Skip to main content

Reforma Agraria Sejati Sekarang Juga !!!

Reforma Agraria

Desa yg berada di dalam dan sekitar hutan ada sekitar 30.000 (tiga puluh ribu desa) tersebar di seluruh Indonesia. 90% masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. mari coba kita hitung 30.000 desa itu ada berapa penduduk?

kita ambil rata-rata untuk satu desa saja semisal dihuni oleh 1000kk (kepala leluarga) dan di setiap kk dihuni 4 anggota keluarga (ayah, ibu, dua anak) =

30.000 (desa) X 1000 (kk) X 4 (anggota keluarga) =
30.000 (desa) X 1000 (kk) = 30.000.000 (tiga puluh juta kk)
30.000.000 (kk) X 4 (jiwa) = 120.000.000 (seratus dua puluh juta jiwa)

ada 120 juta jiwa yg tinggal di dalam dan sekitar hutan di seluruh Indonesia 90%nya berada di bawah garis kemiskinan
90% dari 120 Juta Jiwa =
90/100 x 120.000.000 = 108.000.000 Jiwa.

ada 108 juta jiwa yg sedang menjerit, menderita dan menanti Reforma Agraria Sejati. kenapa RA menjadi penting?
musebab 90% penduduk sekitar hutan berada di bawah garis kemiskinan adalah karena mereka yg 108 Juta itu tak memiliki tanah atau kalaupun punya tanah itu hanya sedikit, dengan kata lain yg 90% tersebut adalah termasuk Buruh tani dan Petani miskin sementara untuk 10%nya masuk kategori tani tengah dan tani kaya.

mengapa yg 90% menjerit, tak punya tanah atau kalau punya hanya sedikit?
karena tanah yg ada di areal dalam dan sekitar hutan dimonopoli oleh segelintir saja, oleh lembaga swasta ataupun Institusi Negara. segelintir yg memonopoli, mereka itu adalah tuan tanah besar.

"Pengalaman di Afrika Selatan, 5 persen penduduk kulit putih menguasai 50 persen tanah, negaranya bubar. Kita 0,2 persen penduduk menguasai 74 persen tanah. Inilah satu distribusi lahan paling ekstrim di dunia," ujar Hafid (komnas Ham)

Sebagian besar tanah Indonesia ini dikuasai segelintir perusahaan saja seperti HPH, perkebunan sawit, tambang, dsb. Ada 1 orang (Sinarmas) yg menguasai 5 juta hektar tanah. Padahal jika dibagi ke 5 juta petani, bisa didapat 50 juta ton beras/tahun. Cukup untuk makan 500 juta orang.

Bagi Hafid, distribusi tanah yang terjadi saat ini menunjukkan negara telah dimiliki sekelompok kecil penduduk. Sementara orang miskin tidak memiliki celah untuk keluar dari kemiskinannya karena mereka tidak mempunyai tanah.

30.000 desa di dalam dan sekitar hutan tersebut juga rentan Konflik Agraria, 120 Juta jiwa setiap hari, sepanjang masa berhadap-hadapan dengan Konflik yg seolah Konflik Agraria itu abadi semenjak zaman Majapahit hingga sekarang zaman Jokowi.

Berdasarkan catatan tahunan Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA), "jika di tahun 2015 terjadi 252 kasus, maka jumlah ini meningkat sekitar 450 kasus di tahun 2016. Dengan rincian luasan wilayah konflik sekitar 1.265.027 hektar lahan, serta melibatkan 86.745 KK. Kasus konflik tertinggi berada di Riau 44 kasus, disusul Jawa Timur 43 kasus dan Jawa Barat 38 kasus."

sumber lain, dari rilis catatan akhir tahun yg dikeluarkan oleh PP (pimpinan pusat) AGRA (Aliansi Gerakan Reforma Agraria) menyebutkan, "Sepanjang tahun 2016, AGRA juga mencatat setidaknya ada 30 konflik agraria di 12 Provinsi yang mengakibatkan kekerasan, penangkapan dan kriminalisasi terhadap kaum tani dan masyarakat yang mempertahankan tanah, baik konflik baru atau konflik lama yang kembali memanas karena tak kunjung selesai."

"Dari 30 kasus tersebut 92 petani korban kekerasan, 39 korban penembakan, 228 orang ditangkap dan 83 dikriminalkan. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir ini, sekitar 200 petani kecil ditangkap dan dikriminalkan dengan tuduhan pembakar lahan di Kalimantan dan Sumatra."

Lebih parah lagi, selain terus melakukan tindak kekerasan yang semakin intensif, dari catatan yang dihimpun oleh Aliansi Mahasiswa Papua dalam periode April-Juni 2016 sedikitnya 4,080 orang petani, mahasiswa, suku bangsa minoritas dan masyarakat pedesaan di Papua telah ditangkap paksa oleh aparat."

"Di DKI Jakarta dan sekitarnya, sepanjang tahun 2016 setidaknya telah tergusur sebanyak 1.275 jiwa di Bukit duri Jakarta Timur, 90 KK di rawajati kalibata Jakarta Selatan, 396 KK di pasar ikan Jakarta utara dan ancaman terhadap 7.000 Jiwa di Kampung baru Dadap Tanggerang. Dalam penggusuran tersebut, setidaknya 5 orang luka parah, 1 di tembak dan 17 lainnya ditangkap."

catatan yg dirilis oleh KPA dan AGRA adalah sumber data paling Valid di Indonesia, karena KPA sebagai NGO yg memang fokus di Isu-isu Agraria dan AGRA adalah Ormas (Organisasi Massa) sipil berskala Nasional yg menghimpun petani, nelayan dan suku bangsa minoritas juga fokus pengorganisasian di isu Agraria.

tentu jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi mengingat data yg disebutkan adalah berdasarkan basis massa masing-masing, belum lagi catatan ormas tani atau lembaga yg lain yg juga fokus di isu konflik agraria seperti STN (serikat tani Nasinal), SPI (serikat petani Indonesia), SPP (serikat petani pesundan) selain lambaga atau organ nasional tadi, masih ada ribuan serikat tani lokal yg juga memiliki catatan dan besar kemungkinan Konflik yg tak tercatat jauh lebih besar jumlahnya.

pada tahun 2016 rezim Jokowi juga punya Program Reforma Agraria, di dalam rilis AGRA disebutkan :

"Program reforma agraria Jokowi didalam strategi nasional pelaksanaan reforma agraria adalah program redistribusi dan legalisasi (sertifikasi) 9 juta hektar tanah, dan pencapaian target 12,7 juta ha untuk alokasi Perhutanan Sosial seperti Hutan Kemasyarakatan (HKM), Hutan Desa (HD), dan Hutan Tanaman Rakyat (HTR). Intinya program Reforma Agraria (RA) Jokowi adalah bagi-bagi tanah bekas HGU milik tuan tanah (perkebunan besar), Membagi tanah-tanah telantar milik tuan tanah (perkebunan besar), Membuka akses tanah milik tuan tanah besar seperti Perhutani kepada tani miskin dengan cara tumpang sari, PHBM, dan kemitraan."

tapi setelah di analisa sejak awal pencetusan RA Jokowi hingga Implementasinya, AGRA kemudian menyatakan sikap bahwa Program Reforma Agraria Jokowi adalah Palsu

"Dengan demikian, RA Jokowi akan tetap melestarikan monopoli tanah, karena tuan tanah tetap berkuasa memonopoli tanah, tetap bebas menghisap dan menindas buruh tani dan tani miskin. Membagikan tanah sisa milik tuan tanah kepada rakyat pedesaan secara terbatas dan hanya cukup untuk sebagian kecil (minoritas) rakyat miskin pedesaan. Sedangkan tenaga produktif kaum tani tidak akan bebas dari penghisapan dan penindasan feodalisme dan imperialisme."

"Program RA Jokowi adalah palsu, karena program tersebut hanya legalisasi aset atau sertifikatisasi yang bertujuan untuk memperluas pasar tanah (land market) dan kredit perbankan. Program ini bahkan semakin mengancam terjadinya perampasan tanah semakin massif dan legal, karena memudahkan jual-beli tanah yang menguntungkan perusahaan perkebunan besar dan perbankan yang dengan mudah dapat menyita asset kaum tani karena gagal bayar kredit akibat merosotnya harga komoditas pertanian."

"Kesimpulannya bahwa, Ide, konsep dan pelaksanaan Program RA Jokowi bertentangan dengan aspirasi sejati kaum tani dan rakyat Indonesia. Dimana hakekat reforma agraria sejati yakni penghapusan atas monopoli tanah dan penghapusan setiap bentuk penghisapan dan penindasan yang bersumber dari monopoli atas tanah. Reforma agraria sejati, suatu konsep menyeluruh tata kelola dan kepemilikan tanah dan sumber-sumber agraria, yang sanggup membebaskan kaum tani dan rakyat Indonesia secara umum, dari penghisapan dan penindasan feodalisme dan kapitalisme monopoli (imperialisme).
Reforma agraria sejati, sebagai fondasi bagi pembangunan Industri nasional untuk melahirkan modernisasi pertanian, sekaligus menjadi syarat mutlak bagi kemajuan tenaga produktif di pedesaan. RA dan pembangunan Industri nasional, sekaligus memutuskan ketergantungan kapital, alat kerja, sarana produksi pertanian hingga tujuan produksi pertanian yang tidak diabdikan pada kepentingan tuan tanah besar dan Imperialisme."

statistika catatan Konflik adalah yg terjadi sepanjang Periode 2016, dan sekarang tahun 2017 sudah memasuki bulan Maret (catatan ini ditulis 29 maret 2017) Konflik Agraria pada tahun 2017 kemungkinan akan jauh lebih Ganas dan lebih masif daripada tahun 2016.

Reforma Agraria Sejati tak bisa di tawar dan ditunda lagi, RA setidaknya kebutuhan atau aspirasi 120 Juta Jiwa di 30.000 desa dalam dan sekitar hutan. belum desa-desa yg lain yaitu kaum tani lain yg berada di luar areal hutan. sebab RA bukan hanya menjadi kebutuhan 30.000 Desa saja, RA sudah menjadi kebutuhan bangsa, kebutuhan dan keharusan 300 Juta Jiwa. dengan RA sejati Industrialisasi Nasional bisa terwujud dengan RA sejati Pendidikan Ilmiah dan Demokratis juga bisa terwujud.

Sumber :
Rilis catatan akhir tahun oleh PP AGRA
Rilis catatan tahunan oleh KPA

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…