Skip to main content

INDONESIAKU TELAH MERDEKA (Katanya)


Indonesiaku telah merdeka, katanya.
di mana di negeri ini, para tikus-tikus yang mengenakan jas bak konglomerat memamah duit rakyat jadi idola,
sedang orang-orang kecil yang mengais demi sebutir dua butir beras di gorong-gorong jalanan ibukota semakin terhimpit, terlupakan dan dihina.

Indonesiaku telah merdeka, katanya.
di mana di negeri ini, kepedulian harga mampus,
nyatanya cuma kiasan demi status.

Indonesiaku telah merdeka, katanya.
di mana di negeri ini pemimpin-pemimpinnya yang telah bersumpah akan mengurangi korupsi,
tapi justru yang tidak bersalah disidang dan sang pencopet menjadi saksi atas diri sendiri.

Indonesiaku telah merdeka, katanya.
di mana di negeri ini, mereka menggaungkan lagu Terimakasih guruku,
tapi para guru dihargai hanya seujung kuku.

Indonesiaku telah merdeka, katanya.
di mana di negeri ini,
orang-orang tua yang demi pendidikan anaknya menjual ginjal sampai hendak menjual usus,
tapi anaknya malah jadi ayam kampus.

Indonesiaku telah merdeka, katanya.
di mana di negeri ini, bapak dua anak yang dituduh mencuri amplifier di rumah Tuhan dibakar sampai meninggal,
sedang para pencuri duit rakyat tidak dipenggal.

Indonesiaku telah merdeka, katanya.
di mana di negeri ini, kami semua cinta flora dan fauna,
tapi kepedulian semuanya fana.

NKRI harga mati!
Rakyat kecil lebih memilih untuk mati!

Selamat ulang tahun ke 72 wahai
Indonesiaku (yang katanya sudah merdeka).

Comments

Popular posts from this blog

FANATISME ??

Fanatisme itu gag ada hubungannya sama sekali dengan tingkat intelegensia. Gag ada kaitannya sama sekali dengan berapa banyak data/informasi/pengetahuan yang telah dikumpulkan. Fanatisme, sederhana aja, adalah indikator sekaligus akibat dari insting yang lemah. Semakin fanatik orang berarti makin lemah instingnya, dan ini berlaku untuk tataran fanatik dalam hal apapun: terhadap agama, terhadap sains, terhadap filsafat, terhadap organisasi kecil dan besar, terhadap idola, bahkan terhadap kebenaran. Apa maksudnya insting yang lemah: kecenderungan membutuhkan sandaran dan (ini yang mesti dicatat baik-baik) sandaran tersebut berada di luar dirinya. Orang yang berinsting lemah butuh suatu daya pemersatu dari luar untuk menyatukan elemen yang menyususun keseluruhan Diri orang tersebut. Dengan kata lain, orang tersebut gag bisa berpegang pada dirinya sendiri sehingga butuh pegangan dari luar. Dan yang sangat ironis, tragis sekaligus lucu adalah bahwa orang fanatik ini gemar menampilkan diri ...

Pemerintahan Rakyat: Opini Tentang Topeng Suci Birokrasi, Borjuasi dan Kaum Agamawan

Hari ini, kita sebagai masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara dipaksa siap menghadapi MEA. MEA dengan dalih kesejahteraan masyarakat Asia Tenggara dengan slogan, "bangga dengan produk lokal" - kata kaum birokrat - dipastikan mampu mengatasi kesenjangan yg terjadi secara ekonomi. Tetapi bagaimana caranya? Kesejahteraan kan tercipta dari semangat kompetisi antar produk dan tenaga kerja yg ada. Ini jelas merupakan penipuan yg fatal. Rakyat kita dibuat bersiap menghadapi eksploitasi dan persaingan besar-besaran dengan mengadu domba kelas pekerja kita dan negara lainnya. Seperti kata Ted Sprague, kelas pekerja kan menjual kemampuan kerjanya seharga es cendol. Murahnya harga kemampuan kerja disebabkan para pekerja takut akan pengangguran. Indonesia secara tidak sadar menuju pada masa dimana pengangguran kan tercipta dimana-mana. Kita tinggalkan sejenak masalah MEA. fokus utama dari tulisan ini adalah bagaimana kelas borjuasi, birokrat, dan kaum agamawan menggunakan topeng "pe...