Skip to main content

Posts

Showing posts with the label sajak

INGIN HIDUP BERAPA LAMA?

Seorang kakek tua bertanya pada cucunya, "Kamu ingin hidup berapa lama, cucuku?" Cucunya menjawab, "Selamanya, Kek." Kakek itu tertawa dan justru mengajukan pertanyaan yang membuat bingung cucunya, "Buat apa?" Cucunya tersenyum sepersekian detik kemudian, merasa mampu menjawab pertanyaan sang kakek dengan baik, "Menebarkan kebaikan, Kek." "Yakin sekali." Kakek itu berdecih. "Di dunia ini cucuku, manusia-manusia itu buta. Buta pada apa? Pada kebaikan orang lain dan keburukan diri sendiri." "Di dunia ini cucuku, manusia-manusia itu tuli. Tuli pada apa?  Pada nasehat baik orang tua dan kritik pedas milik mulutnya." "Di dunia ini cucuku, manusia-manusia itu bisu. Bisu pada apa? Pada kebenaran, juga pada kemungkaran. Tidak ada yang mampu bersuara, mulut mereka di kendalikan penguasa." "Di dunia ini cucuku, manusia-manusia itu bodoh. Bodoh kenapa? Mereka dengan mudah merasa pintar, padahal ilmu mere...

INDONESIAKU TELAH MERDEKA (Katanya)

Indonesiaku telah merdeka, katanya. di mana di negeri ini, para tikus-tikus yang mengenakan jas bak konglomerat memamah duit rakyat jadi idola, sedang orang-orang kecil yang mengais demi sebutir dua butir beras di gorong-gorong jalanan ibukota semakin terhimpit, terlupakan dan dihina. Indonesiaku telah merdeka, katanya. di mana di negeri ini, kepedulian harga mampus, nyatanya cuma kiasan demi status. Indonesiaku telah merdeka, katanya. di mana di negeri ini pemimpin-pemimpinnya yang telah bersumpah akan mengurangi korupsi, tapi justru yang tidak bersalah disidang dan sang pencopet menjadi saksi atas diri sendiri. Indonesiaku telah merdeka, katanya. di mana di negeri ini, mereka menggaungkan lagu Terimakasih guruku, tapi para guru dihargai hanya seujung kuku. Indonesiaku telah merdeka, katanya. di mana di negeri ini, orang-orang tua yang demi pendidikan anaknya menjual ginjal sampai hendak menjual usus, tapi anaknya malah jadi ayam kampus. Indonesiaku telah merdeka, kat...

Siklus Dunia

Kau lihat jingga merona di ujung sana? Indah bukan? Jangan terlelap menikmati keindahannya, Karena tak lama malam akan menyeretmu menuju gelap yang teramat Siklus waktu memang tak mungkin bisa diubah Ia berputar sesuka hatinya Datang akan pergi Ada akan tiada Awal akan berakhir Bertemu akan berpisah Semua berjalan sebagaimana mestinya Tapi apa kau sadar beberapa hal setelahnya? Haru biru setelah kepergian dan ketiadaan Resah gelisah setelah berakhir kisah Atau pedih sayatan setelah perpisahan Sadarlah.. Kita hanya korban siklus dunia Segala lara adalah konsekuensinya Bahagia tak lebih hanya bonus semata