Skip to main content

Peta Gerakan, PIL kada dan Laju Sejarah


Post ini bicara dalam makna sempit soal peta gerakan dan laju sejarah juga hanya refleksi singkat soal PIL kada dan tak lebih dari sekedar opini pribadi.
karna refleksi dan opini, kesimpulan seperti apa? saya serahkan ke masing yg baca (kalau dibaca).
meskipun opini saya akan berusaha mencoba untuk tidak subyektif alias untuk tetap obyektif meskipun kadar obyektifnya tidak dilevel sesuai tulisan ilmiah.

Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu tau betul peta gerakan.
pemerintah tau mana yg 'mengancam' keamanan nasional mana yg hanya gertak sambal dengan jargon-jargon dan semboyan yg nampaknya saja 'revolusioner' tapi sejatinya jika dipandang dari garis politik kemudian diturunkan ke strategi dan taktik justru tak ada pengaruh yg kalau boleh dikatakan signifikan. signifikan untuk apa? signifikan untuk meruntuhkan 'kediktaktoran' kelas dari rezim yg sedang berkuasa.

karna dalam makna sempit maka dalam post ini saya tidak akan mencantumkan sumber referensi dan tidak pula mengutip pendapat si A atau si B. apalagi dengan fulgar mengatakan golongan ini adalah kanan, ini adalah tengah dan ini adalah kiri. baik itu kanan konservatif, ekatrimis kanan, kanan radikal, tengah liberal, sosdem, hingga kiri radikal.

biarlah laju sejarah yg akan membuktikan, sejatinya jalannya laju sejarah tak bisa dibendung oleh apapun juga dan jalannya sejarah lahir dari rahim keadaan obyektif, bukan lahir atas skenario atau pikiran-pikiran serta prasangka-prasangka subyektif belaka.

karna pemerintah sudah banyak makan asam garam dalam menumpas gerakan, baik itu pengalaman zaman kolonial belanda, pengalaman zaman revolusi (1945-1949), zaman kabinet Komprador Moh Hatta, zaman Borjuis Nasional Sukarno, zaman Diktaktor militer boneka imperialis Jendral Suharto, zaman reformasi hingga zaman rezim-rezim boneka pasca reformasi (sampai saat ini)

negara mengontrol menguasai dan meredam dengan sistematis tiap-tiap apa yg dinamakan membahayakan 'keamanan nasional'. negara punya pengadilan, punya hukum, punya pemerintah, punya alat-alat pemaksa (Baca : Aparat baik TNI ataupun Polri), punya agen-agen, punya kontrol media, punya teritori yg semuanya disokong penuh oleh Imperialisme pimpinan AS.

rakyat disuguhkan pemberitaan melalui media baik itu elektronik atau cetak dengan tampilan kepalsuan soal gambaran situasi yg sengaja ditampilkan agar sesuai apa yg diharapkan oleh rezim. dagelan PIL kada seolah adalah pesta demokrasi padahal rakyat semua tau, semenjak KMB 1949 sampai saat ini, pemilu hanyalah ilusi saja..

dalam prespeltif negara dalam sudut pandang kelas, negara adalah alat kelas yg berkuasa untuk menindas musuh kelasnya. dan jangan kaget kalau saat PIL kada calon-calon yg katanya calon pemimpin itu, saat kampanye nampak baik namun saat sudah berkuasa jadi korup, jahat, tukang nggusur, tukang ngrampas tanah rakyat dan dosa-dosa kapitalis birokrat lainnya karna sejatinya mereka adalah calon-calon penindas yg baru. PIL kada hanyalah pergantian penindas lama digantikan dengan penindas baru.
singkatnya : negara adalah alat penindas kelas.

lalu bagaimana solusinya?
itulah yg coba kita cari bersama-sama, sebab seperti yg sudah saya sebut dimuka, laju sejarah tak bisa dibendung oleh siapapun juga. saya bisa bilang bahwa negara sudah dalam posisi tau betul peta gerakan itu menjadi analogi sederhana kalau negara yg jahat dan licik ini saja tentang bagaimana situasinya bisa di ketahui kok, padahal negara punya alat-alat yg saya sebut diatas. apalagi soal solusi, tetap selalu ada jalan bagi kaum-kaum yang sungguh-sungguh berjuang. sebetapapun sempitnya celah bagi jakannya rakyat pasti ada.

rakyat diseluruh negri sebenarnya perlahan sudah mulai tak percaya lagi dengan negara,  negara punya pengalaman, rakyat juga punya pengalaman. negara punya persatuan, rakyat juga punya persatuan. bahkan pengalaman rakyat memiliki kedudukan jauh lebih kaya, jauh lebih dahsyat, jauh lebih sempurna. rakyat juga telah banyak makan asam garam dalam dipukul ditindas, sihisap oleh rezim selama ratusan tahun. dalam berlawanpun rakyat memiliki banyak pengalaman.

sampai disini sudah ah, ngk perlu saya lanjutkan..
karna saya ulang sekali lagi : Laju sejarah tak bisa dibendung oleh siapapun juga.
siapapun juga termasuk negara dengan alat-alatnya.
siapapun juga termasuk kaum revolusioner gadungan yg tak lain adalah kelompok oportunisme, kelompok oportunisme itu tak lain adalah kaum-kaum renegat (pengkhianat) revolusi.

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…

Ikat Pinggang Tali Sepatu ( Shoelace Belt )

Selamat malam berroo.. Bay nde wei seumpama sampean lihat orang atau anak muda pakai ikat pinggang tali sepatu, apa yang anda pikirkan??
Mungkin banyak orang mengira mereka itu orang nggak jelas atau sempel mingkin. Jangan salah..
Mereka yang melakukan hal ini adalah kelompok skateboarder, alasan mereka melakukannya adalah bukan karena fashion, melainkan lebih sesuatu yang fungsional dan alasan yang rasional serta fungsi fashion.
Termasuk saya juga, bukan karena ingin dibilang anak skate atau hardcore Family. Saya pribadi penggila Iwan Fals dan Slank jadi sering menghadiri konser-konser mereka di luar kota. Pengalaman saya setiap memasuki area konser selalu dilakukan pemeriksaan, tak jarang ikat pinggang pun disita sementara. Nah dari pengalaman ini saya tidak sengaja lihat foto teman-teman di facebook menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang. Saya coba browsing ternyata subkultural ini memang sudah lama ada.
Mereka menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang lebih karena fakt…