Skip to main content

Sajak Bagi Wanita Perkasa, Terkhusus Untuk Bunda

Ini untuk mereka yang terlihat lemah gemulai, bagai singa betina sedang berjalan lunglai di sela hutan hujan tropis kering dihantam kemarau yang tak kunjung usai. Kalian yang duduk manis di rumah mematuhi perintah suami yang pergi berjuang ke medan perang mencari lembar-lembar uang demi mengisi semua perut orang yang menanti dirinya pulang.

Kalian para wanita yang tak pernah lelah dengan segala urusan pekerjaan rumah, memasak, mencuci, dan menjaga si buah hati itu bukanlah hal yang patut diremehkan. Di kala suami pulang kalian beri sambutan hangat tanpa mengeluh pada peluh yang juga ikut kalian curahkan dan malah membasuh luka para pria yang kelelahan di terjang badai atau mungkin sebab berkelahi dengan terik mentari. Mendengarkan cerita keluh kesah para priamu jadi pelengkap hari ini penamban bobot beban di hati.

Kesabaran dan doa yang kalian panjatkan menjadi tameng-tameng pelindung seumpama baju baja dan perisai besi buat para suami untuk menantang pagi. Padahal kadang dengan sadar mereka memaki sebagai pelampiasan letihnya berdiri diatas ranjau duri namun kalian tak bosan menghadapi dengan senyuman penuh empati. Segala upaya juga dicoba senangkan dan menenangkan hati suami yang gundah galau akibat segelintir masalah purba nan merambak bagai virus-virus globalisasi yang merusak mental anak bangsa.

Para wanita, istri nan kuat dan tangguh terkadang jua mereka serba bisa, ikut memeras keringat menghela nafas demi puaskan dahaga buah hati atau ringankan pikulan sang suami atau sekedar penuhi nafsu dari mata yang iri inginkan barang baru seperi milik si anu. Raut wajah tak pernah lukiskan rasa getir yang terus dikecap dari pahitnya realita yang melilit asa. Mengelus lembut rambut si putri kesayangan, membacakan dongeng ksatria kepada sang pangeran. Nian berat beban wanita kelak jadi istri sekaligus bunda bagi anak-anak manja yang tertawa riang dalam kesahajaan.

Hingga tiba di ujung cerita, mohon maafkanlah kaum adam yang penuh cela, juga dosa serta tak peka pada asa yang sering kalian siratkan dalam setiap kata pun perlakuan tak sepantasnya yang kalian terima.

Bojonegoro, 06-08-2017

Comments

Popular posts from this blog

Punakawan ( Semar, Gareng, Bagong, Petruk )

Punakawan adalah karakter yang unik dan khas dalam pewayangan Indonesia. Mereka melambangkan orang kebanyakan. Karakternya memuat bermacam-macam peran seperti penasihat para ksatria, penghibur, kritis sosial, badut bahkan sumber kebenaran dan kebijakan. ya....merekalah Semar, Gareng Petruk, Bagong.
Karakter Punakawan ini memang tidak ada dalam versi asli mitologi Hindu epik Mahabarata dari India. Punakawan adalah modifikasi atas sistem penyebaran ajaran-ajaran Islam oleh Sunan Kalijogo dalam sejarah penyebarannya di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Walaupun sebenarnya pendapat ini pun masih diperdebatkan oleh banyak pihak.
Jika melihat ke biografi karakter-karakter Punakawan, mereka asalnya adalah orang-orang yang menjalani metamorfosis (perubahan karakter yang berangsur-angsur) hingga menjadi sosok yang sederhana namun memiliki kedalaman ilmu yang luar biasa.

Semar ( Sang Bapak )

Semar merupakan pusat dari punakawan sendiri dan asal usul dari keseluruhan punakawan itu sendiri. …

Tuhan Terlalu Cepat Semua ...* 10 - 02 - 2010

Tuhan terlalu cepat Kau panggil dia, seorang yang selalu ada untuk q, seorang yang gag pernah membuat q bersedih, seorang sahabat yang dewasa dan selalu bisa mengerti keadaan q.
rasanya baru kemarin aq bercanda denganmu kawan, baru beberapa hari yang lalu rasanya aq dengar suaramu, tapi semua itu gag kan lagi q temui di dunia ini.
kawan, kini kau telah tiada lagi di dunia ini, aq rindu tawa mu kawan, aq rindu nasihatmu.

Semoga kau mendapat tempat terindah disisi-Nya.
hanya mengingat kenangan indah bersamamu yang mampu q lakukan, bersama tetesan air mata yang gag pernah terlewatkan saat aq mengenang masa masa bersamamu.
selamat jalan sobat q, semoga damai hidup keduamu disana,,,

Kawanku, ingin rasanya kutaburi bunga di tempat peristirahatanmu
Tapi apalah daya kawan, jarak inilah yang membuat anganku itu tertunda..
dan hanya doa yang bisa kupanjatkan pada-Nya….

Kawanku, kini saatnya aku bertanya pada Tuhanku,
Kenapa orang baik sepertimu begitu cepat meniggalkan keramaian hidup?
Apakah …

Cerita Dibalik Lagu WILLy Babeh Iwan Fals

Lagu ini memang sering saya putar akhir-akhir ini, bertahun-tahun mendengar lagu ini baru kali ini saya mencermati liriknya. Sempat bertanya-tanya siapa willy yang dimaksud dalam lagu ini. Apa hubungannya dengan, anjing liar, kuda binal dan mata elang??
Setelah coba nanya di beberapa forum terjawab sudah rasa penasaranku.
Willy adalah nama panggilan untuk penyair terkenal Indonesia Willibrordus Surendra Broto Rendra yang lebih kita kenal dengan WS. Rendra. Dalam lagu ini Iwan Fals seperti kehilangan figur seorang Rendra. Ia bertanya dimanakah gerangan dirinya yang dulu, dimana lantang suaranya.
Pada masa itu, Rendra sedang mengasingkan diri entah dimana sebab dikabarkan dia mendapat ancaman dari pemerintah untuk menghentikan membuat karya puisi yang menyindir pemerintah saat itu. Rendra adalah sahabat Iwan Fals, wajar bila Iwan merasa kehilangan seorang yang sejalan pemikiran dengannya walau lewat media yang berbeda.
Sebenarnya W.S. Rendra sendiri bergelar Burung Merak namun Iwan Fals…