Skip to main content

TENTANG PENTINGNYA PERS

Oleh: Alvie

Catatan ini dibuat untuk sekedar refleksi atas pentingnya LPM di sebuah kampus. mengingat mahasiswa butuh komunikasi yg transparan untuk menjalin keharmonisan antara komunikator dengan komunikan di lingkungan kampus tersebut. LPM membuka transparasi tersebut dengan kritis sehingga kehidupan kampus dapat berjalan dengan situasi aturan yg ada. Tetapi bukan berarti penulis mengerti betul dunia jurnalistik mengingat dangkalnya pengetahuan penulis tentang dunia komunikasi berbasis massa.

Komunikasi - menurut Stanley - adalah penyampaian pesan dari sumber komunikasi ke penerima. Definisi singkat tersebut menyiratkan makna bahwa komunikasi adalah suatu media penting dalam kehidupan manusia mengingat kodratnya sebagai makhluk sosial yg memerlukan interaksi untuk keberlangsungan hidupnya. Komunikasi yg terjalin tidak hanya terjadi antar individu, melainkan juga melalui massa. Sang komunikator massa juga tidak hanya agitator, orator, ataupun pidatois, tetapi juga diisi oleh media yg dapat menghantarkan pesan kepada komunikan massa yg memerlukannya. Media tersebut akrab kita sebut dengan media massa. Media massa bisa berupa tulisan, audio, visual, ataupun gabungan dari ketiganya. Sampai disini kita dapat memahami arti komunikasi secara umum. Komunikasi juga dapat digunakan untuk membangun relasi secara umum mengingat bahwa pesan yg tersampaikan bisa menjadi impuls yg mempengaruhi interaksi antar manusia ke depannya. salah satu media komunikasi massa yg menjadi penting untuk dibicarakan adalah pers.

Berdasarkan Undang Undang tentang Pers No. 40 Tahun 1999, Pengertian Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memiliki, memperoleh, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, gambar, suara, gambar dan suara, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media elektronik, media cetak dan segala jenis saluran yang tersedia.

merujuk pada pengertian tersebut, kita dapat membagi pers ke dalam beberapa bagian diantaranya pers cetak (misalnya, koran dan bulletin), pers audio (misalnya, radio), dan pers audio visual (misalnya, siaran berita di televisi). Kita juga mengenal salah satu jenis pers yg dijalankan lewat teknologi digital yaitu pers online yg banyak beredar kini di internet.

Apa peranan pers yg terpenting dalam suatu kegiatan komunikasi massa?

Peranan pers yg terpenting ialah menyampaikan pesan - baik berupa berita ataupun data analisa - kepada massa secara ringan, padat, transparan, dan jelas tentang suatu hal seperti peristiwa, kegiatan, dan sebagainya dengan harapan bahwa massa akan merespons keadaan hal tersebut. Tentunya berkaitan dengan respons tersebut, maka pers haruslah bersifat aktual, analitis, terpercaya, dan kritis. Disinilah letak pentingnya pers sebagai media komunikasi massa yg sanggup memberikan informasi secara transparan agar dapat mempengaruhi massa untuk merespons hal tersebut.

Berkaitan dengan hal tersebut, pers memerlukan proses untuk mencapai tujuan tersebut. Proses tersebut kita bisa sebut dengan aktivitas jurnalistik. Jurnalistik berasal dari kata journal yg berarti catatan harian atau catatan kejadian sehari-hari atau bisa juga berarti surat kabar. Dalam bahasa Perancis, jurnal berarti 'du jour' yg juga berarti catatan harian. Merujuk pada pengertian jurnalistik secara etimologis tersebut, bisa kita simpulkan bahwa jurnalistik berarti laporan atau catatan harian - sebagai bentuk media komunikasi massa - yg disajikan untuk massa itu sendiri. Aktivitas jurnalistik sangat penting dalam pers. Menurut Suhandang, jurnalistik adalah seni yg dapat mempengaruhi respons massa berupa sikap, pendapat, perilaku, dan sifat khalayak sehingga dapat sesuai dengan kehendak si jurnalis.

Mengingat butuhnya pers dan aktivitas jurnalistik dalam membuka ruang pola pikir masyarakat agar sadar akan sesuatu atau hal yg terjadi, maka pers menjadi begitu penting untuk dilembagakan. Namun, ketika pers mengalami re-independensi, yg terjadi adalah pers tersebut menjadi media propaganda kelas yg membutuhkannya. Disini kita akan melihat pertarungan antar pers yg tidak independen untuk mempengaruhi pola pikir massa. Tetapi yg kita butuhkan adalah pers yg independen, tidak memihak pada kelas manapun dan berdiri untuk kepentingan penyampaian pesan secara objektif.

Bagaimana kita dapat berdiri independen?

Selama ini pers menjadi tunggangan dari kelas yg ada agar massa dapat memenuhi kebutuhan kelas tersebut secara material. Hal tersebut dalam kenyataan bisa kita lihat dalam pertarungan surat kabar Pravda dengan Iskra misalnya. Kedua surat kabar tersebut mewakili partai yg saling berebut pengaruh dalam situasi revolusioner di Rusia. Di Indonesia pun demikian, dalam situasi pada masa pergerakan nasional, surat kabar menjadi media peperangan dari kelas yg berkepentingan. Pers dari PKI mungkin menduduki posisi teratas sebagai pemilik dari surat kabar terbanyak dan mewakili kepentingan kelas pekerja. Kita juga tidak boleh lupa dengan surat kabar de express sebagai media tunggangan National Indische Party yg mewakili kelas borjuasi progressif dan yg lainnya.

Menurut hemat saya, pers yg independen selalu mengalami himpitan secara hegemoni akibat terlalu kritis ataupun pasifis dalam berpandangan. Bagaimanapun, pers yg independen selalu dihimpit pula oleh pers yg ditunggangi secara ekonomi politik. Tetapi bukan berarti pers independen mustahil untuk diselenggarakan, malah pers independen menjadi suatu hal yg niscaya bagi para penggiatnya mengingat kebutuhan massa terhadap independensi sangat besar di berbagai sektor. Mengutip dari perkataan seorang kawan, pers independen yg berhasil adalah pers yg mengalami pembredelan sehingga ia tampil dalam media pers lainnya sebagai sebuah peristiwa yg dapat mengangkat derajat ke-independensian pesannya.

Kasus surat kabar Lentera dapat menjadi contoh tentang bagaimana pers yg independen menjadi besar akibat sebuah pembredelan. Kita juga mengenal Tempo yg juga mengalami hal yg sama di masa orde baru. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa pers independen yg berhasil mempengaruhi massa yaitu pers yg pada akhirnya mengalami pembredalan.

Pada akhirnya kita sampai pada kesimpulan dari catatan ini. Catatan ini - sebagaimana yg telah disebutkan di awal tadi - dimaksudkan untuk membuka pemikiran kita tentang pentingnya pers sebagai media komunikasi massa yg dapat membuka pola pikir massa sehingga menjadi sadar akan suatu hal ataupun peristiwa. Begitupun dengan pers dalam kampus melalui LPM dibutuhkan agar mahasiswa maupun pihak kampus dapat menyadari betapa pentingnya peristiwa tersebut dapat mempengaruhi kehidupan kampus. Namun, kepentingan tersebut tidak dapat berjalan tanpa adanya budaya membaca yg harus diterapkan sebagai salah satu sarana untuk memenuhi kebutuhan intelektualitas kita.

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…

Ikat Pinggang Tali Sepatu ( Shoelace Belt )

Selamat malam berroo.. Bay nde wei seumpama sampean lihat orang atau anak muda pakai ikat pinggang tali sepatu, apa yang anda pikirkan??
Mungkin banyak orang mengira mereka itu orang nggak jelas atau sempel mingkin. Jangan salah..
Mereka yang melakukan hal ini adalah kelompok skateboarder, alasan mereka melakukannya adalah bukan karena fashion, melainkan lebih sesuatu yang fungsional dan alasan yang rasional serta fungsi fashion.
Termasuk saya juga, bukan karena ingin dibilang anak skate atau hardcore Family. Saya pribadi penggila Iwan Fals dan Slank jadi sering menghadiri konser-konser mereka di luar kota. Pengalaman saya setiap memasuki area konser selalu dilakukan pemeriksaan, tak jarang ikat pinggang pun disita sementara. Nah dari pengalaman ini saya tidak sengaja lihat foto teman-teman di facebook menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang. Saya coba browsing ternyata subkultural ini memang sudah lama ada.
Mereka menggunakan tali sepatu sebagai ikat pinggang lebih karena fakt…