Skip to main content

SARCASM: SAYA PRO SEMEN! TAPI MASIH MAU MAKAN NASI! #indonesiadaruratsemen

Writer :
-Mr.Snowden

Di media massa utamanya di timeline akun line saya, akhir akhir ini ramai diperbincangkan mengenai "Kendeng", "Semen", dan segala tetek bengeknya. Yayaya, seperti yang kita ketahui bersama, masalah konflik Sumber Daya Alam yang sedang terjadi di sekitaran Kendeng, Jawa Tengah menjadi semakin pelik. Masalah yang sejatinya telah terjadi sejak sekitar tahun 2013 an, namun baru terekspose atau terpublikasi ke masyarakat luas pada tahun 2016 ini sebenarnya merupakan satu dari sekian banyak contoh "kolot" nya pemerintahan Indonesia dan juga "tolol" nya masyarakat Indonesia.

Okay, berbicara mengenai konflik Sumber Daya Alam di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah saya akan memaparkan terlebih dahulu tentang duduk permasalahan dan awal munculnya permasalahan konflik Sumber Daya Alam ini.

Nah sebenarnya bagaimana sih Pegunungan Kendenf bila ditinjau dari kondisi geografis dan geologisnya? Kenapa sebegitu pentingnya mereka baik masyarakat bawah maupun cukong cukong kapitalis pro semen itu memperjuangkan daerah sekitaran Pegunungan Kendeng untuk kepentingan mereka masing masing?

Kawasan Pegunungan Kendeng sebenarnya terkenal akan satu potensi alam yang sangat besar nilainya, baik secara ekonomis maupun secara konservatif. Potensi alam yang terletak di Pegunungan Kendeng adalah kawasan karst. Karst merupakan lanskap yang terbentuk karena peleburan batuan karbonat, meskipun sama, bentukan ini juga dapat ditemukan di kawasan gunung berapi dan permafrost(batuan kedap air). Salah satu karst yang terdapat di wilayah Asia adalah Kawasan Karst Pegunungan Kendeng Utara yang terletak di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Secara ekologis, Kawasan Karst Pegunungan Kedeng Utara memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah. Tercatat ada 24 jenis flora yang tumbuh di sana, antara lain Mahoni (Swietenia macrophylia), Jambu Mete (Anacardium occidentale), Randu Kapuk (Ceiba Pentandra), Randu Alas (Salmalia malabarica), dan Kepuh (Sterculia foetida). Sedangkan untuk faunanya, terdapat 45 jenis burung, 11 jenis mamalia, 1 jenis herpetofauna yaitu ular Sanca Kembang (Pyton reticulatus) dan jenis-jenis dari arthropoda serta moluska.

Setelah didata, Kawasan Pegunungan Kendeng Utara memiliki sekitar 210 sumber mata air yang tidak pernah kering. Beberapa diantaranya merupakan sumber mata air permanen, sedangkan beberapa lainnya merupakan sumber mata air musiman. Dengan jumlah yang begitu besar, sumber mata air di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara ini menyuplai 75% pasokan air baik untuk irigasi, kebutuhan rumah tangga dan industri rakyat di sekitar wilayah Kabupaten Pati dan sekitarnya. Penemuan lainnya adalah terdapat sebanyak 15 gua berair (sungai bawah tanah) dari sebanyak 24 gua yang telah ditemui di Pegunungan Kendeng Utara. Hal ini mengindikasikan bahwa sistem hidrologi tanah di atas gua masih ada dan proses kartisifikasi masih berlangsung di gua-gua tersebut.

Potensi lainnya yang berada di Pegunungan Kendeng Utara adalah tambang pasir, batu gamping, dan juga tambang tanah liat. Sebagian besar aktivitas penambangan yang dilakukan masyarakat adalah penambangan skala kecil dengan menggunakan alat alat tradisional. Namun ada juga pemodal yang melakukan aktivitas penambangan dengan menggunakan alat berat dan mempekerjakan warga sekitar. Jadi sebenarnya telah sejak lama aktivitas penambangan terjadi di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Namun yang perlu digarisbawahi adalah penambangan di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara dilakukan secara tradisional dan masih memegang erat tradisi tradisi yang bertujuan mencintai alam. Hal tersebut dibuktikan dengan masih lestarinya situs situs spiritual yang masih banyak tersebar di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara.

*****************************

Potensi ekonomis pertambangan batuan di Kawasan Pegunungan Kendeng Utar ternyata juga mengundang minat para investor dari luar Pati. Potensi karst yang terkandung di Pegunungan Kendeng Utara sejak lama telah menjadi sinyal bagi para investor untuk berinvestasi, salah satunya adalah pertambangan batu gamping sebagai bahan baku utama pembuatan semen.
Dalam sembilan tahun terakhir, terhitung sudah ada dua investor yang mencoba untuk berinvestasi batu gamping di Pati, yaitu PT. SG di tahun 2006 dan PT. SMS di tahun 2008 hingga saat ini. Kala itu PT. SG gagal berinvestasi dikarenakan cacat perizinan, sehingga pada tahun 2011 PT. SG resmi angkat kaki dari Kabupaten Pati tanpa sempatmelakukan proyek pendirian pabrik semen. Mundurnya PT. SG dari Pati ternyata tidak membuat PT. SMS gentar dengan rencananya, meskipun rencana tersebut banyak mendapat pertentangan dari masyarakat Pati. Maka untuk kedua kalinya masyarakat Pati harus berhadapan lagi dengan pabrik semen berskala besar.

Semenjak munculnya wacana akan didirikannya pabrik semen oleh PT. SMS,kehidupan masyarakat mulai tidak tenang, terlebih ketika PT. SMS mulai melakukan manuver ke pejabat dan kalangan elit daerah demi menyukseskanrencana pendirian pabrik semen. Kekhawatiran masyarakat ini sangat beralasan karena masyarakat tidak ingin sumber kehidupannya (Pegunungan Kendeng Utara) punah oleh „raksasa pemilik modal‟. Rasa khawatir inilah yang kemudian memaksa masyarakat untuk berbuat lebih jauh demi mempertahankan penghidupan untuk masa depan.

Ancaman kerusakan lingkungan serta tergerusnya nilai-nilai sosial-budaya masyarakat nampaknya sudah terbayang dalam benak mereka. Bagi mereka hanya ada 2 pilihan, berjuang demi hidup mereka dan keturunan mereka, atau tunduk pada keputusan antek antek kapitalis yang menyedot lahan mereka.

************************

Nah, sekarang, menurut pendapat saya sendiri nih. Bila ditanya saya berpihak kemana, maka saya akan lantang menjawab bahwa tegas SAYA PRO SEMEN, DAN SAYA MENDUKUNG DIDIRIKANNYA PABRIK SEMEN!

Kenapa? Ada beberapa alasan yang mendasari pendapat saya tersebut.

Okay, alasan saya yang pertama adalah saya sangat mendukung kapitalisasi sektor industri di Indonesia khususnya di wilayah Pegunungan Kendeng Utara. Ya, saya sangat mendukung cukong kapitalis beserta penjilat penjilatnya yang menghamba pada uang itu merebut lalu kemudian menguasai alat alat produksi di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara itu. Setelah alat alat produksi dikuasai, maka saya rela rakyat rakyat kecil yang awalnya bekerja sebagai petani itu dibodohi dengan iming iming status buruh pekerja pada pabrik semen di Kawasan Pegunungan Kendeng Utara itu. Saya rela mereka rakyat kecil itu disedot sumber dayanya dengan iming iming fana gaji yang seharusnya apabila alat produksi mereka pegang sendiri, mereka bisa hidup lebih sejahtera. Tidak, saya tidak rela rakyat kecil itu sejahtera. Biarkan cukong kapitalis itu yang hidup sejatera dari uang hasil curian mereka yang berasal dari kerja keras rakyat. Kesejahteraan antek kapitalis merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar!

Alasan yang kedua adalah bahwasanya saya benar benar memahami, dengan jumlah nilai produksi sebesa 78 juta ton pada tahun 2016 dan diperkirakan meningkat sebanyak 102 juta ton pada tahun 2017 masih sangat kurang untuk memuaskan tuan tuan kapitalis yang ongkang ongkang kaki diatas penderitaan rakyat buruh. Dengan angka produksi sebesar itu, penjualan semen di Indonesia belum bisa memuaskan perut para kapitalis bajingan itu. Maka dengan ini saya dengan sadar menyatakan bahwa INDONESIA DARURAT SEMEN!

Ya! Indonesia darurat semen. Kebutuhan Indonesia akan semen yang tahun lalu hanya butuh 68,4 juta ton dari total produksi 78 juta ton harus digenjot lagi! Angka kebutuhan semen harus ditingkatkan lagi. Dengan ilusi bahwa "semen Indonesia dibutuhkan untuk pembangunan yang lebih baik, pembangunan untuk Indonesia ke depannya" angka kebutuhan semen bagaimanapun harus ditingkatkan! Ya, untuk membangun Indonesia yang lebih baik bagi kapitalis! Membagun rumah rumah mewah bagi bos bos pemilik perusahaaan industri yang menyedot hasil keringat rakyat!

Indonesia darurat semen! Sekali lagi saya tegaskan bahwa Indonesia darurat semen, bukan darurat pangan!

Toh Indonesia yang terkenal akan lumbung beras Asia ini masih bisa memenuhi kebutuhan pangannya dengan mengimpor besar besaran sebanyak 302,71 juta kg dari Thailand dengan menghabiskan uang negara sebanyak US$ 156,332 Juta. Yah, Indonesia masih bisa menghamburkan uang negara, hanya untuk jagung yang notabene bisa diproduksi di Indonesia, namun karena kita harus menyembah antek kapitalis itu, maka kita masih bisa menghabiskan uang negara sebanyak US$ 544,189 juta dengan kapasitas impor sebesar 1,08 Miliar. Itupun baru tahun 2013. Ya di tahun 2017 ini, kita harus memperbanyak industri semen dan menghamburkan uang negara untuk memenuhi ketahanan pangan Indonesia.

Bagaimanapun bos bos pemilik perusahaan harus kenyang dengan uang dari kita! Persetan dengan peraturan sadar bahwa industri semen tidak boleh melebihi 2 kali lipat kebutuhan semen perdaerah. Persetan dengan aturan bahwa Industri semen tidak boleh merusak kawasan perlindungan alam dan konservasi, dimana sebenarnya Karst Pegunungan Kendeng merupakan kawasan konservasi alam berdasar peraturan kementerian ESDM no 17 tahun 2012. Persetan dengan itu semua!

CUKONG KAPITALIS SEDUNIA! BERSATULAH! MARI DIRIKAN PABRIK SEMEN DI KENDENG!

Referensi :
1) Analisis Konflik Sumber Daya Alam di Pegunungan Kendeng Utara, Kabupaten Pati pdf
2) Kendeng dan titik balik perindustrian Indonesia pdf
3) Ketahanan pangan nasional pdf
4) Statistik perindustrian Indonesia pdf

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. Sem…

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Sebait Puisi Pembuka Konser Suara Untuk Negri Cimahi Bandung

Konser Iwan Fals yang bertajuk Konser Suara Untuk Negri yang diselenggarakan di  Cimahi Bandung bersama Jamrud dan Gigi memang banyak melahirkan inspirasi dan juga semangat buat saya pribadi yang memang mengidolakan Bang Iwan sejak kelas 4 SD. Ada yang menarik di Konser kali ini, Bang Iwan membuka konser dengan sebait puisi yang entah siapa yang menciptakan, saya sendiri kurang tau, yang pasti suara khas Iwan Fals membuat suasana semakin hening.Pada alam yang indah
Pada langit yang mempesona
Kau tunjukkan wajah-Mu
Dengan begitu Kau ajarkan keindahan
Dan rasa syukurKemarin Kau luapkan air bah
Kau muntahkan perut bumi
Kau sebarkan debu
Sesungguhnya Kau tengah mengajarkan cinta
Agar ada rasa kasih walau tak saling kenal
Dan kini untuk alasan yang sama kita bersama
Bersatu atas nama cintaKalimat demi kalimat dalam puisi tersebut sangat menginspirasi, mengajarkan kita untuk tetap bersyukur disela cobaan dan kesedihan yang kita hadapi.
Mengajarkan kita untuk berpikir positif, dan yakin dibalik semua…