Skip to main content

Ormas Ada Untuk Apa?


     Ngeeeeeeeeeng!!!! Tin tinnnn, oke ane balik lagi udah lama ga ngongol nongol ya kan.. Sekarang ane mau berkicau tentang opini dan pendapat ane sendiri, terserah kalian pada stuju apa enggak.

     Akhir akhir ini di negri yang kita cintai ini selalu ribut dengan ormas, terserah apapun nama ormas itu. Nah dari situ ane berfikir ormas ini ada buat apa sebenarnya buat apa?
     Apakah ormas ini sengaja di buat untuk golongan pihak tertentu agar loyalisnya terjaga? Ahh jika memang seperti itu sungguh gila manusia manusia di negri ini.
    
     Kenapa ane bisa berkata gila? Coba kalian bayangkan jika ternyata ormas memang bener bener di gunakan untuk memperkuat salah satu pihak apabila pihak tersebut dalam posisi terdesak, tertekan, terhimpit sampe konak ... Maka secara tidak langsung ormas ini akan menjadi senjata agar pihak itu bisa mengubah situasi dengan menggunakan pembelaan dari ormas yang telah di bina tersebut, hayo bener apa enggak?

     Ormas sejati nya difungsi kan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya. Tapi entah kenapa ormas semakin kesini malah berubah menjadi senjata agar bisa memperoleh opini publik sehingga mampu membalikkan opini publik yang lain.
   
     Jika sudah terjadi keberbedaan pemahaman secara demikian maka sudah bisa ditebak ormas secara otomatis berubah menjadi senjata untuk melawan opini publik, maka tidak heran terjadi bentok antar ormas karena memang ormas-ormas itu sendiri mungkin telah tertunggangi oleh seorang pihak yang sedang bersitegang dengan pihak lain yang kebetulan menunggangi ormas pula..

     Fuhhhh terus apa fungsi ormas? bukankah ormas juga memiliki visi misi dalam tujuan berorganisasi nya ? kenapa sangat mudah mereka melacurkan visi misi nya demi membela salah satu orang yang gak tau diri tersebut? Ini ormas atau gengster bayaran kayak di game GTA? Ini selalu membuat ane berhayal bahwa ormas ormas di negri kita ini tak lebih adalah sekelompok gangster yang mudah berubah haluan asal ada fulus nya...

     Gangster yang mudah di adu domba dengan gangster yang lain .. Padahal kebebasan membentuk ormas sendiri ini jika ditelisik di bentuk karena berakhirnya masa orde baru yang kita ketahui bersama sangat anti dengan perkumpulan-perkumpulan karena dapat mengancam kestabilitasan negara ... Sekarang sudah di beri kebebasan kok malah begini .. Sudah di beri hak ber demokrasi kok sekarang bigini .... ""Demokrasi nya sudah oke? tapi kok masih banyak yang kecewa dengan demokrasi nya"" Mungkin di sini ane bisa bilang negri kita sudah di landa demokrasi paradoks.

     Miris, sedih, banyak orang saling maki di dunia maya atau pun dunia nyata hanya demi membela golongan dan pujaan mereka masing masing.

     Ane sering diam dan berfikir apa mereka lupa bahwa mereka berasal dari negara yang sama, tanah yang sama, suku yang sama?

    Hahhh capek ah ngurusi ormas udah lupa segala hal kalo udah masuk ormas termasuk lupa kalo kita rakyat dari bangsa yang sama, bangsa indonesia.

    Eh iya jangan lupa cheat uang tak terbatas biar uang kalian banyak kan kalo uang kalian banyak tar bakal dapat anggota gengster yang bisa di bayar ... Ini kan game kan yak, jadi lemesin ajahhhhh ...

"Siapa yang mau di gebot boss? sini serahin ane biar ane sama anak anak yang gerak, bos diem aja di mari"

Asshoooooleeeeee!!!!!!

-Mr.Horuz-

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…

Ikat Pinggang Tali Sepatu ( Shoelace Belt )

Selamat malam berroo.. Bay nde wei seumpama sampean lihat orang atau anak muda pakai ikat pinggang tali sepatu, apa yang anda pikirkan??
Mungkin banyak orang mengira mereka itu orang nggak jelas atau sempel mingkin. Jangan salah..
Mereka yang melakukan hal ini adalah kelompok skateboarder, alasan mereka melakukannya adalah bukan karena fashion, melainkan lebih sesuatu yang fungsional dan alasan yang rasional serta fungsi fashion.
Termasuk saya juga, bukan karena ingin dibilang anak skate atau hardcore Family. Saya pribadi penggila Iwan Fals dan Slank jadi sering menghadiri konser-konser mereka di luar kota. Pengalaman saya setiap memasuki area konser selalu dilakukan pemeriksaan, tak jarang ikat pinggang pun disita sementara. Nah dari pengalaman ini saya tidak sengaja lihat foto teman-teman di facebook menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang. Saya coba browsing ternyata subkultural ini memang sudah lama ada.
Mereka menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang lebih karena fakt…