Skip to main content

Dari Rezim Orde Baru Hingga Rezim Sekarang Ini


Tanggal 11 maret identik dengan Supersemar 1966. Banyak yg mulai membuka diri, mulai membaca tentang fakta-fakta sejarah kemudian mengecam, memblejeti rezim Diktaktor Militer Fasis Jendral kanan : Suharto dalam bahasa John Rossa dalam bukunya " Gerakan 30 September dan Dalih Pembunuhan Massal" disebutkan supersemar adalah taktik kudeta merangkak meskipun John Rossa dalam bukunya hanya membicarakan Seputar Peristiwa G30S, baik pra ataupun pasca peristiwa, tanpa lebih jauh membicarakan seputar pembantaian. karena menurut John Rossa peristiwa pembantaian lebih ruwet lagi jauh lebih rumit. Tapi buku John Rossa benar-benar menyuguhkan scara komprehensif soal berkaitan dengan G30S.

Dari berbagai sumber lain
Peristiwa pembunuhan masal pasca 1965, pembantaian Intensif di tahun 1965-1968 walaupun hingga 1980-an Pembantaian dan pengejaran masih tetap berlangsung, adalah pembantaian paling biadab terbesar di abad 20.
Komandan RPKAD Sarwo Edie berpendapat telah membunuh 3 Juta Komunis, 3juta yg disebutkan adalah baru kaum komunis. Bagaimana dengan kaum revolusioner non komunis yg lain? Bagaimana dengan ormas afilial seperti BTI, Gerwani, Lekra di Jawa Barat Saja Anggota BTI sudah di angka 4juta, di Jawa Tengah Anggota BTI ada 6 Juta belum provinsi yg lain. Anggota Lekra 3 Juta, Anggota SOBSI 6 juta, Anggota Gerwani 4 Juta. belum Ormas pemuda rakyat, belum ormas Afilial yg lain seperti Ikatan Sarjana Indonesia. Mengingat anggota PKI dan organ Afilial pasti kalau tidak dibantai ya di buang ke pengasingan sebagai tahanan politik.

Bagaimana dengan yg salah tangkap? bagaimana dengan ormas lain seperti PNI dan organ-organ yg berafiliasi dengan PNI.

Jika  merujuk angka-angka keanggotaan diatas maka ungkapan pembantaian pasca 65 adalah pembunuhan massal terbesar dan paling biadab di abad 20 adalah benar adanya bahkan korbannya melebihi fasisme Nazi dan melebihi korban Perang Dunia II. Dan seluruh korban tersebut sebagian besar tidak melalui proses peradilan. Orde Baru lebih Jahat daripada Kolonialis Belanda.
Saat meledak pemberontakan anti kolonial 1926-1926 di jawa dan sumatra seluruh pimpinan pemberontak ketika toh dihukum semuanya melalui proses peradilan ada yg jadi tahanan politik, hukuman seumur hidup dan hukuman mati.

Tapi Pembantaian pasca 1965 mayoritas tak memakai proses peradilan.
Kediktaktoran Jendral Reaksioner Suharto hakekatnya adalah representasi dari ketiktaktoran bersama antara tuan tanah, kapitalis birokrat dan borjuis komprador dalam negri yg mewakili kepentingan tuan Imperialisme atau kapitalis Monopoli.

Reformasi 98
Krisis di dalam tubuh Imperialisme yg dibebankan kepada negri dunia ketiga tentulah menyebabkan krisis negri dunia ketiga lebih kronis lagi. Pada 1997 meledaklah krisis melambung mebembus langit.
Kaum Mahasiswapun turun kejalan, walaupun Gerakan 98 juga sebagian karna disulut oleh perpecahan para Jendral termasuk juga oprasi Intelejen tapi Penyulutan Gerakan tersebut membangkitkan Kaum Intelektual Borjuis kecil yaitu Mahasiswa.
Kebangkitan Reformasi bukan hanya milik Mahasiswa, di pedesaan bergejolak di seluruh pulau Jawa Kaum Tani Menblandong (Menebang kayu hutan) scara besar-besaran dan menduduki lahan dalam rangka Reklaiming.
Mahasiswa tumpah ruah turun kejalan di Jakarta, demo kian hari kian masif. demo berhasil memaksa Sukarto untuk Mundur.

Orde Baru tumbang dan dimulailah Orde Reformasi, rezim berulang silih berganti, pemilu berulang terjadi semakin hari rakyat bertanya kembali apa yg salah dengan Reformasi. fakta dilapangan justru memperlihatkan kehidupan tak kunjung lebih baik tapi justru lebih parah dari zaman Orde Baru.
Reformasi adalah hanya pergantian Rezim, jika meninjau pengertian negara dalam arti yg sebenarnya yaitu Negara Adalah Alat Penindas Kelas. maka Reformasi sama sekali tak mengganti kekuasaan Negara yaitu mengganti kekuasaan Kelas.

Dengan Reformasi ruang Demokrasi, kebebasan berserikat, kebebasan pers, kebebasan politik kesemuanya itu dalam batas-batas tertentu dapat dihirup rakyat. capaian-capaian ini disebut kemenangan kecil atau kemanangan sementara.
Dan seiring berjalannya waktu, kemenangan2 Reformasi rakyat tersebut perlawan dan pasti tanpa malu dan tanpa ragu mulai dirampas kembali oleh rezim.

Sudah disebutkan dimuka, perkara rezim Suharto adalah sebenarnya representasi rezim dari Kediktaktoran bersama antara tuan tanah, kapitalis birokrat dan komprador yg juga mewakili kepentingan Imperialisme.

Revolusi hanyalah slogan selama pemimpinnya terus dan terus saja mengutamakan kepentingan partai pengusung atau pun individu masing-masing. Setelah menjadi pemimpin, seharusnya bisa menjadi diri sendiri sebagai warga negara bukan dirinya yang terkekang berbagai kepentingan lain yang terkesan melindungi rakyat tetapi sebenarnya reaksioner akut, anti rakyat dan anti demokrasi pula.
Rakyat mulai sadar dan rakyat tidak bodoh. rakyat hanya sedang menunggu atas arahan dari kepemimpinan yg tepat. rakyat rindu dengan kepemimpinan yg mampu menunjuki jalan yg lurus. dan jalan yg lurus tidaklah datang dari langit malainkan datang dan lahir dari masa rakyat sendiri, lahir dari Roda Sejarah dan tak ada siapapun yg bisa menghalangi lajunya Roda Sejarah.

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…