Skip to main content

Konflik Agraria Dan Pentingnya Organisasi Tani

=================================

Oleh : Ahmad Mahmud*
______________________________________________
* Penulis pengurus AGRA (Aliansi Gerakan Reforma Agraria) Cabang Wonosobo

Kaum tani hari ini terjerat matarantai sistem setengah feodal (Monopoli tanah) yang mengepung kaum tani dari berbagai sisi, jeratan dominasi monopoli tanah menempati posisi kunci dari turunan ratusan rantai-rantai yang membelenggu.

Jeratan itu bermuara di seluruh pelosok desa, menusuk ditiap dada kaum tani terutama sekali petani sedang bawah, petani miskin dan buruh tani.

Jeratan jahanam warisan pertengahan abad lalu ini dipelihara dan dilanggengkan oleh negara, tiap pasal undang-undang semuanya mengabdi kepada tuan tanah. pengadilan, jaksa, militer dan penjara semuanya milik tuan tanah.

lihat saja kejadian yang belakangan ini terjadi konfilk Agraria masif terjadi dimana-mana,
di lampung misalnya :
"Sugiyanto, seorang pendeta di Tulang Bawang, Lampung, ditangkap oleh belasan polisi dari Polres Tulang Bawang, Selasa (11/10/2016). Dia dituduh menghasut petani untuk melawan PT Bangun Nusa Indah Lampung (BNIL)."

Di rembang belum lama ini terjadi pembakaran tenda perjuangan kaum tani rembang dari rilis resmi yang dikeluarkan oleh JMPPK bahwa:
"10 Februari 2017, sekitar pukul 19.50 WIB 50-an orang pekerja semen datang di lokasi tenda perjuangan yang berada di dekat pintu masuk menuju tapak pabrik semen PT Semen Indonesia. Para pekerja semen tersebut antara lain: Sulat (Tegaldowo), Jamin (Karanganyar), Maimun (Timbrangan), Juwahir (Timbrangan)"

"Setelah itu, pukul 19.55 WIB, pekerja semen bersama-sama mengangkat mushola yang dibangun warga pada 15 Februari 2016 lalu, yang di dalamnya berisi mukena, sajadah, peci dan kitab suci Alquran. Tenda perjuangan dan mushola serta peralatan ibadah yang berada di dalamya dibakar. Dalam hitungan menit, pukul 20.11 WIB tenda dan mushola ludes dilalap api." lanjut Joko Prayitno dalam rilis resminya.

Di Bali :
"Terjadi Penahanan I Gusti Putu Dharmawijaya dan I Made Jonantara (De John), pejuang lingkungan hidup Bali yang Tolak Reklamasi dari desa adat Sumerta, Bali."

Di Kendal :
"Kriminalisasi 3 orang Petani Desa Sorokonto Wetan, Pageruyung, Kendal.
Sebelumnya 3 Orang petani yang dikriminalisasi tersebut dijadikan terdakwa dengan menggunakan pasal 94 ayat (1) huruf a dan b UU No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan (UU P3H) dan dituntut oleh JPU dengan hukuman masing-masing 8 tahun penjara dan denda masing-masing sebesar Rp10 Milyar."

"Kriminalisasi 3 orang Petani Serokonto Wetan bermula saat lahan garapan warga secara sepihak ditetapkan sebagai kawasan hutan melalui SK Menhut No: SK.0321/Menhut-VII/KUH/2014, tertanggal 17 April 2014. Penetapan kawasan hutan itu sendiri lahir setelah sebelumnya lahan garapan masyarakat dijadikan objek lahan pengganti (tukar guling) kawasan hutan yang dipakai oleh PT Semen Indonesia di Rembang untuk pendirian Pabrik Semen."

Di Jogja :
"Pembangunan Bandara menuai protes oleh 80 organisasi yang tergabung dalam Gestop di Jogja, dalam rilis resmi 
menyatakan Sikap Bersama agar "Presiden Joko Widodo untuk Hentikan Rencana Peletakan Batu Pertama (Groundbreaking) Pembangunan New Yogyakarta International Airport Kulonprogo!"

"Ditinjau dari aspek pertanian, lokasi kegiatan rencana studi amdal pembangunan NYIA Kulon Progo di Desa Palihan, Desa Glagah, Desa Jangkaran, Desa Sindutan, Desa Kebon Rejo, Kecamatan Temon, merupakan lahan pertanian subur lagi produktif baik di lahan kering (tegalan) maupun di lahan basah (sawah). Lingkungan yang subur itu tidak bisa dipisahkan dari masyarakat petani yang telah bertahun-tahun terbiasa menggantungkan dan mencukupi kebutuhan hidup dengan bercocok tanam. Jika NYIA dibangun maka akan ada 12000 pekerja pertanian kehilangan mata pencaharian dari produksi terong dan gambas, 60000 pekerja pertanian kehilangan mata pencaharian dari produksi semangka dan melon dan ada 4000 pekerja pertanian kehilangan mata pencaharian dari produksi cabai. Sementara itu per hektar dan per tahun akan ada 90 ton terong dan semangka, 60 ton gambas, 180 ton melon dan ton cabai, musnah."

Dan yang terbaru di Banten :
yaitu Kriminasisasi dan Perampasan Hak-hak Agraria Warga Cadas Sari – Baros oleh Mayora Group.

dalam rilis resmi KNPA (Komite Nasional Pembaharuan Agraria) menyatakan,

"Kebijakan privatisasi di sektor agraria terus memakan korban. Minggu lalu, Enam orang warga Cadas Sari – Baros, Serang – Pandeglang, Banten H. Ahmad Buseri, Ustadz Dayat, Ustadz Hasan, H. Nurhadi, Ustadz Uci ditangkap tanpa proses yang jelas. Ke-6 (enam) warga ini dikriminalisasi dengan tuduhan tuduhan penggerakan massa dan pengerusakan. Bahkan tiga diantaranya langsung ditetapkan sebagai tersangka . Warga mengalami tindakan represif dan kriminalisasi saat menuntut hak-hak mereka atas air yang dirampas oleh PT. Tirta Fresindo Mayora Group di Desa Cadas Sari – Baros, Senin, 6 Februari 2017 lalu."

Masih dalam rilis resmi,
"Konflik antara warga dengan PT. Tirta Fresindo yang merupakan salah satu anak perusahaan Mayora Group ini berawal pada tahun 2012. Waktu itu pihak perusahaan datang ke dua wilayah di Pandeglang dan Serang yakni Baros dan Cadas Sari berencana akan membangun gudang diwilayah tersebut, sehingga warga kehilangan 17 hektare areal persawahan dari rencana 32 hektar yang akan dibangun perusahaan diperuntukkan sebagai gudang."

KNPA dalam salah satu tuntutan pada poin ke 8 pun menyerukan :
"Mengajak seluruh elemen bangsa, publik secara luas khusunsya masyarakat Banteng untuk bersama-sama mengawal dan menjadi bagian dari perjuangan warga Cadas Sari dan Baros, memastikan keadilan agraria di wilayah Cadas Sari dan Baros dapat dipenuhi."

Dari data yang dihimpun oleh AGRA Jateng ditemukan fakta bahwa,
"dari seluruh penghuni lapas di Blora 50% dipenuhi pelaku kriminal yang mayoritas kaum tani (didakwa mencuri kayu) ditengah monopoli tanah Perhutani di Kabupaten Blora mencapai 50 % dari luas administrasi kabupaten yang seluas 182.058 Ha."

"Dan belum lama ini, Perhutani terus memperkuat kerjasama dengan TNI, Polri, bahkan pemerintah daerah tingkat kabupaten untuk melakukan pengamanan hutan. Bahkan pemerintah daerah di beberapa kabupaten menjalankan MoU terkait pencegahan dan pengamanan hutan dari pengerahan intelejen, kontrol territorial, dan pengerahan pasukan tempur gabungan dengan penanganan persuasif maupun keras."

Masih dari data yang dihimpun oleh AGRA Jateng, "Perhutani sebagai cabang usaha milik Negara pada sektor kehutanan dijadikan perusahaan untuk kemanfaatan umum dan memupuk keuntungan dengan dasar hukum UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan PP No. 72 Tahun 2010 yang berbasis pada monopoli tanah seluas 2.445.006 Ha atau 19 % dari luas daratan Jawa dan Madura yang melingkupi 5.403 desa sekitar dan di dalam hutan dengan jumlah penduduk hampir mencapai 6 juta kepala keluarga di Jawa dan Madura. Jika ambil rata setiap kepala keluarga terdapat 4 anggota keluarga, maka hampir mencapai 24 juta yang bergantung dan hidup di hutan. Di Jawa Timur seluas 1.133.835 Ha, Jawa Tengah seluas 635.747 Ha, dan Jawa Barat seluas 675.416 Ha."

Mengingat Dominasi tuan tanah yang sangat kuat tentu konflik Agraria yang terjadi dilapangan lebih banyak daripada yang tercatat.
Belum lagi Praktek Penindasan dan penghisapan yang terjadi di tanah Papua akibat tindasan Politik, Penghisapan Ekonomi dan Represifitas Militerisme  terus berlangsung dan menimbulkan korban yang tidak sedikit.

Masifnya Konflik Agraria Dan Perampasan tanah tentu membuat kita bertanya-tanya ada apa dengan negri ini? pasti ada yang tidak beres, Indonesia tidak sedang baik-baik saja.

Penting kiranya bagi kaum Progresif untuk memberikan Perhatian Khusus pada Issue-issue Agraria terutama kali bagi kawan-kawan yang terlibat aktif di Gerakan Tani untuk terus mengkampanyekan Issue-issue Reforma Agraria sebagai jalan keluar dari Konflik yang berkempanjangan.

Kenapa organisasi tani penting?
karna tuan tanah dalam menindas dan merampas tanah rakyat mereka terorganisasi, mereka memakai alat-alat kekuasaan negara (Polisi, tentara, pengadilan, penjara dll) maka kita sebagai rakyat pun dalam berjuang dan melawan harus pula terorganisasi.
Karna serikat tani adalah organisasi yang membidani tiga fungsi pokok yaitu sebagai wadah untuk mempersatukan kaum tani, alat untuk berjuang atas dasar kepentingan kaum tani dan sebagai sekolah gerakan.

Wonosobo, 14 Februari 2017

***********
Referensi :
bersumber dari lembaga ataupun organisasi yang mengeluarkan rilis terkait konflik yang bersangkutan rilis diperoleh dari LBH Semarang, JMPPK Rembang, GESTOP-NYAI Jogja, KNPA, AGRA, KPA

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Sebait Puisi Pembuka Konser Suara Untuk Negri Cimahi Bandung

Konser Iwan Fals yang bertajuk Konser Suara Untuk Negri yang diselenggarakan di  Cimahi Bandung bersama Jamrud dan Gigi memang banyak melahirkan inspirasi dan juga semangat buat saya pribadi yang memang mengidolakan Bang Iwan sejak kelas 4 SD. Ada yang menarik di Konser kali ini, Bang Iwan membuka konser dengan sebait puisi yang entah siapa yang menciptakan, saya sendiri kurang tau, yang pasti suara khas Iwan Fals membuat suasana semakin hening.Pada alam yang indah
Pada langit yang mempesona
Kau tunjukkan wajah-Mu
Dengan begitu Kau ajarkan keindahan
Dan rasa syukurKemarin Kau luapkan air bah
Kau muntahkan perut bumi
Kau sebarkan debu
Sesungguhnya Kau tengah mengajarkan cinta
Agar ada rasa kasih walau tak saling kenal
Dan kini untuk alasan yang sama kita bersama
Bersatu atas nama cintaKalimat demi kalimat dalam puisi tersebut sangat menginspirasi, mengajarkan kita untuk tetap bersyukur disela cobaan dan kesedihan yang kita hadapi.
Mengajarkan kita untuk berpikir positif, dan yakin dibalik semua…