Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2016

Untukmu Cucu Pembuat Jamu

Seharian ini hujan mengguyur tanah kelahiranku, meskipun derasnya tak menentu tapi entah mengapa basahnya sampai ke hati.
Aku merasa mendung bukan hanya dilangit kota ini, lebih dekat lagi bahkan sampai menggelayut di langit-langit kamarku.
Tiba-tiba sosokmu muncul begitu saja diantara kepulan mendung itu, aku hanya diam memandang bayangmu, perlahan ku pejamkan mata berusaha mengingat semua yang telah kita lalui bersama. Aku masih ingat saat kamu memberiku sebotol jamu buatan nenekmu. Katamu agar nafsu makanku bertambah dan bertambah pula berat badanku. Kita memang tak pernah lebih dari teman biasa, aku pun tak pernah menaruh harapan lebih. Karena saat itu aku sangat menikmati indahnya pertemanan kita.

Hampir satu tahun sudah kita tak saling bertatap muka, bahkan sedikitpun aku tak mendengar kabar tentangmu. Tapi sosok indahmu tak pernah hilang dalam pikiranku. Kamu adalah salah seorang yang yang berperan penting dalam pendewasaanku selain kekasihku. Nasihatmu, perkataanku, sega…

BAGAIMANA ARISTOTELES BERKATA BUMI ITU BULAT ?

Hai boss karena tade sore ada yang chat ane via be be em nanyain konsep bumi datar. Malam ini ane mau bahas tentang bagaimana dulu si kakek aristoteles itu mampu berkata dan mengabsahkan pemikiran tentang bumi itu bulat? Tapi sebelum itu stop dan tutup dulu statemen kalian tentang berbagai bukti lucu dari bumi itu datar dll yang suka menggelitik isi perut ketika mendengar perdebatan bahwa bumi itu datar.. Oke untuk mempersingkat waktu dan supaya ane cepat belajar maka langsung saja.. Nah pada awalnya pemikiran bumi itu bulat itu sudah di kemukakan dahulu oleh kakek pitagoras kemudian di amini dan di teliti kembali oleh kakek aristoteles yang jenius ini. Sebelum Pitagoras, kepercayaan di Yunani kuno adalah bumi itu datar, wah pemikiran anak muda jaman sekarang sama kaya pemikiran nya orang yunani kuno ya? Dikit dikit datar dikit dikit datar hmmm Pada tahun 330 SM kakek aristoteles ini mengamini pemikiran dari kakek buyut pitagoras dan sudah melakukan penelitian dengan berbagai bukti em…

Kebetulan? =========

Kuyakin, di dunia ini pasti ada yang namanya kebetulan. Banyak yang mengalami ini, contoh saja Bono lagi kangen dengan Annisa, tiba-tiba saja si Annisa ada di tempat itu padahal si Bono nga kontak sama sekali.
Etapi, di agama disebutkan adanya takdir, jika si Annisa memang ditakdirkan datang kesitu, bukankah menjadikan peristiwa itu bukan kebetulan?
Atau si X yang notabene seorang kafir sedang menghibur dirinya di lokalisasi, ketika si X ini ena-ena, dia tiba-tiba mati. Ini masuknya takdir atau kebetulan atau azab?
Atau juga, ketika si Joko beli togel 3 nomor dengan harapan dia menang dan bisa beli motor, dan ternyata dia menang.
Ini kebetulan atau keberuntungan atau memang sudah takdirnya? Kalau takdirnya seperti itu, tega sekali Tuhan menuliskan suratan takdir berbuat hal yang dibenci Tuhan untuk mendapatkan rejeki.
Ah, aku bingung dengan konsep kebetulan ini, kenapa ketika kejadian yang biasa disebut kebetulan, kejadian yang baik disebut keberuntungan dan kejadian yang buruk d…

"PANCASILA" Keseharian Hidup Bangsa Indonesia

Bicara tentang Pancasila bicara sejarah Indonesia. Dua hal yang tak terpisahkan. Kita semua tahu Pancasila merupakan dasar dari negara kita. Lebih dari itu Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa, yang berarti nilai-nilainya merupakan pegangan hidup untuk mengatur sikap dan tingkah laku. Pancasila digunakan sebagai pembentuk perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Pancasila bukan hanya slogan yang hanya untuk dihafal tanpa pengamalan. Nilai-nilai positif dan keabsyahannya wajib  dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai bangsa Indonesia. Mengamalkan nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sehari-hari adalah melaksanakan semua nilai yang terkandung dalam kelima sila dalam Pancasila, karena kelima-nya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Jika kita sebagai bangsa Indonesia benar-benar mampu mengamalkannya tak akan pernah ada perpecahan diantara kita. Karena nilai-nilai dalam Pancasila sangat menghargai Hak Azasi Manusia. Jadi mungkin sering tanpa kita sadari, seti…

Aku Ijasah SMA Dan Jamur Tiram

Menjadi pengusaha muda, dulu tak pernah sedikitpun terpikir olehku. Dengan bermodal ijasah SMA aku memilih cari kerja sana-sini daripada membuka usaha sendiri. Mungkin sudah ratusan lembar surat lamaran kerja yang sudah ku kirim. Tapi tak satu pun ada panggilan interview. Sekalinya ada panggilan untuk ikut tes akhirnya gugur juga. Terkadang dalam keputus asa-an ku terlintas keinginan untuk membuka sebuah usaha kecil-kecilan. Tapi rasa takut gagal dan ragu  selalu saja mengalahkan semua keinginanku untuk membuka suatu usaha. Ditambah lagi tak tahu harus mencari modal kemana. Saya yakin banyak orang-orang di luar sana yang berpikiran sama. Apalagi bagi pemuda seumuran saya, mungkin lebih banyak lagi yang ditakutkan, bukan hanya takut akan sebuah kegagalan.
Tapi juga takut nggak ada cewek yang mau sama kita karena pekerjaan kita, atau mungkin malu kalau saja saja cewek yang kita taksir mengetahui pekerjaan kita hanya sebagai pedagang kaki lima misalnya.
Tak bisa dipungkiri rasa semacam i…

Wacana Perlawanan

--------------------------------Aku si bodoh yang tergila-gila ilmu pengetahuan. Pada diriku ada kutukan, atau berkat---setiap kali wawasan yang kutanam panen, selalu saja kutuai ketidak-tahuan. Semakin dan hanya semakin bodoh diri ini kudapati, juga semakin luas ladang-ladangku.Sebagai petani ilmu pengetahuan aku harus pandai dan rajin mencabuti rumput liar. Sepandai-pandainya, aku tidak menyemprotkan pestisida subjektifitas karena itu bisa membahayakan tanaman yang kurawat penuh cinta. Ya, aku cabuti rumput penganggu itu secara manual dengan tekad ilmiah, mengumpulkannya, lalu membakarnya.Bukan berarti aku tidak menggunakan sama sekali subjektifitas dalam pertanianku. Aku tetap menggunakannya, tetapi sebagai pupuk untuk mempercepat sprout. Namun itu kulakukan hanya pada awal mula penanaman. Selanjutnya kubiarkan alam yang bekerja.Seiring berjalannya waktu ketidak-tahuan yang kupanen semakin menumpuk. Ketidak-tahuan itulah beras-beras yang kuhasilkan dengan lelah otak mencangkul di …