Skip to main content

MERDEKA ITU PERLUKAH ?

Kalau suatu Negara belum mempunyai kekuasaan penuh dan kepercayaan penuh dari pihak rakyat, maka pemerintahan itu akan mudah saja di obrak – abrik dari luar ataupun dari dalam. Karena tak ada perindustrian bumi putra yang kuat buat tempat bersandarnya kaum intelegensia kita, maka mereka ini bimbang terus menerus diantara rakyat murba yang bersifat radikal dan berkuasa disini. Kepulauan jepang amat miskin dalam hal semua bahan yang penting buat industri modern. Tanah logamnya besi di ambil di malaka dan di angkut ke malaka dan diangkut ke jepang. Di sana tanah logam di lebur menjadi besi dan di tempa menjadi baja. Seterusnya di bikin menjadi mesin minyak tanah di beli dari luar negeri pula. Arang, timah , getah, makanan, dan lain-lainnya di datangkan dari dan mesti dibeli dari luar negeri. Buat pembeli jepang mesti menjual barang ialah hasil pabrik tetapi kalau sebentar saja terganggu pesawatnya atau transaksi  jual beli itu maka terganggulah pula seluruh perekonomian jepang.

Kemerdekaan itu ialah buat kelak kemudian hari…telansir dalam buku-buku sejarah tingkat sekolah menengah atas (SMA), pada bab Kemerdekaan Indonesia. Bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan pada Indonesia seperti apa yang di janjikannya di atas. Mengapa jepang hendak memerdekakan Indonesia ?? alasan yang singkat terlampir dalam halaman buku tersebut bahwa, sebagai tanda terima kasih Jepang pada Indonesia karena telah membantunya dalam menyediakan pangan/makanan, tempat tinggal dan tentara untuk memeriahkan perang pasifik kala itu.

Pertanyaannya mengapa tidak di berikan saja kemerdekaan Indonesia itu setelah Jepang kalah pada sekutu ??? dan mengapa sekutu kembali lagi kepada Indonesia ?? bagaimna dengan bunyi perjanjian jepang dengan sekutu perihal negeri jajahan jepang yang harus terus mengawali Indonesia sambil mempertahankan status quo mereka di Indonesia dan tidak membolehkan jepang membantu Indonesia ataupun mengambil hasil bumi Indonesia setelah jepang kalah ?

Tentu semua ini berkaitan pada sumber daya yang di miliki Indonesia atas tanahnya sendiri. 
Kemerdekaan itupun berbahaya buat jepang dan Sekutu, kalau Indonesia yang kaya raya dalam hal bahan dan tenaga itu, betul merdeka bahan yang ada di tanah dan lautnya, sudahlah, tentu barang yang di bikin jepang dari bahan yang mesti di datangkan dari jauh ( Indonesia ) itu lebih mahal dari barang dibikin di Indonesia. Kalau pemerintah Indonesia betul pula nasionalistis bisa kehilangan Indonesia. Apa yang di takutkan Belanda terhadap Indonesia akan di takuti pula oleh jepang.Karena itu Indonesia mesti di kebiri lebih dahulu ilmu dan teknik.

Indonesia…Merdeka…

Dalam catatan perjuangannya Tan Malaka bercakap, bahwa ; “Rakyat Indonesia berhak penuh atas kemerdekaanya baik menurut teori atau prakteknya negara sopan di seluruh dunia ini. Rakyat Indonesia tak boleh membiarkan pemerintahannya berunding atas dasar yang kurang dari kemerdekaan 100%. Tetapi ada pula dari mereka yang bertanya. Apakah kita bisa merdeka 100% ? lihatlah pesawat terbang inggris, lihatlah kapal perang serta tank raksasanya? Jawab kita: lihatlah akibatnya bambu runcing, berapa senapan, pelor, tommygun, meriam, tank, bahkan kapal perang dan pesawat terbang yang di rebut dengan bambu runcing. Bambu runcing dan alat perang yang di rebut oleh bambu runcing itulah yang berhasil menahan inggris, Nica di kota Surabaya”.

Jadi,..

Apakah merdeka itu perlu ? jelas perlu. Akan tetapi merdeka seperti apa yang seharusnya terdefinisikan atau terelokan dari pergaulan bermasyarakat dan bernegara. Ada sebagian orang yang menginginkan bebas atau merdeka dari hukum, merdeka dari pendidikan ( yang katanya semua orang bisa bersekolah tinggi : pada nyatanya tidak ), ada merdeka dari pekerjaan ( tidak sulit mencari pekerjaan ), ada yang ingin hidup merdeka tanpa ada yang mengatur sebab aturan saja tak bisa mengatur dirinya sendiri, dan ada yang ingin bebas dari berkarya. Belakangan kemerdekaan yang seperti ini adanya telah banyak terrealisasi secara bertahap meskipun masih semu dan samar – samar arah dan tujuan hakiki dari kemerdekaan itu sendiri.

Setiap orang berhak untuk berkarya dan menciptakan akan tetapi setelah ia berhasil dalam menciptakan ternyata karyanya tidak dapat di promosikan atau di rasakan secara keseluruhan kepada masyarakat luas atau dalam proses berkaryanya ada saja orang atau oknum yang mencoba untuk menghancurkan karyanya. Selain itu ada saja spekulasi pemerintah yang berusaha untuk menjatuhkan pembuat karya tersebut.

Inilah kemerdekaan dalam ranah berkarya, hanya cukup sampai menciptakan atau bahkan lebih kebelakang lagi baru mampu mencium ide dalam angan pembuatannya. Sedangkan dalam penggarapan ide dan peluncuran produk atau hasil karyanya mereka sering kali menemukan ketidak bebasan dan kepercayaan dari pihak yang bersangkutan atau lebih bertanggung jawabnya lagi adalah pemerintah. Sudah tak heran jika mereka pencipta-pencipta hebat yang lahir dari Indonesia di peruntukan karyanya bukan untuk Indonesia melainkan bagi meraka yang dapat mengakui dan mempercayakan karya-karya mereka. Tak perduli dari manapun mereka berasal ( yang mengakui dan mendukung karya mereka ), meskipun dari bangsa luar, mereka ( pengkarya/pencipta ) akan tetap menghargai bangsa manapun yang dapat menghargainya juga.

Dalam hukum pun hal ini terjadi, mereka yang tinggal di dalam Negara Republik Indonesia ini telah di atur oleh undang-undang ( konstitusi hukum/UUD’45 ) yang berlaku di dalamnya dan mengikat semua warga negara yang ada didalamnya. Memang jelas hukum ini mengikat akan tetapi hanya mengikat mereka saja yang tak berdaya. Pada nyatanya, kebanyakan kasus yang berasal dari berbagai macam tindakan pidana memiliki perlakukan hukum yang tidak setimpal dari atas perbuatannya. Kita memang merdeka dalam hal perlindungan hukum ( secara tertulisnya ) akan tetapi dalam pelaksanaanya semuanya terkadang mengatas namakan keadilan ( pada tindakannya TIDAK ). Istilah yang mengatakan hukum Indonesia “tumpul keatas dan tajam ke bawah” memang benar adanya.Ternyata kemerdekaan dalam hukum hanya benar terasa pada mereka yang memiliki kasta di atas saja, dan mereka yang berada pada kasta di bawah tetap menjadi bidak catur yang tak berdaya di bawah payung hukum ( tidak merdeka secara tindak tanduk konstitusional ).

Tentu semuanya harus memikirkan kemerdekaan yang seperti ini, dalam maksud apakah kita ( Bangsa Indonesia ) telah merdeka sepenuhnya atau hanya dalam covernya saja kita merdeka tapi dalam keseharian berbangsa dan bernegara: Tidak.
Masih perlukah kemerdekaan itu ?? jelas perlu. Maka hanya orang – orang merdeka lah yang mampu melakukan segalanya dengan senang hati dan sukarela untuk kesejahteraan hidupnya. Bagaimana dengan seekor burung yang ingin bebas padahal ia sudah enak di dalam sangkar burung, hidupnya terpenuhi makan dikasih, mandi di mandiin, dan di beri sangkar pula ?? hal ini memang mengenakan, akan tetapi mengapa tak sedikit burung yang memilih untuk selalu menetap pada sangkar. Jika ada kesempatan mereka hendak iingin sekali keluar dan terbang bebas dengan bersama kawan – kawannya di langit biru. Sebab kebebasan untuk hidup dan merdeka dalam menjalaninya tanpa adanya yang membatasi kemerdekaan ini ialah hak segala warga negara tak terkecuali.

Rujukan :
[1] Malaka, Tan. 2015. Catatan-catatan Perjuangan (1946-1948). Sega Arsy : Bandung

#VokasiBicara #SuaraMahasiswa

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Sebait Puisi Pembuka Konser Suara Untuk Negri Cimahi Bandung

Konser Iwan Fals yang bertajuk Konser Suara Untuk Negri yang diselenggarakan di  Cimahi Bandung bersama Jamrud dan Gigi memang banyak melahirkan inspirasi dan juga semangat buat saya pribadi yang memang mengidolakan Bang Iwan sejak kelas 4 SD. Ada yang menarik di Konser kali ini, Bang Iwan membuka konser dengan sebait puisi yang entah siapa yang menciptakan, saya sendiri kurang tau, yang pasti suara khas Iwan Fals membuat suasana semakin hening.Pada alam yang indah
Pada langit yang mempesona
Kau tunjukkan wajah-Mu
Dengan begitu Kau ajarkan keindahan
Dan rasa syukurKemarin Kau luapkan air bah
Kau muntahkan perut bumi
Kau sebarkan debu
Sesungguhnya Kau tengah mengajarkan cinta
Agar ada rasa kasih walau tak saling kenal
Dan kini untuk alasan yang sama kita bersama
Bersatu atas nama cintaKalimat demi kalimat dalam puisi tersebut sangat menginspirasi, mengajarkan kita untuk tetap bersyukur disela cobaan dan kesedihan yang kita hadapi.
Mengajarkan kita untuk berpikir positif, dan yakin dibalik semua…