Skip to main content

Benarkah Kita Punya Kehendak Bebas?

Manusia lebih tinggi derajatnya dari malaikat karena kita memiliki kehendak bebas. Bukankah akan lebih hebat saat suatu keberadaan dapat memilih beriman atau tidak beriman tapi dia memilih beriman walau dengan rintangan yang ada? Walau dengan keberadaan agama lain yang senantiasa menyinggung keimanan. Manusia tetaplah bebas untuk memilih beriman ataupun tidak beriman.

Tapi benarkah bebas? Suatu keadaan dimana kamu selalu bisa memilih untuk beriman dengan tidak beriman?

Kemungkinan besar yang membaca ini adalah orang Indonesia sehingga kemungkinan besar kamu lahir di keluarga muslim dengan ayah dan ibu yang sesama muslim. Sehingga kemungkinan besar pula sejak kecil kamu diajari tentang agama. Bahwa Tuhan maha kuasa telah menciptakanmu dengan tujuan semata untuk kamu beribadah kepada-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Tentang shalat fardhu, tentang shalat sunnah, tentang kedudukan suami dengan istri, tentang sifat-sifat Wajib, mustahil, dan jaiz dari Allah. Tentang Qadha dan Qadr, tentang betapa sehendaknya Allah sebagai tempat pertamamu mengungkapkan segala keluh kesah, tentang keajaiban Allah yang diberikan kepada hambanya yang taat and so on.

Dalam situasi seperti itu, apakah kamu bisa dengan bebas memeluk agama Baha'ism tanpa kamu merasa ada yang sangat salah dari kamu memeluk agama barumu? Yaitu kamu sama sekali tidak dapat menganggap agama barumu benar.

Anggap saja kamu bukan lahir di Indonesia, atau ya mungkin lahir di Indonesia tapi di keluarga cina kristen yang beberapa bulan yang lalu dianggap beridentitas sama dengan seorang gubernur yang mereka teriakkan untuk dihukum karena menista agama. Mampukah kamu secara bebas tanpa beban untuk memeluk agama yang sama dengan para pendemo itu? Saat sejak kecil kamu diajarkan untuk yakin seyakin yakinnya bahwa Yesus Kristus mati untuk seluruh umat manusia dan kita harus menerima Yesus Kristus sebagai gembala dan juru selamat.

Atau mungkin kamu adalah bagian dari suku terisolasi seperti disini ( http://www.cracked.com/article_19976_6-isolated-groups-who-had-no-idea-that-civilization-existed.html ) yang bahkan tidak tahu keberadaan iPhone walau hidup di jaman sekarang. Tidak pernah sekalipun mereka bersentuhan dengan Kristen, Islam, Hindu, Buddha, etc. Dengan situasi seperti itu, mampukah mereka bebas memilih untuk masuk ke salah satu agama yang mereka sendiri tidak tahu itu pernah ada?

Jawabannya tentu saja tidak, kita tidak punya kehendak bebas yang mampu membuat kita memilih tanpa ada beban apapun informasi baru yang menentang kepercayaan lama yang telah kita kita sebagai kebenaran, terutama jika kamu sudah sangat-sangat nyaman dengan apa yang dipercaya saat ini. Pikiran kita akan mencoba melawan informasi baru yang jahil ini, pikiran yang mengganggu kenyamanan ini. Sehingga disinilah peran critical thinking dalam menentukan secara reasonable dan cerdas tentang apa yang harus dipercaya dan yang harus dilakukan melampaui kepercayaan kita sendiri.

Bahkan orang seperti saya yang saat ini tidak memeluk agama apapun. Saya berpikir saya tidaklah bebas dan dibatasi oleh pikiran saya sendiri sama seperti anda semua yang akan merasa sangat tidak enak saat beragama di luar apa yang anda percaya sekarang. Karena saya dibatasi oleh apa yang saya tahu, oleh apa yang saya anggap benar, walau tentu saya berusaha untuk menguji informasi baru daripada menolak mentah-mentah.

Anggap saja beberapa tahun yang lalu keluarga saya bangkrut sehingga saya tidak dapat melanjutkan pendidikan dan tidak mendapatkan akses untuk belajar berbahasa Inggris dan bertemu dengan orang-orang yang kritis seperti dosen saya dulu dan beberapa teman lain. Serta tidak punya akses untuk belajar apa itu critical thinking dan sains. Maka tentu saya mungkin menjadi salah satu anon disini yang tidak terima saat admin akun irreligi mengatakan kitab suci saya bertentangan dengan sains. Karena saya tidak berada dalam situasi dimana saya punya kesempatan untuk belajar keluar dari dogma keagamaan. Belajar bahwa it's okay to question religion. Tapi nyatanya saya tidak berada dalam situasi seperti itu. Dan jadilah saya.

Tuhan jika dia ada sepertinya overestimating kemampuan manusia. Saat apa yang kita percaya tidak akan dapat lepas dari situasi dimana kita berada. Dimana agama adalah persoalan geografi dan pedigree dengan hanya sebagian kecil merupakan hasil dari konversi agama lain. Sama sekali bukan tuhan memberikan petunjuk padamu saat apa yang kamu lakukan selama hidupmu hanyalah melakukan apa yang menurutmu memberikan kenyamanan dan ketentraman di pikiranmu.

Mungkin diantara kalian akan berpikir bahwa saya telah dibatasi logika saya sehingga tidak dapat menerima kebenaran tuhan dan semacamnya. Saya dibatasi logika manusia yang lemah. Sedangkan kalian mengakui akal kalian tidak sebanding dengan tuhan sehingga butuh keimanan ilahi yang diberikan oleh keberadaan tertinggi yang gak mungkin salah supaya tidak tersesat. Tapi itu dia perbedaan terbesar saya dengan advokat agama.

Tidak ada terbesit satu pikiran pun saya berpikir logika dapat mengantarkan kepada kebenaran selain kebenaran logis itu sendiri. Bahwa logika itu merupakan proses pikiran manusia dan bukan the truth in itself yang independen dari pikiran manusia. Sehingga logika, atau malah semua pengetahuan kita, itu bersifat subjektif. Sementara para advokat tuhan disini percaya bahwa kepercayaan kalian secara inheren gak mungkin salah, objektif, yang menentang pastilah orang yang tidak paham, dan jalan kebenaran mutlak melebihi apapun produk manusia.

Yah disinilah saya, memberikan ide-ide jahil untuk menurunkan agama dari singgasana kesakralannya untuk turun dan dianggap setara dengan ide lain.

_____________
Further reading :
Critical Thinking : student's introduction
http://conaxe.com/v1/page/234/pai--sifat-wajib-mustahil-dan-jaiz-bagi-allah-swt-.html
http://www.iep.utm.edu/freewill/
http://www.iep.utm.edu/existent/#SH1c
https://youtu.be/lWZifSXlzlI

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…