Skip to main content

Posts

Recent posts

Ucapan Natal dari Perpektif Sudut Pandang Kelas (Kasta) dan Sedikit Uraian Mengenai Nubuat Juru Selamat

Selamat hari raya Natal. Semoga kasih Bapa, Roh Kudus, Yesus serta Bunda Maria senantiasa tercurah kepada segenap saudara kita kaum kristus, baik protestan, katholik, ortodoks, kristen jawa dll. Ucapan selamat hari raya Natal ini tidak ditujukan kepada segenap kaum reaksioner dalam negri, kaum reaksioner luar negri, kaum reaksioner global, termasuk juga kaum renegat (pengkhianat) dan kaum teknokrat, bukan ucapan salam yang ditujukan kepada kaum reaksi, tapi ucapan kutuk dan perlawanan tak kenal ampun-lah justru sikap yang paling tepat untuk mereka (mereka: kaum reaksi).Semoga jangan terpelatuqe pada kalimat "tak ada ucapan salam kepada kaum reaksi", "yang ada adalah ucapan kutuk dan perlawanan tak kenal ampun" (nanti sedikit saya jelaskan) walaupun sebenarnya wajar aja sih terpelatuqe karena di negri kita dengan corak produksi pra-kapitalis yang masih sangat banyak maka, budaya kagetan, gumunan, terpeletuqe, masa bodoh, ringkasnya menimbang hal ihwal dengan berat s…

Dangdut dan Sastra Pembebasan

Siang menjelang, lelah sudah rasanya berkeliling kota pahlawan. Pada sebuah warung kopi, hanya bilik sempit dari seng dan kayu ku lepas kepanatan dan dahaga bersama secangkir kopi pahit. Di sekelilingku tampak tukang becak sedang meregangkan badan, beberapa kuli bangunan sedang bersantai setelah berjibaku bersama pasir dan semen, terlihat pula seorang yang rapi berdasi dengan segelas kopi susu di depannya.Radio di sampingku memutar lagu "Perjuangan dan Doa" dari Rhoma Irama, lalu berganti menjadi "Gubuk Bambu" nya Meggie Z."Siang malam aku membanting tulang demi hidup di masa depan.
Dalam gubuk bambu, tempat tinggalku, kurenungi nasibku.
Suatu saat nanti nasib berubah.
Kuhapus derita dan air mata, kunyanyikan selalu lagu ceria."-------- Sastra Realisme Sosial --------Tahun '50 - '60 an, dunia sastra dihebohkan oleh sastra realisme sosial nya LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakyat). Gaya sastra ini merupakan bentuk protes dan pemberontakan terhadap keti…

Sebuah Kegoblogan: Refleksi Calon Wisudawan

Mungkin tidak ada satupun di dunia ini yang memacu adrenalin selain mempertaruhkan hidup. Lepaskan dulu sementara pengetahuan agama samawimu, hingga kepercayaan kepada pagan. Sebab membaca tulisan ini harus benar-benar menjadi seorang yang agnostik. Jangan kritisi tulisan ini dengan kepercayaan, karena pintu rezeki tidak berbanding lurus dengan status pekerjaan. Wisuda merupakan kegiatan yang tidak wajib dilaksanakan bagi sebagian orang, kegiatan ini hampir mirip-mirip mahasiswa baru dihadapkan dengan ospek. Euforianya mirip, melepas status dari mahasiswa ke pengangguran begitupula sebaliknya ospek dari siswa menjadi lebih keren yaitu mahasiswa. Sama-sama dihadapkan kepada kekejaman realitas, padatnya kegiatan akademik dan non-akademik, di satu sisi melepaskan semuanya. Poin pentingnya tidak semua mahasiswa dapat ikut serta dalam ajang wisuda, dan tidak semua pemuda dapat merasakan ospek di perkuliahan. Lebih pentingnya lagi dalam pandangan absurditas, baik wisuda atau tidak manusia h…

Bagaimana Menghadapi Kaum Pseudo Science?

Di abad 21 ini dunia sains digemparkan oleh munculnya kaum bumi datar (flat earts), mereka bahkan punya study tersendiri dibawah payung flat-earts-society. Tahun berganti tahun jumlah mereka semakin bertambah ratusan publikasi, ribuan buku dari kaum flat-earts pun dibaca kalau tidak jutaan pengikutnya pastilah ratusan ribu orang. Hal ini mirip teori konspirasi dan cocoklogi sebelumnya, yaitu : 1) Borobudur peninggalan Sulaeman, 2) Majapahit kerajaan islam, 3) Konspirasi wahyudi (baca : yahudi), 4) Anti kristus/Dajjal dsb.Awalnya teori konspirasi borobudur enggan ditanggapi oleh ilmuan sejarah, sebab merujuk pada bukti tes karbon saja, para arkeologis tidaklah sulit untuk menyimpulkan bahwa teori borobudur tinggalan King Sulaeman tak lebih hanya pseudo science semata, karna sifatnya yang pseudo science maka menjadi tidak penting untuk ditanggapi/diluruskan. Sebab karya ilmiah tak bisa dibandingkan dengan karya fiksi, tidak apple-to apple, tidak carry to carry.Demikian pula penilaian da…

Setelah Menjadi Sarjana Ekonomi

Bulan depan aku wisuda. Ini benar. Setelah empat tahun aku kuliah... ah, benarkah hanya empat tahun? Tidak, tidak hanya empat tahun. Tepatnya setelah dua puluh lima tahun, ditambah sembilan bulan waktuku dalam rahim ibu.Ibuukk. Setelah selama ini kau kunyah pahit agar boleh memberikan segala yang nikmat kepadaku. Kau tukar mimpimu untuk upah yang tak seberapa bila dibandingkan dengan nilai mimpimu. Semua itu agar aku bersekolah dan bukan hanya itu. Kau juga mendaftarkanku komputer, les-les lainnya; kau turuti semua kebutuhan, mainan-mainanku, buku-buku itu --semua hal itu. Kau boleh lakukan itu semua dengan menahan keinginanmu makan enak saat jam istirahat bekerja, sehingga kau bawa bekal dari rumah. Kau boleh lakukan itu, ibu, dengan tidak mempedulikan bagaimana ibu-ibu tetangga asik bersantai di rumah meski aku yakin kau sangat menginginkan ketenangan yang demikian.Ibu. Dua puluh lima tahun umurku sekarang. Dua puluh lima tahun kau dan suamimu memberikan segala sesuatunya kepadaku. …

Sajak Bagi Wanita Perkasa, Terkhusus Untuk Bunda

Ini untuk mereka yang terlihat lemah gemulai, bagai singa betina sedang berjalan lunglai di sela hutan hujan tropis kering dihantam kemarau yang tak kunjung usai. Kalian yang duduk manis di rumah mematuhi perintah suami yang pergi berjuang ke medan perang mencari lembar-lembar uang demi mengisi semua perut orang yang menanti dirinya pulang.Kalian para wanita yang tak pernah lelah dengan segala urusan pekerjaan rumah, memasak, mencuci, dan menjaga si buah hati itu bukanlah hal yang patut diremehkan. Di kala suami pulang kalian beri sambutan hangat tanpa mengeluh pada peluh yang juga ikut kalian curahkan dan malah membasuh luka para pria yang kelelahan di terjang badai atau mungkin sebab berkelahi dengan terik mentari. Mendengarkan cerita keluh kesah para priamu jadi pelengkap hari ini penamban bobot beban di hati.Kesabaran dan doa yang kalian panjatkan menjadi tameng-tameng pelindung seumpama baju baja dan perisai besi buat para suami untuk menantang pagi. Padahal kadang dengan sadar m…