, ada juga yang bilang Sang Kaisar merasa bahwa pria yang belum menikah dapat menjadi tentara yang lebih baik. Sejarah secara cukup lengkap bisa dibaca disiniJadi, apakah hari Valentine memang hari maksiat dan hari raya kafir? (cerita mengenai J.Valentine sudah pa…