Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

Dangdut dan Sastra Pembebasan

Siang menjelang, lelah sudah rasanya berkeliling kota pahlawan. Pada sebuah warung kopi, hanya bilik sempit dari seng dan kayu ku lepas kepanatan dan dahaga bersama secangkir kopi pahit. Di sekelilingku tampak tukang becak sedang meregangkan badan, beberapa kuli bangunan sedang bersantai setelah berjibaku bersama pasir dan semen, terlihat pula seorang yang rapi berdasi dengan segelas kopi susu di depannya.Radio di sampingku memutar lagu "Perjuangan dan Doa" dari Rhoma Irama, lalu berganti menjadi "Gubuk Bambu" nya Meggie Z."Siang malam aku membanting tulang demi hidup di masa depan.
Dalam gubuk bambu, tempat tinggalku, kurenungi nasibku.
Suatu saat nanti nasib berubah.
Kuhapus derita dan air mata, kunyanyikan selalu lagu ceria."-------- Sastra Realisme Sosial --------Tahun '50 - '60 an, dunia sastra dihebohkan oleh sastra realisme sosial nya LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Gaya sastra ini merupakan bentuk protes dan pemberontakan terhadap keti…