Skip to main content

[Salahkah Merayakan Hari Valentine?]

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Postingan anti-Valentine bertebaran di dunia maya. Di dunia maya Indonesia, hari Valentine sering diartikan (terutama oleh mayoritas muslim) sebagai hari maksiat dan bukan hari kasih sayang. Adapula yang menyatakannya sebagai perayaan kafir makanya dilarang bahkan cerita (yang jelas-jelas dikarang) mengenai seorang pemuka agama Nasrani bernama J.Valentine yang berzina.

Jadi, bagaimana sih sejarah sebenarnya tentang hari Valentine? Asal usul hari Valentine yang paling diterima saat ini adalah mengenai seorang pastur bernama Valentinus, ia dipenjara dan dihukum mati oleh Kaisar Claudius II karena menikahkan pasangan kristen secara diam-diam. Ada yang bilang saat itu kekristenan belum diterima, ada juga yang bilang Sang Kaisar merasa bahwa pria yang belum menikah dapat menjadi tentara yang lebih baik. Sejarah secara cukup lengkap bisa dibaca disini

Jadi, apakah hari Valentine memang hari maksiat dan hari raya kafir? (cerita mengenai J.Valentine sudah pasti hoax)

Tentang surat edaran yang saya lampirkan disini, sudah pasti sekolah takut murid-muridnya melakukan seks bebas, tapi apakah sex bebas hanya dilakukan selama hari Valentine berlangsung? TIDAK. Banyak anak sekolah yang melakukan seks bebas yang mana artinya yang diperlukan adalah SEX EDUCATION, bukan pelarangan hari Valentine karena setiap orang punya cara sendiri untuk merayakan Valentine. Ada yang sekedar dinner dengan pacar, membagi coklat dengan teman atau nonton film bersama dengan keluarga. Yang salah orangnya, bukan hari Valentinenya (sama dengan argumen jangan salahkan agamanya tapi orangnya). Dari sejarahnya saja, hari Valentine tak ada hubungan dengan maksiat.

Kedua, hari Valentine sebagai hari raya kafir. Jika link yang saya post sudah dibaca dengan baik, maka memang jelas hari Valentine tidak berasal dari tradisi muslim. Tapi, coba bagi kalian yang punya teman beragama Katolik suruh cek kalender liturgi 2017 nya, apakah pada tanggal 14 Februari tercantum nama St. Valentinus? Kalau di kalender liturgi rumah saya yang ada hanya nama St. Sirilius dan Metodius, artinya bahkan umat Katolik sendiripun tidak merayakan hari Valentine sebagai hari keagamaan. Kejelasan mengenai figur ini juga cukup diragukan. Namun kini Valentine hanyalah untuk komersialitas. Hari dimana orang orang memanfaatkan moment agar sesuatu bisa laris, seperti coklat dan bunga. Sama seperti penjualan topi santa, kue kering, pohon natal yang pembelinya meningkat ketika natal. Sama juga dengan penjualan Peci, baju koko, gamis dan sarung menjelang lebaran.

Namun jika tetap ingin tidak merayakan karena alasan berasal dari budaya kafir tidak apa apa, tapi ingin merayakan hari Valentine karena ingin mengungkapkan rasa juga seharusnya tidak apa-apa.

Karena pada dasarnya, tidak ada yang salah dengan merayakan Valentine selama tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, toh itu hak masing-masing.
Yang salah itu adalah memaksa seseorang untuk tidak merayakan dan memaksa seseorang untuk merayakannya.

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…