Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2017

Boromania, Lumpia PERSIBO Dan Sebuah Tradisi ''Kampungan'' yang Harus Dihilangkan

Hari ini merupakan hari yang bersejarah buat para penggemar bola di Kota tercinta Bojonegoro. Setelah beberapa tahun vakum kini PERSIBO bangkit kembali. Meskipun harus memulai dari kasta terendah Liga Indonesia namun semangat official club maupun para penggemarnya tak menciut, kebangkitan PERSIBO bagaikan oase di tengah pada pasir bagi BOROMANIA.
Pada uji coba pertama hari ini terlihat sekali antusias para Boromania dari segala penjuru kota tercinta. Layaknya perayaan hari raya setelah berpuasa selama beberapa tahun.
Ada banyak hal menarik yang saya perhatikan pada pertandingan persahabatan antara PERSIBO VS PERSEMA hari ini. Jujur saja saya tidak begitu memperhatikan jalannya pertandingan hari ini, perhatian saya terfokus pada ribuan Boromania diatas tribun. Rasanya ada rindu mendalam yang terobati ketika menyaksikan itu semua. Rindu akan atmosfer stadion yang penuh riuh kawan-kawan Boromania, loncat-loncat bareng, menyanyikan yel-yel bareng, tapi ada satu hal lain yang lebih saya …

Apakah akhirat itu ada?

Bagi kaum spiritual tentu mengimani keberadaan akhirat sebaliknya bagi kaum non-spiritual mereka mengimani ketidakberadaan akhirat.
Kaum seperitual kecenderungannya dogmatis, mengimani perkara yang belum terbukti diranah sains.
Kaum non-sepiritual kecenderungannya empiris, mengimani perkara yang hanya setelah terbukti diranah sains.Tenyata keduanya sama-sama punya kecenderungan metode berfikir yang berat sebelah yang satu dogmatis yang satu empiris. Padahal belum tentu bahwa kaum spiritual selalu dogmatis, banyak juga kaum spiritual yang rasional dengan tetap berpijak kepada sains. Adalah hak setiap orang untuk mengimani laku kehidupannya baik yang menempuh jalan spiritual maupun non-spiritual.Beberapa waktu lampau saya bertemu dengan teman lama. Dia terlahir pada sebuah keluarga yang bisa dikatakan khusyu'. Seorang aktivis muda, dia juga merupakan salah seorang cendekiawan kaum Intelektual muda NU, saat ini dia sedang menempuh study di Turki.
Karena lama tak jumpa kami ngobrol b…

Ketika Majapahit Dikritik, Lahirnya Reog Ponorogo Dan Sekilas Tentang Demokrasi

Jauh sebelum pemberontakan Coup de etat Demak Bintara kepada Majapahit yg tahun kejadiannya ditulis oleh pujangga sejarawan jawa dengan sandhi saka = Sirna ilang Kerthaning Bhumi (1478M)Jauh-jauh hari pihak pemerintah Majapahit telah dikritik untuk diingatkan akan bahaya dan ancaman orang-orang pendatang (orang islam) masyarakat pada zaman Feodalisme (revisi : zaman peralihan dari perbudakan ke Feodalisme yaitu disebut zaman setengah perbudakan menuju feodalisme) maksutnya zaman kerajaan Majapahit di zaman peralihan tersebut dahulu pernah mengkritik Raja.Dalam hal ini yg dikritik adalah Raja Majapahit Raden Kertabhumi atau Bhre Wijaya ke V yang dikemudian hari digulingkan oleh anaknya sendiri (Raden Patah adalah Anak kandung Prabu Brawijaya) Pemberontakan Demak Bintara didalangi sepenuhnya oleh para Wali Songo (kubu Sunan Bonang Cs) pada waktu itu Wali Songo terpecah dua kubu, kubu Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Kudus kemudian dikenal dengan islam putihan dan kubu Kanjeng Syech Siti …