Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2016

Kau Kau Tetap Sahabatku

Secarik kertas dengan penanya
Secangkir kopi dan sebatang rokok yang setia
Aroma hujan dan dinginnya udara malam ini
Dan aku masih saja berteman sunyiMereka yang pernah menguatkanku
Mereka yang dulu selalu menopangku
Satu persatu menjauh pergi
Tanpa lambaian dan permisiKetika candaan rumput persawahan tak lagi indah
Karena telah datang bunga yang lebih merekah
Saat nyanyian petang rel kereta tak lagi merdu
Sebab telah hadir tembang baru yang syahduSahabat..
Aku masih disini
Menikmati candaan rerumputan
Mendengar nyanyian petang rel keretaAku yakin
Akan ada rindu akan suasana disana
Karena disana ada jutaan cerita kita
Kau kau tetap sahabatku

Revolusi Pendidikan

Pendidikan itu wajib bagi setiap anak untuk menimba ilmu.
Tanpa terkecuali, disini di negeriku.
Disini, pendidikan yang layak hanya angan semu.
Karena biaya mahal, seperti mahkota sang ratu.Aku mengira bukan hanya aku seorang yang mengeluh akan hal ini.
Di berbagai penjuru negeri banyak yang merintih, karena buta ilmu.
Mereka juga ingin merasakan pendidikan yang layak, bukan hanya sekadar mimpi.
Namun apa daya mereka hanya rakyat miskin, yang awam akan hal itu.Akupun merasakannya, pendidikan kini telah disusupi para pebisnis.
Tak pikir rakyat menengah ke bawah apakah bisa menuntut ilmu.
Petinggi itu rakus, tersenyum ia sinis.
Sedangkan kami hanya ngoceh sana sini tak dihiraukan oleh beliau.Pak, bukan kami pelit.
Sedikit-sedikit protes minta alternatif kebijakan yang tak rumit.
Tetapi memang keadaan ekonomi kami terhimpit.
Buat makan sehari-hari pun kami sulit.Aku salah satu yang gagal dapatkan pendidikan layak, karena biaya mahal.
Tulisan ini memang tak seberapa bagi anda, tapi pak t…