Skip to main content

Secangkir Motivasi Pagi

Suatu ketika di warung kopi dekat persawahan tanah kelahiranku. Ada pemandangan yang berbeda hari ini. Terlihat dua orang pelajar SMK yang sedang asik bercanda sambil sesekali menghisap dalam-dalam rokok ditangannya. Aku mencoba bergabung ditengah asyiknya candaan mereka. Hingga akhirnya ku buka percakapan dengan mereka.

A: Ikut gabung yo bro..
B: Monggo mas..
A: sekolah dimana mas kog enaak tenan yahmene wes ngopi?
B: Bosen mas tiap hari berangkat sekolah, pulang sore, tugas numpuk.. kalo gag bolos yoo gag iso ngopi mas.
A: Lhoo mosok ngono?
B: Pemerintah iku nggawe aturan sak senenge dewe, jam sekolah ditambahi, isuk sampe sore dicekok i teori-teori, muleh isek disangoni tugas.. sampean bayangno dewe ae mas.. percuma gawe aturan koyok ngene malah gawe siswa ngelu goro-goro gag iso ngopi.. hahaha rasane utek mengkeret mas nak koyok ngene terus yoo angel siswa ne di kon iso ndwe prestasi..
A: loohh.. Menurut sampean berprestasi itu apa sih mas?
B: Berprestasi itu.. ya.. pinter, punya buah karya yang bisa dinikmati banyak  orang..
A: Berarti kalau misalkan punya karya tapi nggak dinikmati orang banyak itu bukan prestasi?
B: Yaa nggak seperti itu juga..
A: Yaweess.. yawes.. ngene ae menurutmu berprestasi itu harus lebih baik dari orang lain opo gak?
B: Iya too..
A: Jadi harus mengalahkan orang lain gitu konsepnya?

Itulah selama ini yang membuat kita susah dan sempit, karena kalau kita berpikiran konsep berprestasi itu adalah mengalahkan orang lain maka nantinya akan ada yang kalah dan yang tidak berprestasi. Padahal semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi. Mindshet seperti itu yang pertama kali harus kita rubah.
Menurut saya berprestasi itu bagaimana kita bisa menjadi lebih baik, bagaimana kita bisa mengembangkan diri sesuai potensi kita. Tak bisa dibantah, disitu memang ada beberapa kunci, ada macam-macam metode. Tapi jangan pernah berpikir bahwa prestasi itu urusan kaya, urusan lebih baik dari orang lain. Banyak fans, banyak followers atau bisa masuk tivi. Itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan prestasi. Hal semacam itu lebih dekat pada urusan mekanismenya saja. Kalau cantik, ganteng, keren, bisa saja masuk tivi. Kalau tidak cantik, tidak ganteng ya susah masuk tivi. Tapi kalau jeleknya pakai banget malah bisa masuk tivi. Yang giginya apalah-apalah ngonokae malah jadi artis. Apakah itu semua juga bagian dari berprestasi?

Saya akan sedikit sharing tentang beberapa hal yang saya pahami selama ini,

Pertama, Prestasi itu ditentukan oleh yang namanya karakter. Sedangkan menurut saya karakter itu tidak bisa di didik. Jadi kalau kalian pernah dengar tentang pendidikan karakter itu menurut saya hanya wacana kosong, Cuma main trik-trik ae. Karena bahwasanya segala sesuatu yang akan kita jalani diawali dari cara berpikir kita.

"Apa yang kita pikirkan akan keluar menjadi tulisan atau kata-kata kita, Apa yang kita katakan akan menjadi perilaku kita, Apa yang menjadi perilaku kita akan menjadi kebiasaan, dan apa yang menjadi kebiasaan kita akan menjadi karakter diri kita masing-masing".

Tentunya semua harus dimulai dari pikiran yang benar, dari pikiran yang baik. Setiap orang memiliki caranya masing-masing, bakatnya masing-masing. Sekali lagi saya ingatkan berprestasi bukanlah tentang bagaimana mengalahkan orang lain. Tapi temukanlah potensi terbaik dalam dirimu, temukan keunikan dalam dirimu. Karena dengan bakat dan keuniklan kita bisa membuat karya yang berbeda dan pada akhirnya semua karya akan saling melengkapi.

Kedua, Banyak orang yang bilang bahwa kesuksesan merupakan buah dari kerja keras. Tapi saya kurang setuju dengan pendapat itu. Karena realita berbicara, banyak orang yang bekerja keras tanpa meraih kesuksesan. Kalau menurut angen-angen saya yang harus dilakukan adalah bekerja dengan tepat, bukan bekerja keras. Tapi tak bisa dipungkiri kerja keras juga kadang sangat diperlukan.
IWAN FALS adalah salah satu contoh orang yang mampu bekerja dengan tepat. Dia menemukan bakat dalam dirinya, dia terus dan terus berkarya. Bernyanyi dengan hati meski panggungnya adalah di jalanan dan tenda-tenda kaki lima. Dia hanya seorang pengamen hingga akhirnya ditemukan dan karya-karyanya dikenal banyak orang. Dia tak pernah melobi produser rekaman, tidak pernah kalang kabut mencari label sana sini. Dia hanya membuat karya dan mematangkan potensi dalam dirinya. Hingga saat pertama dia dikenal, banyak orang yang bilang bahwa tak perlu macam-macam alat musik mengiringi, Diiringi gitar saja sudah sempurna. Karena bakat dalam dirinya sudah matang dan berkarya pada tempat yang tepat serta momentum yang benar-benar tepat. Naahh untuk mengetahui kapan dan bagaimana momentum yang tepat itu kita harus selalu rajin dan istiqomah. Jadi yang kedua adalah bekerja yang tepat, konsentrasikan waktu dan energi pada sesuatu yang tepat untuk menentukan dirimu sendiri.

Ketiga, Jangan jadi pengecut. Pernah dengar kalimat “Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda?” (Itu pengecut)
Terus lagi “Badai pasti berlalu” (Itu juga pengecut)
Karena semestinya yang benar adalah “Badai pasti berlalu, hari yang cerah pun juga pasti berlalu”
Tidak mungkin akan cerah terus, hujan pasti akan berhenti tapi bukan tidak mungkin setelah itu datang hujan lagi bahkan lebih lebat dari yang pertama. Yang perlu kita lakukan adalah menjadi sosok yang jantan. Hari ini badai datang, oke kita hadapi. Ketika cuaca cerah, Alhamdulillah, tapi tetap harus waspada pada badai yang selanjutnya.

Jangan pernah takut gagal, karena “kegagalan itu bukan  keberhasilan yang tertunda,” tapi “kegagalan adalah keberhasilan yang tidak terjadi.”
Kegagalan merupakan hal yang biasa. Tidak masalah kita gagal, justru dari situ kita bisa banyak belajar.
Ada satu konsep yang menurut saya harus benar-benar kita ingat.

“Keberhasilan hanya datang dari keputusan yang benar, Keputusan yang benar datang dari pengalaman, Sedangkan pengalaman datang dari keputusan yang salah”.

Jadi misalkan kita mengalami yang yang namanya kegagalan akui saja, tak perlu malu, berangkat dari kegagalan kita bisa mencari tahu apa penyebab dari kegagalan kita. Kegagalan akan memberikan kita suatu pengalaman, sehingga berikutnya memberikan kesempatan kita untuk sukses.

Pengetahuan kita justru akan terbuka lebar saat  kita punya pengalaman buruk. Contoh ketika kita jatuh dari motor atau kehilangan sesuatu yang berharga, pasti kebanyakan dari kita berpikiran ada hikmah dibalik semua itu atau mungkin banyak yang berkata “Ambil hikmahnya saja” tapi justru ketika kita mengalami sebuah kesenangan atau mendapat pengalaman yang baik kita lupa mencari ilmunya. Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwasanya kegagalan memberikan pintu yang luar biasa untuk datangnya ilmu. Sedangkan keberhasilan akan memberikan kita suatu resiko yang luar biasa untuk kita tidak menjadi lebih pintar. Ingat!!! Harus waspada.

“Kegagalan akan membuat kita lebih pandai, Keberhasilan harus bisa membuat kita lebih waspada”

Ketika GAGAL berarti harus BELAJAR // Ketika BERHASIL berarti harus WASPADA

Kalau kita bisa menjaga dan memegang konsep tersebut , kita akan terus menjadi pintar dan lebih maju. Satu lagi yang perlu kita tanamkan dalam otak kita, Kesuksesan itu tidak terjadi hanya sekali, kesuksesan harus terjadi berkali-kali. Untuk sampai satu kilometer kedepan kita perlu langkah-langkah kecil. Jadi setiap kesuksesan yang terjadi harus kita hargai meskipun dalam skala kecil. Dan yang terpenting kita harus selalu istiqomah, belajar, jantan dan selalu menjaga pikiran yang baik.

Semoga Bermanfaat

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…