Skip to main content

Posts

Recent posts

Boromania, Lumpia PERSIBO Dan Sebuah Tradisi ''Kampungan'' yang Harus Dihilangkan

Hari ini merupakan hari yang bersejarah buat para penggemar bola di Kota tercinta Bojonegoro. Setelah beberapa tahun vakum kini PERSIBO bangkit kembali. Meskipun harus memulai dari kasta terendah Liga Indonesia namun semangat official club maupun para penggemarnya tak menciut, kebangkitan PERSIBO bagaikan oase di tengah pada pasir bagi BOROMANIA.
Pada uji coba pertama hari ini terlihat sekali antusias para Boromania dari segala penjuru kota tercinta. Layaknya perayaan hari raya setelah berpuasa selama beberapa tahun.
Ada banyak hal menarik yang saya perhatikan pada pertandingan persahabatan antara PERSIBO VS PERSEMA hari ini. Jujur saja saya tidak begitu memperhatikan jalannya pertandingan hari ini, perhatian saya terfokus pada ribuan Boromania diatas tribun. Rasanya ada rindu mendalam yang terobati ketika menyaksikan itu semua. Rindu akan atmosfer stadion yang penuh riuh kawan-kawan Boromania, loncat-loncat bareng, menyanyikan yel-yel bareng, tapi ada satu hal lain yang lebih saya …

Apakah akhirat itu ada?

Bagi kaum spiritual tentu mengimani keberadaan akhirat sebaliknya bagi kaum non-spiritual mereka mengimani ketidakberadaan akhirat.
Kaum seperitual kecenderungannya dogmatis, mengimani perkara yang belum terbukti diranah sains.
Kaum non-sepiritual kecenderungannya empiris, mengimani perkara yang hanya setelah terbukti diranah sains.Tenyata keduanya sama-sama punya kecenderungan metode berfikir yang berat sebelah yang satu dogmatis yang satu empiris. Padahal belum tentu bahwa kaum spiritual selalu dogmatis, banyak juga kaum spiritual yang rasional dengan tetap berpijak kepada sains. Adalah hak setiap orang untuk mengimani laku kehidupannya baik yang menempuh jalan spiritual maupun non-spiritual.Beberapa waktu lampau saya bertemu dengan teman lama. Dia terlahir pada sebuah keluarga yang bisa dikatakan khusyu'. Seorang aktivis muda, dia juga merupakan salah seorang cendekiawan kaum Intelektual muda NU, saat ini dia sedang menempuh study di Turki.
Karena lama tak jumpa kami ngobrol b…

Ketika Majapahit Dikritik, Lahirnya Reog Ponorogo Dan Sekilas Tentang Demokrasi

Jauh sebelum pemberontakan Coup de etat Demak Bintara kepada Majapahit yg tahun kejadiannya ditulis oleh pujangga sejarawan jawa dengan sandhi saka = Sirna ilang Kerthaning Bhumi (1478M)Jauh-jauh hari pihak pemerintah Majapahit telah dikritik untuk diingatkan akan bahaya dan ancaman orang-orang pendatang (orang islam) masyarakat pada zaman Feodalisme (revisi : zaman peralihan dari perbudakan ke Feodalisme yaitu disebut zaman setengah perbudakan menuju feodalisme) maksutnya zaman kerajaan Majapahit di zaman peralihan tersebut dahulu pernah mengkritik Raja.Dalam hal ini yg dikritik adalah Raja Majapahit Raden Kertabhumi atau Bhre Wijaya ke V yang dikemudian hari digulingkan oleh anaknya sendiri (Raden Patah adalah Anak kandung Prabu Brawijaya) Pemberontakan Demak Bintara didalangi sepenuhnya oleh para Wali Songo (kubu Sunan Bonang Cs) pada waktu itu Wali Songo terpecah dua kubu, kubu Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Kudus kemudian dikenal dengan islam putihan dan kubu Kanjeng Syech Siti …

Reforma Agraria Sejati Sekarang Juga !!!

Reforma AgrariaDesa yg berada di dalam dan sekitar hutan ada sekitar 30.000 (tiga puluh ribu desa) tersebar di seluruh Indonesia. 90% masyarakatnya hidup di bawah garis kemiskinan. mari coba kita hitung 30.000 desa itu ada berapa penduduk?kita ambil rata-rata untuk satu desa saja semisal dihuni oleh 1000kk (kepala leluarga) dan di setiap kk dihuni 4 anggota keluarga (ayah, ibu, dua anak) =30.000 (desa) X 1000 (kk) X 4 (anggota keluarga) =
30.000 (desa) X 1000 (kk) = 30.000.000 (tiga puluh juta kk)
30.000.000 (kk) X 4 (jiwa) = 120.000.000 (seratus dua puluh juta jiwa)ada 120 juta jiwa yg tinggal di dalam dan sekitar hutan di seluruh Indonesia 90%nya berada di bawah garis kemiskinan
90% dari 120 Juta Jiwa =
90/100 x 120.000.000 = 108.000.000 Jiwa.ada 108 juta jiwa yg sedang menjerit, menderita dan menanti Reforma Agraria Sejati. kenapa RA menjadi penting?
musebab 90% penduduk sekitar hutan berada di bawah garis kemiskinan adalah karena mereka yg 108 Juta itu tak memiliki tanah atau ka…

SARCASM: SAYA PRO SEMEN! TAPI MASIH MAU MAKAN NASI! #indonesiadaruratsemen

Writer :
-Mr.SnowdenDi media massa utamanya di timeline akun line saya, akhir akhir ini ramai diperbincangkan mengenai "Kendeng", "Semen", dan segala tetek bengeknya. Yayaya, seperti yang kita ketahui bersama, masalah konflik Sumber Daya Alam yang sedang terjadi di sekitaran Kendeng, Jawa Tengah menjadi semakin pelik. Masalah yang sejatinya telah terjadi sejak sekitar tahun 2013 an, namun baru terekspose atau terpublikasi ke masyarakat luas pada tahun 2016 ini sebenarnya merupakan satu dari sekian banyak contoh "kolot" nya pemerintahan Indonesia dan juga "tolol" nya masyarakat Indonesia.Okay, berbicara mengenai konflik Sumber Daya Alam di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah saya akan memaparkan terlebih dahulu tentang duduk permasalahan dan awal munculnya permasalahan konflik Sumber Daya Alam ini. Nah sebenarnya bagaimana sih Pegunungan Kendenf bila ditinjau dari kondisi geografis dan geologisnya? Kenapa sebegitu pentingnya mereka baik masyarakat ba…

Dari Rezim Orde Baru Hingga Rezim Sekarang Ini

Tanggal 11 maret identik dengan Supersemar 1966. Banyak yg mulai membuka diri, mulai membaca tentang fakta-fakta sejarah kemudian mengecam, memblejeti rezim Diktaktor Militer Fasis Jendral kanan : Suharto dalam bahasa John Rossa dalam bukunya " Gerakan 30 September dan Dalih Pembunuhan Massal" disebutkan supersemar adalah taktik kudeta merangkak meskipun John Rossa dalam bukunya hanya membicarakan Seputar Peristiwa G30S, baik pra ataupun pasca peristiwa, tanpa lebih jauh membicarakan seputar pembantaian. karena menurut John Rossa peristiwa pembantaian lebih ruwet lagi jauh lebih rumit. Tapi buku John Rossa benar-benar menyuguhkan scara komprehensif soal berkaitan dengan G30S.Dari berbagai sumber lain
Peristiwa pembunuhan masal pasca 1965, pembantaian Intensif di tahun 1965-1968 walaupun hingga 1980-an Pembantaian dan pengejaran masih tetap berlangsung, adalah pembantaian paling biadab terbesar di abad 20.
Komandan RPKAD Sarwo Edie berpendapat telah membunuh 3 Juta Komunis,…