Skip to main content

Keberpihakan Ilmu Sejarah dan Kebohongan Soal Keberimbangan dalam Penulisan Sejarah (2)

==================================
Oleh Alv

Selain wacana sub-altern dan mikrohistori, sejarawan Postmodernisme juga mendekonstruksi narasi besar seperti ekonomi politik. Penulisan sejarah seperti memperlihatkan pengaruhnya yg berasal dari mazhab Frankfurt dan wacana kajian budayanya. Karya Foucault misalnya, History of Sexuality membangun wacana-wacana seksualitas sebagai narasi kecil yang mempengaruhi perkembangan budaya kemanusiaan.

Terlepas dari keberpihakannya pada kaum sub-altern, sejarawan Postmodernisme dengan wacana mikrohistori-nya tidak pernah menyentuh basis dasar sebagai sebab terjadinya peristiwa sejarah. Terkadang para sejarawan konvensional pasti menolak konsep Postmodernisme karena tidak total dalam mengungkap suatu peristiwa sejarah. Kritik tersebut juga datang dari para penganut Total History (Mazhab Annales maupun The New History). Ini membuktikan bahwa terdapat kelemahan yang besar dalam analisa Postmodernisme.

Harry Prabowo menyatakan bahwa kaum Postmodernisme menunjukkan keberpihakannya pada kepengecutan borjuasi kecil. Analisa tersebut muncul dari determinasi ekonominya Marxisme Ortodoks. Walaupun kita juga melihat bahwa analisa Materialisme Historis dalam penulisan sejarah cenderung melupakan narasi kecil, namun analisa tersebut cukup efektif dalam meruntuhkan istilah 'The Great Man in History' yang diciptakan kaum hegelian kanan termasuk Ranke.

Selanjutnya, kita juga mengenal analisa Materialisme Historis yang berangkat dari synthese antara Materialisme Feuerbach dengan Dialektika Hegel. Marx menyatakan bahwa sejarah manusia pada sesungguhnya merupakan sejarah pertentangan antar kelas. Pendapat tersebut lahir dari penampakan dasar dari hakikat manusia itu sendiri yaitu kerja. Friederick Engels sebagai pembela terkemuka dari teori Marxis mengungkapkan bahwa kerja menjadi komponen penting yang menggerakkan peristiwa sejarah. Pendapat tersebut di dukung oleh analisa Lewis Morgan dan Charles Darwin. Materialisme Historis pada sesungguhnya memperhatikan pengaruh masyarakat terhadap individu dan peranan individu dalam masyarakat sehingga konsepnya secara tersirat merupakan perkawinan antara kolektivisme Durkheim dengan individualitas Weber.

Beberapa sejarawan Marxis dari mulai Kautsky hingga Vijay Prashad menggunakan proyeksi pertentangan kelas dan kepentingan kelas-kelas dalam suatu peristiwa sejarah dengan analisa-analisa yang terkesan sangat mendalam, namun tidak total. Mengapa tidak total history? Materialisme Historis cenderung menekankan pengaruh kekuatan produksi dan hubungan produksi dalam membentuk suprastruktur masyarakat (seni, agama, ilmu pengetahuan, filsafat, budaya, sastra, dsb), walau terkadang suprastruktur masyarakat juga mempengaruhi kekuatan dan hubungan produksi dalam perubahan sosial.

Terlepas dari kelebihan-kelebihan tersebut, Materialisme Historis juga mempunyai kekurangan, salah satunya ialah cenderung determinasi ekonomi. Namun, kita juga melihat pendapat dari beberapa pemikir Marxis dalam Mazhab Frankfurt, bahwa determinasi ekonomi seharusnya bisa dihindarkan karena Materialisme Historis menekankan interrelasi antara basis dengan suprastruktur. Terkadang determinasi ekonomi menjadi hegemoni kuat dari Partai Komunis untuk mempertahankan kuasanya dan cenderung ad hominem.

(bersambung)

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…

Ikat Pinggang Tali Sepatu ( Shoelace Belt )

Selamat malam berroo.. Bay nde wei seumpama sampean lihat orang atau anak muda pakai ikat pinggang tali sepatu, apa yang anda pikirkan??
Mungkin banyak orang mengira mereka itu orang nggak jelas atau sempel mingkin. Jangan salah..
Mereka yang melakukan hal ini adalah kelompok skateboarder, alasan mereka melakukannya adalah bukan karena fashion, melainkan lebih sesuatu yang fungsional dan alasan yang rasional serta fungsi fashion.
Termasuk saya juga, bukan karena ingin dibilang anak skate atau hardcore Family. Saya pribadi penggila Iwan Fals dan Slank jadi sering menghadiri konser-konser mereka di luar kota. Pengalaman saya setiap memasuki area konser selalu dilakukan pemeriksaan, tak jarang ikat pinggang pun disita sementara. Nah dari pengalaman ini saya tidak sengaja lihat foto teman-teman di facebook menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang. Saya coba browsing ternyata subkultural ini memang sudah lama ada.
Mereka menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang lebih karena fakt…