Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2017

Sebuah Kegoblogan: Refleksi Calon Wisudawan

Mungkin tidak ada satupun di dunia ini yang memacu adrenalin selain mempertaruhkan hidup. Lepaskan dulu sementara pengetahuan agama samawimu, hingga kepercayaan kepada pagan. Sebab membaca tulisan ini harus benar-benar menjadi seorang yang agnostik. Jangan kritisi tulisan ini dengan kepercayaan, karena pintu rezeki tidak berbanding lurus dengan status pekerjaan. Wisuda merupakan kegiatan yang tidak wajib dilaksanakan bagi sebagian orang, kegiatan ini hampir mirip-mirip mahasiswa baru dihadapkan dengan ospek. Euforianya mirip, melepas status dari mahasiswa ke pengangguran begitupula sebaliknya ospek dari siswa menjadi lebih keren yaitu mahasiswa. Sama-sama dihadapkan kepada kekejaman realitas, padatnya kegiatan akademik dan non-akademik, di satu sisi melepaskan semuanya. Poin pentingnya tidak semua mahasiswa dapat ikut serta dalam ajang wisuda, dan tidak semua pemuda dapat merasakan ospek di perkuliahan. Lebih pentingnya lagi dalam pandangan absurditas, baik wisuda atau tidak manusia h…

Bagaimana Menghadapi Kaum Pseudo Science?

Di abad 21 ini dunia sains digemparkan oleh munculnya kaum bumi datar (flat earts), mereka bahkan punya study tersendiri dibawah payung flat-earts-society. Tahun berganti tahun jumlah mereka semakin bertambah ratusan publikasi, ribuan buku dari kaum flat-earts pun dibaca kalau tidak jutaan pengikutnya pastilah ratusan ribu orang. Hal ini mirip teori konspirasi dan cocoklogi sebelumnya, yaitu : 1) Borobudur peninggalan Sulaeman, 2) Majapahit kerajaan islam, 3) Konspirasi wahyudi (baca : yahudi), 4) Anti kristus/Dajjal dsb.Awalnya teori konspirasi borobudur enggan ditanggapi oleh ilmuan sejarah, sebab merujuk pada bukti tes karbon saja, para arkeologis tidaklah sulit untuk menyimpulkan bahwa teori borobudur tinggalan King Sulaeman tak lebih hanya pseudo science semata, karna sifatnya yang pseudo science maka menjadi tidak penting untuk ditanggapi/diluruskan. Sebab karya ilmiah tak bisa dibandingkan dengan karya fiksi, tidak apple-to apple, tidak carry to carry.Demikian pula penilaian da…